Breaking News! Tabrakan Horor di Kotabaru, Motor vs Mobil Honda BRV Di Mubes WAPDA ke-IV, Gubernur Kalsel Ungkap Proyek Siring Ponpes Darussalam Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel

Ujian Masuk Perguruan Tinggi Hanya Sampai Gelombang II

- Apahabar.com     Rabu, 15 Juli 2020 - 18:01 WITA

Ujian Masuk Perguruan Tinggi Hanya Sampai Gelombang II

Ilustrasi Ujian Tulis Berbasis Komputer masuk perguruan tinggi. Foto-Okezone

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih mengatakan, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang II merupakan gelombang terakhir.

Karena itu, bagi peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang I yang direlokasi ke gelombang II karena masalah kesehatan harus benar-benar mempersiapkan kesehatan dirinya.

Sebelumnya, sebanyak 1.505 peserta dinyatakan tidak bisa mengikuti UTBK gelombang I karena hasil rapid test-nya reaktif Covid-19 atau memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat celsius.

Nasih menjelaskan, gelombang II menjadi kesempatan terakhir para peserta untuk mengikuti UTBK.

“Karena sebagaimana ketentuan peserta, yang boleh mengikuti ujian adalah mereka yang dinyatakan sehat saja. Mereka yang tidak sehat kita berikan kesempatan untuk menyehatkan diri, karena (kesehatan) ini lebih penting untuk mereka,” kata Nasih, dalam telekonferensi seperti dilansir dari Republika.co.id, Rabu (15/7).

Hal ini juga berlaku pada peserta di gelombang II. Bagi peserta gelombang II yang bukan hasil perubahan jadwal tetap harus menjaga kesehatan. Sebab, jika diketahui hasil tesnya menyatakan positif Covid-19 atau memiliki suhu tubuh tinggi maka tidak akan diizinkan mengikuti UTBK.

Masih dilansir dari Republika.co.id, Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo mengatakan, sebenarnya pada saat pendaftaran para peserta sudah menyetujui persyaratan bahwa hanya yang sehat saja yang bisa mengikuti ujian.

Untuk itu, sebenarnya peserta yang dinyatakan tidak sehat pada saat ujian tidak boleh mengikuti tes.

Namun, LTMPT memberi kesempatan pada peserta UTBK gelombang I agar masalah kesehatan tidak kembali menghambat di gelombang II.

“Artinya, bahwa itu masih memberi kesempatan pada adik-adik yang sebetulnya sudah tidak diizinkan untuk mengikuti tes,” kata Budi.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tingkatkan Kesiagaan, Cuaca Ekstrem Indonesia Diprediksi Sepekan
apahabar.com

Nasional

Hari Raya Nyepi 2019: SPBU Akan Tutup Mulai Pukul 22.00
apahabar.com

Nasional

Mengenal Garuda Indonesia yang Bawa Harley dan Brompton  

Nasional

Vaksin Covid-19 Tahap Delapan Tiba, Indonesia Total Terima 62,5 Juta Sinovac
apahabar.com

Nasional

SINDIKASI Luncurkan Pedoman Kontrak Kerja untuk Freelancer
apahabar.com

Nasional

Cuci Tangan Diklaim 80 Persen Efektif Cegah Penularan Pneumonia
Anggota Wanadri

Nasional

Pencinta Alam Berduka, Anggota Wanadri Meninggal di Pegunungan Meratus
apahabar.com

Nasional

BP Jamsostek Naikkan Santunan Kematian Jadi Rp 20 Juta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com