VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Tertangkap Tangan, Polres Kapuas Amankan Pelaku Illegal Mining

- Apahabar.com Rabu, 29 Juli 2020 - 15:08 WIB

Tertangkap Tangan, Polres Kapuas Amankan Pelaku Illegal Mining

Petugas Satreskrim Kapuas saat mendatangi lokasi penambangan tanpa izin di Desa Danau Pantau, Kabupaten Kapuas. Foto-Istimewa

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Karena diduga melakukan penambangan tanpa izin, empat orang warga diamankan oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kapuas, Kalteng.

Ke empat pelaku masing-masing Gn (38) warga Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, Rm (28), Im (29), dan Sr (23) warga Kabupaten Pulang Pisau. Mereka diamankan pada, Jumat (24/7/2020) kemarin, di Desa Danau Pantau, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas sekitar pukul 13.50 Wib.

Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wibowo saat ditemui di Mapolres Kapuas, Rabu (29/6) mengatakan, para pelaku tertangkap tangan sedang melakukan aktivitas penambangan.

“Para pelaku ini menambang diduga tidak memiliki ijin penambangan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara,” katanya.

Selanjutnya petugas pun mengamankan pelaku dan barang bukti berupa peralatan yang digunakan untuk penambangan emas di lokasi tersebut berupa satu buah mesin dongfeng.

Kemudian barang bukti lainnya berupa satu buah pipa paralon warna putih, satu buah selang warna biru, satu buah karpet dan satu buah pipa spiral.

“Keempat pelaku sudah kami amankan beserta barang bukti yang digunakan untuk melakukan aktivitas penambangan,” terang AKP Tri Wibowo.

Atas perbuatannya, keempat pelaku dikenakan pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

“Kami akan terus melakukan penindakan kepada pelaku PETI yang melakukan aktifitas di wilayah hukum Polres Kapuas,” tegas Tri Wibowo.

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter: AHC25 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Hari Ini, 3 Daerah di Kalteng Nihil Kasus Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Kejar Target 77 Persen, KPU Barut Sosialisasi Pendidikan Pemilih
apahabar.com

Kalteng

Kementan Siapkan Kalteng Sebagai Lumbung Perkebunan dan Hortikultura
apahabar.com

Kalteng

Tiga Agenda Wisata Kalteng Masuk Kalender Event Parawisata Nasional 2020
apahabar.com

Kalteng

Unit Motor Polres Pangkalan Bun Sita Puluhan Ulin Ilegal
apahabar.com

Kalteng

Waspada Covid-19! Teweh Tengah di Barito Utara Masuk Zona Merah Tua
apahabar.com

Kalteng

Berakhir Malam Ini, Gubernur Minta Palangka Raya Di-PSBB Lagi
apahabar.com

Kalteng

Wow! Pasca PSBB, KUA Kapuas Diserbu Ratusan Pasangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com