Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan Daftar Lengkap 64 Link Pengumuman CPNS 2019, sscn.bkn.go.id & Berkas Online yang Harus Disiapkan! Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru

Trending Twitter Gilang dan Bungkus, Fetish Kain Jarik Berkedok Riset

- Apahabar.com Kamis, 30 Juli 2020 - 16:30 WIB

Trending Twitter Gilang dan Bungkus, Fetish Kain Jarik Berkedok Riset

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Meski bukan urutan pertama, nama Gilang dan kata bungkus sedang trending topik Twitter Indonesia, Kamis (30/7). Apa sebab?

Bermula dari sebuah utas akun @m_fikris di Twitter. Dalam cuitan, Rabu (29/7) ia menulis; Predator “Fetish Kain Jarik” Berkedok Riset Akdemik dari Mahasiswa PTN di SBY.

Diunggahannya itu disertai pula dua foto yang menunjukkan sesosok manusia dibalut kain.

Lantas, sosok G dan bungkus yang menjadi kata kunci utas tersebut, bertengger di urutan nomor dua dan nomor tiga trending topik Twitter di Indonesia.

Pelaku diduga, sorang pria bernama depan Gilang, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair).

Modus dari pelaku ialah melakukan kekerasan seksual dengan kedok, tengah melakukan riset.

Seperti dikutip dari Tirto.id, peristiwa yang menimpa MFS (bukan nama sebenarnya), salah satu korban, terjadi pekan lalu, Jumat (24/7).

MFS merupakan mahasiswa semester 3 di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

“Terjadi Jumat kemarin, waktu dia DM [direct message] aku di Instagram,” kata MFS.

Alasan MFS mengungkap kasus ini melalui akun Twitternya, @m_fikris, agar tindakan pelaku tak berulang. Dia tak mau ada korban yang lainnya.

Apalagi pelaku menyasar ke korban yang masih berstatus mahasiswa baru atau bahkan siswa SMA.

“Si Gilang kan mengincar korban-koran yang masih Maba atau mahasiswa baru atau bahkan anak SMA. Takutnya nambah lagi [korbannya], jadi saya berani speak up,” tegasnya.

Pelaku, kata MFS, harus diberikan sanksi yang tegas. Sebab memiliki unsur pelanggaran etik sebagai mahasiswa dan pidana.

“Yaa paling enggak [pelaku] di DO [drop out] dari kampus. terus kalau bisa dipenjara ya,” ungkapnya.

MFS menuturkan kasus itu melalui thread–twit atau cerita berseri– di akun Twitternya, Rabu (29/7).

Dia melampirkan beberapa bukti foto, rekaman video, hingga tangkapan layar percakapan dengan korban melalui aplikasi ponsel pintar.
Awalnya pelaku memperkenalkan diri, sebagai mahasiswa angkatan 2015 di Unair.

Pelaku memaksa korban membungkus seluruh badan dengan kain jarik atau selendang dengan dalih: untuk riset.

Korban merasa kasihan dan menuruti karena pelaku, menyampaikan berbagai tekanan manipulatif seperti, mahasiswa semester 10 yang perlu dibantu.

Namun, pelaku justru memanfaatkan empati dari korban: untuk melakukan tindakan kekerasan seksual.

“Saya masih takut mas buat kasih nomor handphone ke orang lain,” katanya dikutip apahabar.com dari liputan6.com.

Setelah membagikan utas soal G dan fetish kain jarik, yang bersangkutan merasa lega.

“Kondisi saya masih biasa, cuma jadi rada trauma gitu kalau kasih nomor atau data pribadi,” katanya.

“Lega sih cuma masih rada takut kalau pelaku nanti meneror saya setelah di Surabaya,” lanjut @m_fikris.

Lebih lanjut, soal dirinya yang dibungkus bak pocong, sempat terbersit hal yang tak beres. Namun, hal itu dia abaikan karena G minta tolong dan memohon.

“Sempat kepikiran, cuma kan di mohon-mohon. Ngancem-ngancem juga. Aku kasihan sama dianya. Dia bilang juga, kamu nggak ngerasain susahnya mahasiswa semester. Ataa sih masih Maba,” katanya.

Menurut pemilik akun @m_fikris, sosok G memiliki sikap yang manipulasi. “Kaya mau bunuh diri atau penyakitnya kambuh,” katanya.(tir/lip)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Diundang Raja Salman ke Arab Saudi, Jokowi Sempatkan Ibadah Umrah di Tanah Suci
apahabar.com

Nasional

Damkar Jakarta Selatan Kerahkan 24 Unit Pemadam ke Kejagung
apahabar.com

Nasional

Kerap Lupa dengan Hari Ulang Tahun, Jokowi Syukuri dengan Kerja
apahabar.com

Nasional

Puting Beliung di Bogor, 1 Warga Tewas Tertimpa Pohon
apahabar.com

Nasional

Long Weekend, Peziarah di Makam Bung Karno Dibatasi
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming, Sosok Pengusaha Sukses Milineal
apahabar.com

Nasional

KPK: 400-an Anggota DPR Belum Serahkan LHKPN
apahabar.com

Nasional

Di Gunung Sindur, Setya Novanto Tempati Sel Pengamanan Super Maximum Security
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com