Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang

Tragis, CEO Ojek Online Gokada Tewas Dimutalisi Pakai Gergaji

- Apahabar.com Jumat, 17 Juli 2020 - 14:55 WIB

Tragis, CEO Ojek Online Gokada Tewas Dimutalisi Pakai Gergaji

Ilustrasi Foto-Istimewa

apahabar.com, NEW YORK – Kehidupan CEO aplikasi Gokada, Fahim Saleh, berakhir tragis.

Ia dibunuh di kondominiumnya di New York City, New York, Amerika Serikat.

Gokada merupakan aplikasi penyedia layanan ojek online yang populer di Nigeria.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/7), polisi menemukan Fahim Saleh, 33, tewas pada Selasa (14/7) lalu.

Media lokal menuliskan mayat Saleh dimutilasi dan ditaruh di dalam plastik.

Di lokasi itu, juga ditemukan gergaji listrik dan peralatan pembersih dicolokkan ke listrik.

Kuat dugaan Saleh tewas dibunuh lalu dimutilasi.

Kamera pengawas merekam Saleh terakhir terlihat di elevator gedung apartemen bersama seorang laki-laki yang memakai setelan gelap, masker dan sarung tangan.

apahabar.com

Fahim Saleh, Co-founder/CEO Gokada saat wawancara dengan Reuters di Lagos, Nigeria (3/5). Foto-Antara

Potongan video tersebut juga memuat laki-laki itu mengikuti Saleh ke lantai tujuh, tempat pergulatan berlangsung.

Saleh, keturunan Bangladesh yang lahir di Arab Saudi, dibesarkan di New York.

Dia mendirikan perusahaan transportasi Pathao pada 2015, kemudian aplikasi berbagi tumpangan motor Gokada pada 2018.

Gokada populer di ibu kota Nigeria, Lagos, sayangnya, pejabat setempat melarang ojek motor atau “okada” dalam bahasa lokal.

Akun resmi media sosial Gokada membenarkan kabar tewasnya Saleh dan mengucapkan bela sungkawa mendalam.

“Kami di Gokada terkejut dan sedih mendengar Fahim Saleh, pendiri dan CEO kami, meninggal dalam keadaan tragis di New York awal pekan ini,” kata Gokada.

The New York Times, mengutip sumber anonim di lembaga penegak hukum, melaporkan penyelidik sedang mencari tahu apakah pembunuhan Saleh terkait dengan urusan bisnis.

Saleh pada 2 Juli lalu mencuitkan soal bisnis di Nigeria.

“Nigeria adalah pasar yang tidak kenal ampun. Fokus pada – sedikit adalah lebih. Punya integritas. Bangun kepercayaan. Sabar. Pasar akan membalas tepat pada waktunya,” kata Saleh waktu itu.(Ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Kesal Ibunya Ditagih Utang Rp 15 Ribu, Seorang Pemuda Bakar Nenek
apahabar.com

Hukum

Nyambi Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap BNNK Batola
apahabar.com

Hukum

Jelang Pelantikan Tsai Ing-wen, Kapal Perang AS Transit di Selat Taiwan

Internasional

Mendag Lutfi Ingatkan Pentingnya Pameran di Forum Ekonomi Rusia
apahabar.com

Hukum

R2 Vs Dump Truk di Banjar, Satu Tewas
apahabar.com

Hukum

Money Politics Masa Tenang, Wabup Paluta Terjaring OTT
apahabar.com

Hukum

Berkas Pembunuhan Sungai Tabuk Kembali Dikirim ke Kejaksaan

Hukum

Tiga Budak Sabu di HST Diringkus John Lee CS, Dua di Antaranya Ibu Rumah Tangga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com