Akhirnya! Honorer Puskesmas se-Banjarmasin Bakal Segera Gajian Siram Wajah Petugas dengan Air Cabai, Tahanan BNN Kabur Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Duduk Perkara Viral Pencurian RX King di Kelayan, Warga Sempat Salah Tangkap! Keluarga Tolak Otopsi, Pria Paruh Baya di Kasbah Banjarmasin Diduga Meninggal Lantaran Sakit

Tips Bisnis Kuliner Online Sederhana yang Menjanjikan

- Apahabar.com Selasa, 21 Juli 2020 - 08:00 WIB

Tips Bisnis Kuliner Online Sederhana yang Menjanjikan

Ilustrasi bisnis online, Sambal kemasan. Foto-Eatsambal

apahabar.com, JAKARTA – Tidak sedikit orang yang mengidamkan untuk punya bisnis sendiri, meski banyak kendala yang harus dihadapi.

Satu masalah umum yang kerap menjadi halangan seseorang untuk memulai bisnis sendiri adalah, tidak memiliki jiwa dan pengetahuan sama sekali soal bisnis. Belum lagi harus mencari produk apa yang kira-kira bakal diminati oleh pasar.

Menurut Chief Executive Officer Eatsambel, Yansen Gunawan, terkadang ide bisnis kuliner justru datang dari hal yang sederhana, seperti sambal. Makanan pelengkap ini hampir tidak pernah absen dari meja makan, baik di restoran maupun rumah.

Menurutnya, terasa ada yang kurang jika tidak ada sambal sebagai pelengkap di setiap menu makanan, atau ketika ada makanan enak tetapi sambalnya tidak enak. Sambal pun bisa menjadi obat kangen masakan Indonesia, bagi mereka yang bekerja atau kuliah di luar negeri.

“Sambal itu seperti makanan yang sudah lama, tapi saya ingin memadukan cita rasa dengan perkembangan teknologi digital saat ini,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin 20 Juli 2020.

Yansen menjelaskan, kunci utama sambal yang disukai orang Indonesia adalah terbuat dari bahan-bahan yang segar. Untuk menarik minat konsumen, varian yang dihadirkan harus beragam.

“Awalnya, saya memberikan sambal secara gratis ke teman dan keluarga. Setelah mendapatkan respons yang sangat baik, barulah mencoba jualan dengan fokus merambah pasar online,” tuturnya.

Dalam bisnis kuliner, Yansen mengatakan bahwa yang dibutuhkan bukan hanya rasa enak, tapi juga branding produk itu sendiri. Platform online dibutuhkan agar bisa menjangkau minat konsumen, terutama di masa pandemi COVID-19.

“Promosi dan potongan harga perlu. Meski hanya dianggap pelengkap, tapi tetap disajikan dan dikemas dengan kualitas premium,” jelasnya. (viva)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Alasan Kementan Musnahkan Jamur Enoki dari Korsel
apahabar.com

Ekbis

Harga Ayam Potong Mahal Masuk Bulan Maulid, Warga Khawatir di Momen Natal dan Tahun Baru
apahabar.com

Ekbis

Darurat Covid-19, Fave Hotel Banjarmasin Berikan Penawaran Menarik
apahabar.com

Ekbis

Kabar Penemuan Vaksin Covid-19 Dorong Penguatan Rupiah
apahabar.com

Ekbis

IHSG Ditutup Melemah Usai Adanya Korban Jiwa Akibat Virus Corona
apahabar.com

Ekbis

Ikuti Koreksi Bursa Asia, IHSG Melemah di Awal Pekan
apahabar.com

Ekbis

Pajak Kuliner dan Hotel Jadi Penyumbang Terbesar PAD Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Bergantung Tiga Sektor, Ekonomi Kalsel Rentan Kondisi Global
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com