ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Kalsel

Jumat, 10 Juli 2020 - 15:00 WIB

Tolak RUU HIP, Ratusan Massa Geruduk Rumah Banjar!

Reporter: Rizal Khalqi - apahabar.com

Ratusan massa aksi yang menolak RUU HIP menggelar demonstrasi di depan kantor DPRD Kalsel, Jumat (10/7) siang. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

Ratusan massa aksi yang menolak RUU HIP menggelar demonstrasi di depan kantor DPRD Kalsel, Jumat (10/7) siang. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Puluhan ormas di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Totalnya mencapai 38 organisasi.

Aksi massa beratribut putih-putih ini dipusatkan di halaman kantor DPRD Kalsel dengan pengawalan ketat petugas keamanan, Jumat (10/7) siang.

Pantauan di depan Kantor DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, sekitar pukul 14.15 ratusan hingga ribuan massa berkumpul membawa sejumlah bendera ormasnya masing-masing.

“Apabila tidak dicabut saat rapat paripurna bulan ini kami akan mengeluarakan massa yang lebih besar lagi,” ancam pedemo saat menyampaikan orasi di atas mobil komando.

Meski diguyur hujan, aksi unjuk rasa tetap berlangsung. Perwakilan ormas bergantian menyampaikan orasi.

Polda Kalsel menerjunkan ratusan personel gabungan untuk mengawal demonstrasi massa yang menolak RUU HIP.

Ratusan anggota polisi dari beragam satuan dan fungsi, termasuk Brimob, sudah bersiaga di Rumah Banjar sejak pagi hari.

Dilengkapi peralatan tameng dan pentungan, polisi juga menerjunkan tiga mobil water canon dan satu unit kendaraan lapis baja.

Wakaporesta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo mengatakan sedikitnya ada 500 orang personel yang dilibatkan dalam mengawal aksi siang ini.

Baca juga :  Covid-19 di Kalsel Hampir 7 Ribu Kasus

“Dari Polresta Banjarmasin sekitar 350 orang personel, Direktorat Sabhara Polda Kalsel dan Brimob,” ujarnya ditemui usai apel gelar pasukan di halaman kantor DPRD Kalsel.

Sabana meminta aksi demonstrasi berjalan kondusif sesuai tagline yang diusung para Ormas gabungan, yakni “Aksi Damai bersama Rakyat Kalimantan Selamatkan NKRI dan Pancasila”.

Informasi yang dihimpun apahabar.com, ormas yang bakal berpartisipasi totalnya mencapai 38 organisasi. Mereka mengatasnamakan Aliansi Rakyat Lambung Mangkurat (ARBAL).

Karenanya, aksi ujuk rasa ini merupakan yang pertama kali digelar oleh elemen masyarakat selama pandemi Covid-19 dengan jumlah massa yang diprediksi cukup banyak.

Sekitar pukul 14.00, mereka berencana memulai aksi dari depan halaman Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

Dari sana, massa aksi akan berjalan atau longmarch ke titik orasi di halaman Kantor DPRD Kalsel.

Agenda tuntutannya: Batalkan RUU HIP dan Mendukung Maklumat MUI: Kep-1240/DP-MUI/VI/2020.

MUI, menurut mereka, sudah menyerukan penolakan terhadap RUU HIP sebab tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor 25/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI.

Kepada media ini, Juru Bicara ARBAL Syahmardian menyampaikan aksi ini murni sebagai gerakan moral masyarakat Kalsel.

Baca juga :  Pandemi Covid-19, BPS Kalsel Ubah Cara Sensus

“Suatu bangsa sebagaimana dicita-citakan para pejuang pendiri Republik indonesia (RI) ini yang dititipkan dari generasi ke generasi,” ujarnya, Kamis (9/7).

Ke-38 ormas itu, kata dia, masing-masing akan membawa serta para anggotanya. Sehingga jumlah massa yang bakal diturunkan diperkirakan lumayan besar.

“Sudah dikoordinasikan ke pengurus terkait. Mereka sudah pastikan akan turun bergabung dalam presidium ARBAL dengan jumlah massa masing-masing cukup besar,” ujarnya.

Dalam aksi ini peserta aksi akan juga menyampaikan pernyataan sikap rakyat Kalsel menuntut segera membatalkan RUU HIP.

Lalu mendukung maklumat MUI pusat apapun bentuknya yang akan mengubah Pancasila sebagai ideologi dasar NKRI.

“Kami harapkan Pemda dan wakil rakyat DPRD Kalsel maupun DPR RI mendukung penuh sebagai aspirasi warga yang di mana RUU HIP tersebut akan menciderai kaidah Pancasila sebagai dasar negara,” ucapnya.

Ditambahkannya, kepada semua peserta aksi damai serta masyarakat yang ikut partisipasi untuk mematuhi protokol pencegahan Covid-19 selama aksi. Yakni, jaga jarak dan pakai masker.

Peserta aksi juga dilarang membawa anak anak dan atribut bendera selain bendera merah putih.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kabar Bahagia untuk Guru Honorer; Pemprov Kalsel akan Naikkan Gaji di 2020
apahabar.com

Kalsel

60 Kasus Baru Covid-19 di Kalsel, Berikut Sebarannya
apahabar.com

Kalsel

Karhutla Kalsel Naik Status; Tanggap Darurat
apahabar.com

Kalsel

Guru Kapuh Ajak Warga Binaan Rutan Kandangan Cinta Rasullullah dan Wali Allah
apahabar.com

Kalsel

Cuncung H Maming Siap Maju di Pilkada Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Peduli Warga Terdampak Covid-19, Pertamina Kotabaru Bagikan Ratusan Paket Sembako
apahabar.com

Kalsel

Di Rumah Saja! Hujan Diprediksi Kembali Turun
apahabar.com

Kalsel

Perampokan Sadis, Modus Baru Kejahatan Jalanan di Gambut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com