Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid OTT Amuntai, dan Nasib Proyek DIR Banjang Kini Bantuan Rp 300 Ribu Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak

Vaksin Covid-19 Sudah Sampai di Indonesia, Kapan Siap Digunakan?

- Apahabar.com     Senin, 20 Juli 2020 - 12:49 WITA

Vaksin Covid-19 Sudah Sampai di Indonesia, Kapan Siap Digunakan?

Pemkot Banjarmasin dilaporkan belum membayarkan honor relawan Covid-19. Foto ilustrasi: Ist

apahabar.com, JAKARTA – Vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Biotech Ltd dipastikan tiba di Indonesia, Minggu (19/7).

“Betul, sudah sampai pada Minggu. Sudah diserahkan ke Bio Farma,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara Kememterian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah, dilansir Kompas.com, Senin (20/7).

Sinovac sebuah perusahaan biofarmasi yang berfokus pada penelitian, termasuk komersialisasi vaksin menular. Perusahaan ini bermarkas di Beijing, China.

Tiba di Indonesia, vaksin itu diserahkan ke PT Bio Farma untuk diuji klinis.

Kemenlu, kata dia, hanya memfasilitasi proses vaksin dari China ke Indonesia.

Untuk pengembangan vaksin sendiri, Indonesia bekerja sama dengan negeri tirai bambu itu lewat kerja sama internasional.

“Strategi jangka pendek memang untuk memastikan akses ke vaksin manakala sudah siap diproduksi dan ini dilakukan melalui kerja sama internasional,” tutur Faizasyah.

Lebih jauh, Indonesia akan membentuk konsorsium nasional. Itu sebagai upaya jangka menengah/panjang.

“Untuk membangun kemandirian atas akses vaksin Covid-19.”

Dilaporkan, PT Bio Farma telah bekerja sama dengan Sinovac untuk memproduksi vaksin Covid-19.

Vaksin yang baru tiba di Indonesia itu dilaporkan sudah melewati uji klinis fase I dan II pada Juni 2020 lalu.

Namun Bio Farma belum bisa memastikan kapan uji klinis tahap III dilakukan, termasuk di Indonesia.

“Transfer teknologi produksi vaksin Covid-19 dari Sinovac ke Bio Farma dilakukan saat uji klinis fase ketiga,” kata Honesti dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/7).

Bio Farma akan bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) untuk mempersiapkan uji klinis tahap tiga tersebut. Termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Jika BPOM menyetujui, nantinya vaksin bisa mulai digunakan untuk keadaan darurat mulai kuartal pertama 2021.

Adapun pertimbangan memilih Sinovac, kata dia, lantaran sudah teruji kredibilitasnya dalam memproduksi vaksin untuk lebih dari 30 negara.

“Salah satunya vaksin Hepatitis A yang sudah mendapat pengakuan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO),” ujarnya.

Dalam uji klinis fase I dan II tidak ditemukan efek samping yang parah dan menghasilkan respons kekebalan pada 743 relawan.

“Uji klinis tahap III sudah disiapkan di sejumlah pusat uji klinis dunia,” ujarnya.

Selain bekerja sama dengan Sinovac, Bio Farma mengembangkan vaksin lokal di bawah konsorsium nasional yang dibentuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain Bio Farma, konsorsium nasional ini terdiri dari Eijkman Institute, kementerian dan institusi terkait, serta perguruan tinggi. Namun, Honesti memperkirakan bahwa vaksin lokal ini baru akan tersedia di masyarakat pada awal atau pertengahan 2022. (ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bantuan Terus Mengalir untuk Korban Banjir Samarinda
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Indonesia Kembangkan Sendiri Vaksin Merah Putih
apahabar.com

Nasional

Tiba di Jeddah, Presiden Jokowi Kenakan Ihram
apahabar.com

Nasional

Jangan Panik, Luapan Bendungan Bili-bili Masih Wajar
apahabar.com

Nasional

OTT Rommy, Kemenag: Pengisian Jabatan Sesuai Prosedur
Kasus Positif Covid-19 di China Terus Menurun

Nasional

Kasus Positif Covid-19 di China Terus Menurun
apahabar.com

Nasional

WNI yang Tewas di Tangan Abu Sayyaf Dipulangkan ke Tanah Air
apahabar.com

Nasional

Kemenhukum Kawal Proses Hukum Tragedi Limpasu HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com