STIA Amuntai Gelar Wisuda ke-16 Bagi Ratusan Lulusan D3 hingga S1 Cuaca Ekstrem, Gelombang Sapu Makam Tua di Mattone Pagatan Keluarkan Tulang Belulang MPP Banjarbaru Bawa Angin Segar, Investasi Lampaui Target hingga 124 Persen Peredaran Rokok Ilegal Tinggi, KAKI Kalsel Geruduk Kantor Ditjen Bea Cukai Status Siaga Banjir di Balangan Berlaku hingga 12 Desember

Tolak RUU HIP, Ratusan Massa Geruduk Rumah Banjar!

- Apahabar.com     Jumat, 10 Juli 2020 - 15:00 WITA

Tolak RUU HIP, Ratusan Massa Geruduk Rumah Banjar!

Ratusan massa aksi yang menolak RUU HIP menggelar demonstrasi di depan kantor DPRD Kalsel, Jumat (10/7) siang. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Puluhan ormas di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Totalnya mencapai 38 organisasi.

Aksi massa beratribut putih-putih ini dipusatkan di halaman kantor DPRD Kalsel dengan pengawalan ketat petugas keamanan, Jumat (10/7) siang.

Pantauan di depan Kantor DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, sekitar pukul 14.15 ratusan hingga ribuan massa berkumpul membawa sejumlah bendera ormasnya masing-masing.

“Apabila tidak dicabut saat rapat paripurna bulan ini kami akan mengeluarakan massa yang lebih besar lagi,” ancam pedemo saat menyampaikan orasi di atas mobil komando.

Meski diguyur hujan, aksi unjuk rasa tetap berlangsung. Perwakilan ormas bergantian menyampaikan orasi.

Polda Kalsel menerjunkan ratusan personel gabungan untuk mengawal demonstrasi massa yang menolak RUU HIP.

Ratusan anggota polisi dari beragam satuan dan fungsi, termasuk Brimob, sudah bersiaga di Rumah Banjar sejak pagi hari.

Dilengkapi peralatan tameng dan pentungan, polisi juga menerjunkan tiga mobil water canon dan satu unit kendaraan lapis baja.

Wakaporesta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo mengatakan sedikitnya ada 500 orang personel yang dilibatkan dalam mengawal aksi siang ini.

“Dari Polresta Banjarmasin sekitar 350 orang personel, Direktorat Sabhara Polda Kalsel dan Brimob,” ujarnya ditemui usai apel gelar pasukan di halaman kantor DPRD Kalsel.

Sabana meminta aksi demonstrasi berjalan kondusif sesuai tagline yang diusung para Ormas gabungan, yakni “Aksi Damai bersama Rakyat Kalimantan Selamatkan NKRI dan Pancasila”.

Informasi yang dihimpun apahabar.com, ormas yang bakal berpartisipasi totalnya mencapai 38 organisasi. Mereka mengatasnamakan Aliansi Rakyat Lambung Mangkurat (ARBAL).

Karenanya, aksi ujuk rasa ini merupakan yang pertama kali digelar oleh elemen masyarakat selama pandemi Covid-19 dengan jumlah massa yang diprediksi cukup banyak.

Sekitar pukul 14.00, mereka berencana memulai aksi dari depan halaman Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

Dari sana, massa aksi akan berjalan atau longmarch ke titik orasi di halaman Kantor DPRD Kalsel.

Agenda tuntutannya: Batalkan RUU HIP dan Mendukung Maklumat MUI: Kep-1240/DP-MUI/VI/2020.

MUI, menurut mereka, sudah menyerukan penolakan terhadap RUU HIP sebab tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor 25/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI.

Kepada media ini, Juru Bicara ARBAL Syahmardian menyampaikan aksi ini murni sebagai gerakan moral masyarakat Kalsel.

“Suatu bangsa sebagaimana dicita-citakan para pejuang pendiri Republik indonesia (RI) ini yang dititipkan dari generasi ke generasi,” ujarnya, Kamis (9/7).

Ke-38 ormas itu, kata dia, masing-masing akan membawa serta para anggotanya. Sehingga jumlah massa yang bakal diturunkan diperkirakan lumayan besar.

“Sudah dikoordinasikan ke pengurus terkait. Mereka sudah pastikan akan turun bergabung dalam presidium ARBAL dengan jumlah massa masing-masing cukup besar,” ujarnya.

Dalam aksi ini peserta aksi akan juga menyampaikan pernyataan sikap rakyat Kalsel menuntut segera membatalkan RUU HIP.

Lalu mendukung maklumat MUI pusat apapun bentuknya yang akan mengubah Pancasila sebagai ideologi dasar NKRI.

“Kami harapkan Pemda dan wakil rakyat DPRD Kalsel maupun DPR RI mendukung penuh sebagai aspirasi warga yang di mana RUU HIP tersebut akan menciderai kaidah Pancasila sebagai dasar negara,” ucapnya.

Ditambahkannya, kepada semua peserta aksi damai serta masyarakat yang ikut partisipasi untuk mematuhi protokol pencegahan Covid-19 selama aksi. Yakni, jaga jarak dan pakai masker.

Peserta aksi juga dilarang membawa anak anak dan atribut bendera selain bendera merah putih.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mapaba Akbar di Kampus IAID Martapura Tanpa Izin GTPP Banjar, Simak Kata Dandim
Tabalong

Kalsel

Lagi, 9 Orang Pasien Covid-19 di Tabalong Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Cicipi Kue berbahan Ikan, Mama Lita ‘Master Chef’: Kuliner Banjar Go Internasional
Pascabanjir

Kalsel

1.285 Sekolah di Kalsel Rusak Pascabanjir
apahabar.com

Kalsel

Buron, Begal di Lingkar Dalam Tak Berkutik Saat Diringkus Polisi
apahabar.com

Kalsel

Cerita Mistis Dibalik Pengangkatan Meriam Belanda di Martapura
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Tanbu, Daftar Pasien Sembuh Bertambah Lagi
apahabar.com

Kalsel

Polisi Dalami Kematian ASB, Bocah Tala yang Tenggelam di Kolam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com