Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Waspada, Malware BlackRock Incar Ratusan Aplikasi Android

- Apahabar.com Senin, 20 Juli 2020 - 14:05 WIB

Waspada, Malware BlackRock Incar Ratusan Aplikasi Android

Ilustrasi malware. Foto: Stutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Perusahaan keamanan siber Threat Fabric mendetekasi malware BlackRock dalam sebagian besar aplikasi Android.

Dikutip dari Phone Arena, Senin (21/7) BlackRock menargetkan aplikasi populer, mulai dari PayPal hingga Gmail, Yahoo Mail, Uber, Netflix, eBay, Amazon, Telegram, WhatsApp, Twitter, Snapchat, Skype, Instagram, Facebook, Youtube, Reddit, TikTok, Tumblr, Pinterest, Tinder, Grindr, dan bahkan Google Play Store sendiri.

Secara total, ada sekitar 337 aplikasi yang menjadi target malware BlackRock.

Karena jumlahnya yang begitu banyak, dan mungkin hampir semua orang menggunakannya, solusi untuk masalah ini jelas tidak dengan menghapus aplikasi-aplikasi tersebut.

Aplikasi-aplikasi itu sendiri tidak berbahaya. Dengan kata lain, pengguna tidak perlu khawatir jika mengunduh dari sumber resmi. Bahaya akan muncul ketika diminta untuk menginstal “pembaruan Google” dari sumber pihak ketiga.

Cara kerja BlackRock, menurut Threat Fabric, akan bersembunyi di dalam aplikasi yang membuatnya tidak terlihat oleh pengguna. Selanjutnya, malware Trojan tersebut akan meminta korban untuk mengakses Layanan Aksesibilitas, lalu menyamar sebagai pembaruan Google.

Malware BlackRock akan dengan cepat menyebar ke seluruh sistem tanpa meninggalkan jejak. Hal itu karena Trojan akan mencegah kerja sebagian besar program antivirus, dan mulali bekerja untuk mencuri informasi finansial hingga nama pengguna dan kata sandi media sosial.

Tujuan utama BlackRock adalah mencuri data-data kredensial, bahkan dapat membajak pesan teks.

Pada dasarnya, BlackRock fokus pada hal mencuri informasi pribadi, dengan memanfaatkan aplikasi populer yang terhubung dengan institusi keuangan.

Namun, menurut Threat Fabric, cara paling sederhana, paling aman dan paling mudah untuk tetap terlindung dari ancaman semacam ini adalah dengan tidak bergantung pada toko aplikasi pihak ketiga, serta menginstal solusi antiviras yang dapat diandalkan yang dapat mencurigai serangan siber sebelum terjadi.

Pengguna ponsel juga disarankan untuk secara berkala memeriksa izin aplikasi, serta memeriksa daftar pengeluaran kartu kredit untuk memastikan tidak ada transaksi yang tidak sah.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Berburu Barang Bekas di Event I Love Preloved Market
apahabar.com

Gaya

Miss Universe 2018, Misi Sonia Mengembalikan Indonesia Top 15
apahabar.com

Gaya

BIEM Bolang Baling Kagumi Alam Kalimantan nan Eksotis
apahabar.com

Gaya

Masak Mudah dengan Rice Cooker, Berikut 5 Resepnya
apahabar.com

Gaya

Mengenal Perawatan Kulit dengan Teknologi Pikosekon

Gaya

Handphone Anda Sering Hang? Simak 5 Solusinya
Gunakan Baju Mirip Motif Corona, Achmad Yurianto: Batik Ini Baju Tahun Lalu

Gaya

Gunakan Baju Mirip Motif Corona, Achmad Yurianto: Batik Ini Baju Tahun Lalu
apahabar.com

Gaya

Peneliti India Buat Stetoskop Pintar Jarak Jauh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com