BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Warga Tapin Diminta Tetap Waspada Virus G4 dan Jembrana

- Apahabar.com Senin, 6 Juli 2020 - 18:39 WIB

Warga Tapin Diminta Tetap Waspada Virus G4 dan Jembrana

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, Wagimin saat berada di ruangannya, Senin (6/7). Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

apahabar.com, RANTAU – Baru-baru ini dikabarkan ada jenis flu baru di China yang disebut-sebut berpotensi menjadi pandemi. Virus ini dinamakan G4 EA H1N1 (disingkat G4).

Virus itu ditemukan oleh ilmuwan dari negara China, yang dirilis dalam jurnal Saint As berjudul “Proceedings of The National Academy of Sciences (PNAS)”.

Galur virus itu diketahui dibawa oleh babi dan dapat menjangkiti manusia.

Kepala Dinas Pertanian Tapin, Wagimin mengatakan bahwa virus G4 itu masih diteliti para ilmuwan dan tidak berpotensi di Kabupaten Tapin.

“Isu itu tidak terlalu kami tanggapi, tapi kita akan terus waspada terkait isu itu, kalau-kalau masuk ke Tapin,” ujarnya, Senin (6/7).

Dia menjelaskan, peluang masuk Tapin sangat kecil, karena mayoritas warga adalah muslim.

Lantas, karena salah satu hewan yang dilarang di agama Islam, jadi tak ada peternak atau penjual babi di sana.

Di sisi lain, ujar Wagimin, pengawasan ketat terhadap hewan ternak sudah dilakukan secara ketat.

Meski demikian, ia menekankan tidak ada salahnya untuk warga waspada.

Selain virus G4 atau flu Babi itu, Wagimin mengatakan bahwa menjelang Idul Adha yang jadi sorotan pihaknya saat ini adalah virus jembrana pada ternak sapi.

“Virus itu biasanya menyerang sapi Bali, sangat merugikan untuk peternakan sapi, penularan dari ternak ke ternak sangat cepat. Kalau kemanusia tidak ada,” ujarnya.

Di Kalimantan Selatan, lanjut Wagimin, potensi virus itu belum ada. Namun, lanjutnya, tim pengawasan ternak akan selalu memantau masuknya sapi dari luar Tapin.

“Pelaku usaha ternak sapi akan kita pantau, membeli sapi dari mana asal usulnya. Kita mengkhawatirkan virus jamberana itu sempat berkembang di Bali, meskipun sudah bertahun-tahun tidak ada kita akan tetap waspada,” ujar Wagimin.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Mulai 2021, Daftar Ulang Akan Diberlakukan kepada Pedagang Pasar di Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Dua Srikandi Dalam Bursa Pencalonan Pilwali Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Raih Terbaik Pertama di Bidang Pelayanan Publik, Ibnu Sina Kembali Terima Penghargaan Nasional
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Santri Banjiri PN Barabai, Tuntut Keadilan Korban Predator Anak
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Tambah 39 Kasus Baru, Terbanyak dari Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Peraih Hadiah Utama, Nuhanani: Terima Kasih PDIP
apahabar.com

Kalsel

RS Bhayangkara Banjarmasin Terima Pasien Penderita Napza
apahabar.com

Kalsel

Pipa Tua PDAM Bandarmasih Sering Bocor, Peremajaan Terganjal Dana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com