Heboh Buronan Kalsel Kabur ke Hutan Samboja, Ternyata Rampok Tanah Laut Lari ke Kaltim, Terduga Buronan Kalsel Jadi Buruan di Hutan Samboja! Hasil PSU di Kabupaten Banjar; BirinMu Menang Besar, Ini Rinciannya Harga Minyak Terdongkrak Ramalan Kenaikan Permintaan DITANGKAP! Terduga Pembunuh Sopir Truk PT BKB di Tapin Kalsel

Warga Tapin Diminta Tetap Waspada Virus G4 dan Jembrana

- Apahabar.com Senin, 6 Juli 2020 - 18:39 WIB

Warga Tapin Diminta Tetap Waspada Virus G4 dan Jembrana

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, Wagimin saat berada di ruangannya, Senin (6/7). Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

apahabar.com, RANTAU – Baru-baru ini dikabarkan ada jenis flu baru di China yang disebut-sebut berpotensi menjadi pandemi. Virus ini dinamakan G4 EA H1N1 (disingkat G4).

Virus itu ditemukan oleh ilmuwan dari negara China, yang dirilis dalam jurnal Saint As berjudul “Proceedings of The National Academy of Sciences (PNAS)”.

Galur virus itu diketahui dibawa oleh babi dan dapat menjangkiti manusia.

Kepala Dinas Pertanian Tapin, Wagimin mengatakan bahwa virus G4 itu masih diteliti para ilmuwan dan tidak berpotensi di Kabupaten Tapin.

“Isu itu tidak terlalu kami tanggapi, tapi kita akan terus waspada terkait isu itu, kalau-kalau masuk ke Tapin,” ujarnya, Senin (6/7).

Dia menjelaskan, peluang masuk Tapin sangat kecil, karena mayoritas warga adalah muslim.

Lantas, karena salah satu hewan yang dilarang di agama Islam, jadi tak ada peternak atau penjual babi di sana.

Di sisi lain, ujar Wagimin, pengawasan ketat terhadap hewan ternak sudah dilakukan secara ketat.

Meski demikian, ia menekankan tidak ada salahnya untuk warga waspada.

Selain virus G4 atau flu Babi itu, Wagimin mengatakan bahwa menjelang Idul Adha yang jadi sorotan pihaknya saat ini adalah virus jembrana pada ternak sapi.

“Virus itu biasanya menyerang sapi Bali, sangat merugikan untuk peternakan sapi, penularan dari ternak ke ternak sangat cepat. Kalau kemanusia tidak ada,” ujarnya.

Di Kalimantan Selatan, lanjut Wagimin, potensi virus itu belum ada. Namun, lanjutnya, tim pengawasan ternak akan selalu memantau masuknya sapi dari luar Tapin.

“Pelaku usaha ternak sapi akan kita pantau, membeli sapi dari mana asal usulnya. Kita mengkhawatirkan virus jamberana itu sempat berkembang di Bali, meskipun sudah bertahun-tahun tidak ada kita akan tetap waspada,” ujar Wagimin.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pedagang

Kalsel

Nasib Pedagang Pentol Usai Tertimpa Truk di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Plt Ketum PPP Tiba di Kalsel, Orientasi Calon Anggota DPRD Terpilih
apahabar.com

Kalsel

Walhi Turut Pertanyakan Kualitas Sumur Bor Gambut Kalsel yang Rusak
apahabar.com

Kalsel

Intake Belum Pindah, PDAM Batola Ikut Terimbas Asam Sungai Barito
Covid-19 Masih Menghantui Kalsel, KPU Kalsel Tunda Tahapan Pilkada

Kalsel

Covid-19 Masih Menghantui Kalsel, KPU Kalsel Tunda Tahapan Pilkada
apahabar.com

Kalsel

Masa Pandemi, Kasus Laka HSU Turun 96 Persen
apahabar.com

Kalsel

Tanggapan Penumpang di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Pasca Mudik Lebaran
apahabar.com

Kalsel

Ini Bukti Kedekatan Bang Arul dengan Insan Pers Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com