Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Tips Bisnis Kuliner Online Sederhana yang Menjanjikan

- Apahabar.com Selasa, 21 Juli 2020 - 08:00 WIB

Tips Bisnis Kuliner Online Sederhana yang Menjanjikan

Ilustrasi bisnis online, Sambal kemasan. Foto-Eatsambal

apahabar.com, JAKARTA – Tidak sedikit orang yang mengidamkan untuk punya bisnis sendiri, meski banyak kendala yang harus dihadapi.

Satu masalah umum yang kerap menjadi halangan seseorang untuk memulai bisnis sendiri adalah, tidak memiliki jiwa dan pengetahuan sama sekali soal bisnis. Belum lagi harus mencari produk apa yang kira-kira bakal diminati oleh pasar.

Menurut Chief Executive Officer Eatsambel, Yansen Gunawan, terkadang ide bisnis kuliner justru datang dari hal yang sederhana, seperti sambal. Makanan pelengkap ini hampir tidak pernah absen dari meja makan, baik di restoran maupun rumah.

Menurutnya, terasa ada yang kurang jika tidak ada sambal sebagai pelengkap di setiap menu makanan, atau ketika ada makanan enak tetapi sambalnya tidak enak. Sambal pun bisa menjadi obat kangen masakan Indonesia, bagi mereka yang bekerja atau kuliah di luar negeri.

“Sambal itu seperti makanan yang sudah lama, tapi saya ingin memadukan cita rasa dengan perkembangan teknologi digital saat ini,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin 20 Juli 2020.

Yansen menjelaskan, kunci utama sambal yang disukai orang Indonesia adalah terbuat dari bahan-bahan yang segar. Untuk menarik minat konsumen, varian yang dihadirkan harus beragam.

“Awalnya, saya memberikan sambal secara gratis ke teman dan keluarga. Setelah mendapatkan respons yang sangat baik, barulah mencoba jualan dengan fokus merambah pasar online,” tuturnya.

Dalam bisnis kuliner, Yansen mengatakan bahwa yang dibutuhkan bukan hanya rasa enak, tapi juga branding produk itu sendiri. Platform online dibutuhkan agar bisa menjangkau minat konsumen, terutama di masa pandemi COVID-19.

“Promosi dan potongan harga perlu. Meski hanya dianggap pelengkap, tapi tetap disajikan dan dikemas dengan kualitas premium,” jelasnya. (viva)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Menkeu: Uang Edisi HUT RI Bukan untuk Tambah Likuiditas!
apahabar.com

Ekbis

Pasca-Imlek, Harga Sawi Keriting di Pontianak Melonjak Drastis
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Berpeluang Menguat, Meski Tertahan Potensi Resesi
apahabar.com

Ekbis

Berkah Harganas 2019 di Kalsel, Hotel Berbintang Laris Manis
apahabar.com

Ekbis

FLUKTUASI RUPIAH: Perkasa bersama Rupee dan Renminbi
apahabar.com

Ekbis

Yang Menarik di Pasar Muamalah, Transaksi dengan Dinar dan Dirham

Ekbis

Jokowi Sampaikan Prioritas Industri Turunan Batu Bara
apahabar.com

Ekbis

Ada Sentimen Global, Rupiah Berpeluang Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com