ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Nasional

Selasa, 7 Juli 2020 - 11:05 WIB

Viral Air Mineral Mengandung Zat Besi, Cek Penjelasan BPOM Banjarmasin

Redaksi - apahabar.com

Beredar video yang menunjukkan pengujian air mineral dengan alat sederhana untuk mengetahui kadar besinya. Foto-Istimewa

Beredar video yang menunjukkan pengujian air mineral dengan alat sederhana untuk mengetahui kadar besinya. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Belakangan ini hoaks terkait dengan pernyataan bahwa air mineral mengandung zat besi sehingga berbahaya dikonsumsi beredar luas.

“Kepada masyarakat diimbau agar menjadi konsumen cerdas yang tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar di media sosial,” kata Petugas Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin Gusti Maulita Indriyana di Banjarmasin, Senin (7/7).

Ia mengatakan di dunia maya sedang diramaikan dengan video yang memperlihatkan seseorang menguji beberapa merek air mineral yang dapat menyalakan lampu jika dihubungkan ke sumber listrik.

Disebutkan bahwa air mineral yang dapat menyalakan lampu dengan cahaya paling terang mengandung zat besi yang paling banyak dan berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi.

Baca juga :  Jumlah Penduduk RI Capai 268,5 Juta Jiwa, Laki-Laki Lebih Banyak

Padahal, menurut dia, kandungan air minum dalam kemasan dapat menghantar arus listrik karena air mineral memang mengandung besi (Fe) yang bersifat elektrolit, bukan berarti tidak aman jika diminum.

Nana menjelaskan saat ini terdapat empat jenis produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia, yaitu Air Mineral, Air Demineral, Air Mineral Alami, dan Air Minum Embun dengan standar keamanan dan mutu yang spesifik untuk setiap produk, dan tidak dapat dibandingkan satu sama lain.

Adapun kandungan zat besi maupun mineral lainnya dalam air mineral diatur dalam dalam SNI 335:2015 tentang Air Mineral, yang penerapannya bersifat wajib melalui Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 78/M-IND/Per/11/2016.

Selain itu, kandungan zat besi (Fe) juga diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Baca juga :  Erick Thohir Tunjuk Wakapolri Jadi Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19

Sedangkan Badan POM, papar Nana, melakukan penilaian terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan sebelum diedarkan di wilayah Indonesia, termasuk kandungan cemaran sesuai standar keamanan dan mutu produk pangan yang telah ditetapkan.

Badan POM tidak akan memberikan izin edar terhadap produk AMDK yang memiliki kandungan cemaran melebihi batas yang ditentukan.

“Kami secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk pangan termasuk AMDK baik melalui pemeriksaan sarana produksi, sarana distribusi, maupun kegiatan pengambilan sampel dan pengujian untuk memeriksa cara produksi/distribusi dan kualitas produk setelah diedarkan,” kata Nana. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

Warga Sukajaya Bogor: Seperti Mimpi Dikujungi Presiden Jokowi

Nasional

Warga Sukajaya Bogor: Seperti Mimpi Dikujungi Presiden Jokowi
apahabar.com

Nasional

Ratusan Jenis Bajakah, Awas yang Beracun
apahabar.com

Nasional

Gibran Dilarang Bawa Nama Besar Jokowi Saat Berbisnis
apahabar.com

Nasional

Berlibur ke Pandeglang, Krisyanto Jamrud Nyaris Menjadi Korban Tsunami
apahabar.com

Nasional

Polisi Dalami Pembakaran Surat Suara di Nduga
apahabar.com

Nasional

Tentara Ngamuk di Thailand, Belasan Warga Tewas
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Ajak Santri Ath Thahiriyah Melek Teknologi
apahabar.com

Nasional

Rencana Pengerahan Massa di Monas 19 April, PMJ: Belum Berizin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com