Periksa Asjer Bank Kalsel, KPK Dalami Aliran Uang ‘Majid Hantu’ Warga Kandangan Geger, Jasad Pensiunan TNI Mengapung di Sungai Amandit HSS Kalsel Tuan Rumah, Masjid Al-Karomah Martapura Bakal Jadi Pusat MTQ Nasional 2022 Balangan Tambah Daftar Kawasan Terdampak Banjir di Kalsel Geger! Penemuan Jasad Pria Mengapung di Sarang Tiung Kotabaru

WHO Akui Bukti Baru Covid-19 Menyebar Lewat Partikel di Udara

- Apahabar.com     Rabu, 8 Juli 2020 - 22:13 WITA

WHO Akui Bukti Baru Covid-19 Menyebar Lewat Partikel di Udara

Ilustrasi virus corona. Foto-iStockphoto/BlackJack3D

apahabar.com, COLORADO – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui ada bukti yang muncul bahwa virus corona baru (Covid-19) dapat disebarkan oleh partikel-partikel kecil yang melayang di udara.

Menurut pejabat WHO, penularan melalui udara tidak dapat dikesampingkan dalam ruang yang padat, tertutup, atau berventilasi buruk. Jika bukti ini dikonfirmasi, ini dapat memengaruhi pedoman untuk jarak dalam ruangan.

Dilansir BBC pada Rabu (8/7), sebuah surat terbuka dari lebih dari 200 ilmuwan menuduh WHO meremehkan kemungkinan penularan melalui udara. WHO sejauh ini mengatakan bahwa virus ditularkan melalui droplet (percikan) ketika orang batuk atau bersin.

“Kami ingin mereka mengakui bukti,” ujar Jose Jimenez, ahli kimia di University of Colorado yang menandatangani surat tersebut.

“Ini jelas bukan serangan terhadap WHO. Ini debat ilmiah, tetapi kami merasa kami harus mengumumkannya kepada publik karena mereka menolak untuk mendengar bukti setelah banyak percakapan dengan mereka,” jelas Jimenez.

Menurut Profesor Benjamin Cowling dari Universitas Hong Kong, temuan itu memiliki implikasi penting. Ia menjelaskan dalam pengaturan layanan kesehatan, jika penularan aerosol (lewat udara) menimbulkan risiko, maka petugas layanan kesehatan harus benar-benar mengenakan peralatan pencegahan terbaik.

Dia mengungkapkan sebenarnya WHO mengatakan bahwa salah satu alasan mereka tidak tertarik untuk berbicara tentang penularan aerosol dari Covid-19 adalah karena tidak ada cukup jenis masker khusus untuk banyak bagian dunia.

“Dan di masyarakat, jika kita berpikir tentang transmisi aerosol menjadi risiko tertentu, maka kita perlu berpikir tentang bagaimana mencegah peristiwa penyebaran super yang lebih besar, wabah yang lebih besar dan yang terjadi di lingkungan dalam ruangan dengan ventilasi yang buruk, sempit, dan kontak jarak dekat berkepanjangan,” jelas Cowling.

Pejabat WHO telah memperingatkan bahwa bukti tersebut masih awal dan memerlukan penilaian lebih lanjut. Pimpinan teknis WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, Benedetta Allegranzi, mengatakan bahwa bukti yang muncul dari penularan virus corona melalui udara di lingkungan padat, tertutup, berventilasi buruk, tidak dapat dikesampingkan.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Imbas Covid-19, Utang Baru Korporasi Global Capai Rekor 1 Triliun Dolar
apahabar.com

Internasional

Tambah 45.674, Covid-19 di India Capai 8,5 Juta Kasus

Internasional

Alaska Diguncang Gempa 7,5 SR, Picu Peringatan Tsunami
apahabar.com

Internasional

Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Sudah Bisa Dipesan Online
Jet Li

Internasional

Berkewarganegaraan Singapura, Jet Li Diduga Masuk Daftar Hitam di China

Internasional

Pertontonkan Kartun Nabi Muhammad ke Murid, Guru Ini Rasakan Akibatnya
apahabar.com

Internasional

Beda dengan Prancis, Rusia Tidak Akan Izinkan Media Anti-Islam
apahabar.com

Internasional

Tangani Pandemi Covid-19 Lebih Baik, Sistem Kesehatan Turki Dipuji
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com