Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin Pj Gubernur Kalsel: Larangan Mudik Berlaku Lintas Provinsi dan Kabupaten

Tolak Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19, Keluarga Bawa Kabur Jenazah PDP

- Apahabar.com Minggu, 5 Juli 2020 - 20:02 WIB

Tolak Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19, Keluarga Bawa Kabur Jenazah PDP

Jenazah pasien PDP saat akan dibawa keluarga dari RS dr Pirngadi. Foto-Istimewa via Medanbisnisdaily

apahabar.com, MEDAN – Keluarga dari pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan membawa kabur jenazah saat akan dilakukan pemakaman.

Kasubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Perangin-angin yang dikonfirmasi mengatakan, jenazah tersebut dibawa pihak keluarga pada Sabtu (4/7) dini hari saat akan dilakukan pemakaman sesuai protokol Covid-19.

Ia mengatakan, saat itu jenazah pasien sudah ada di mobil ambulans. Namun, karena pihak keluarga meminta agar disalatkan terlebih dahulu, maka jenazahnya pun diturunkan.

Saat diturunkan dari ambulans, jenazah yang sudah berada di dalam peti tersebut, ternyata malah dibawa oleh keluarga ke dalam mobil mereka. Selanjutnya bersama dengan jenazah tersebut, mobil itu pergi.

“Di sini kita tidak bisa berkomentar, karena sudah ranahnya pihak kepolisian, yang pasti soal pemulasarannya sudah kita kerjakan,” katanya, Minggu (5/7).

Edison mengatakan bahwa pasien sempat dirawat di ruang isolasi rumah sakit milik Pemkot Medan itu selama satu malam, yakni masuk pada Jumat (3/7) malam dan meninggal dunia pada Sabtu (4/7) dini hari.

“Untuk komorbid pasien, adalah pneumonia,” ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah yang dimintai tanggapannya soal kejadian ini meminta agar masyarakat tetap mematuhi protokol pemulasaran jenazah Covid-19.

Karena, tegas dia, protokol ini dibuat adalah semata-mata untuk menjaga masyarakat supaya tidak menambah kasus-kasus baru COVID-19.

“Kita khawatirnya, akan dijadikan pembenaran. Kalau itu terjadi tentu kan bahaya. Karena, bagaimana seandainya pemulasaran jenazah itu tidak sesuai protokol Covid-19 sementara dia terkonfirmasi, walaupun hasil lab-nya belum ada, itu yang kita khawatirkan,” ujarnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Vaksin

Nasional

Simak Tujuan Utama Vaksin Covid-19 Gratis di Indonesia
apahabar.com

Nasional

TNI/Polri Belum Berhasil Evakuasi Korban Penembakan KKB
apahabar.com

Nasional

Ada yang Sebar Hoax Gelombang Besar Hantam Sabang Aceh
apahabar.com

Nasional

Prabowo Subianto Soal Ibu Kota Pindah ke Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Irjen Napoleon dan Prasetijo Didakwa Terima Suap dari Kasus Red Notice Djoko Tjandra
apahabar.com

Nasional

Tinjau Karhutla di Kalsel, Wakapolri: 4 Tersangka Sudah Kita Tahan
apahabar.com

Nasional

Prabowo Temui Jokowi di Istana Merdeka, Bahas Menteri?
apahabar.com

Nasional

Senin, Panglima TNI dan Kapolri ke Wamena
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com