Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian

Tolak Tawaran Khatib, Wali Kota Banjarmasin Persilakan Salat Id dan Kurban

- Apahabar.com Rabu, 29 Juli 2020 - 16:15 WIB

Tolak Tawaran Khatib, Wali Kota Banjarmasin Persilakan Salat Id dan Kurban

Wali Kota Banjarmasin menolak untuk menjadi khatib dalam Salat Id kali ini. Foto ilustrasi salat-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Salat Iduladha 1441 hijriah bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19.

Kondisi tersebut dirasakan setiap daerah di Indonesia, termasuk Kota Banjarmasin.

Lantas mengapa zona merah serupa Banjarmasin tetap menggelar Salat Id di tengah wabah Covid-19?

Wali Kota Ibnu Sina tak menampik bahwa daerah yang dipimpinnya akan tetap menggelar Salat Id secara berjemaah.

Namun catatannya, para jemaah wajib displin memberlakukan protokol kesehatan.

“Termasuk [pengelola] tempat ibadah di Banjarmasin untuk menerapkan protokol kesehatan,” jelas Ibnu, Rabu (29/7).

Para jemaah tanpa terkecuali diminta wajib mengenakan masker. Mencuci tangan, serta disiplin menjaga jarak antarjemaah minimal 1 meter.

“Boleh tapi dengan physical distancing, termasuk juga di tanah lapang seperti satu sajadah diberi jarak gitu,” ujarnya.

Ibnu mengaku sempat mendapatkan tawaran khusus sebagai Khatib atau juru khotbah.

Namun dirinya menolak. Orang nomor satu di Banjarmasin itu lebih memilih menjadi jemaah biasa.

Sebagai informasi, sang wali kota akan mengikuti Salat Id di masjid sekitar rumah dinas jabatan.

“Masjid Arafah di sekitar Jalan Dharma Praja saja,” ucapnya.

Lalu bagaimana dengan pelaksanaan ibadah Kurban? Ibnu tetap memperbolehkannnya.

Tapi, dengan catatan panitia pemotongan yang terlibat di tempat ibadah lebih sedikit dari biasanya.

Selain itu panitia pemotongan diminta memberi jarak waktu untuk warga mengambil daging kurban.

Hal itu supaya tidak terjadi konsentrasi massa sekaligus menerapkan protokol kesehatan.

“Sebaliknya panitia harusnya mengirimkan bagian daging kurban ke rumah warga yang menjadi haknya. Itu agar tidak terjadi penumpukan massa,” ucapnya.

Panitia pemotongan juga diimbau tidak memakai kantong plastik dalam membungkus bagian hewan kurban.

Penggunaan kantong plastik ini dialihkan ke sektor yang ramah lingkungan seperti bakul purun.

Langkah ini sekaligus mendukung program Pemkot Banjarmasin mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Kita sudah membuat surat imbauan seperti tahun tahun sebelumnya,” ucapnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Banjarmasin Kini Tembus 1.000 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Satpol PP Banjarbaru Sita Ratusan Botol Miras di Pembatuan
apahabar.com

Kalsel

Pertemuan 4 Bulanan PKK di Tanbu, Acil Odah Ingatkan Tiga Persoalan
apahabar.com

Kalsel

Alumni SMASA Banjarmasin Bagi 1400 Sembako untuk Warga Tedampak Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Kodim 1007/Banjarmasin Gelar Binter 2019 dan Bhakti Sosial
apahabar.com

Kalsel

Kluster Gowa Muncul Lagi, Tambah Positif Covid-19 di Batola
apahabar.com

Kalsel

Jalin Sinergitas, Kodim 1007/Banjarmasin Gelar Komsos dengan KBT
apahabar.com

Kalsel

Polres HSS Launching Aplikasi Si Lamang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com