OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

Wow, Indonesia Punya Potensi Energi Terbarukan 442,4 GW

- Apahabar.com     Selasa, 14 Juli 2020 - 08:00 WITA

Wow, Indonesia Punya Potensi Energi Terbarukan 442,4 GW

Hewan ternak milik warga mencari makan di area Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo di Kabupaten Jeneponto, Sulsel. Foto-Antara

apahabar.com, MAKASSAR – Indonesia punya potensi energi terbarukan sangat besar. Namun sayang pemanfaatannya masih kurang.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan sekitar 442,4 GigaWatt.

Hanya saja menurutnya sampai saat ini baru dimanfaatkan sebesar dua persen.

Dalam Workshop Energi Terbarukan yang diselenggarakan Mongabay secara virtual, Senin (13/7) dia mengatakan, pembangkit energi terbarukan itu terus tumbuh.

Tercatat pada 2019, terdapat tambahan 200 GW kapasitas pembangkit energi terbarukan di seluruh Indonesia.
Sementara potensi energi terbarukan di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal karena beberapa kendala di lapangan.

Kendala itu di antaranya ketidakpastian peraturan dan kebijakan, kelembagaan dan administrasi, pasar, daya saing ekonomi, infrastruktur dan teknis.
Kondisi itu ditambah dengan adanya pandemi Covid-19, sehingga pengembangan sektor energi ditunda sementara dan pemerintah lebih fokus ke penanganan.

Sementara dari potensi energi yang dimiliki Indonesia, lanjut dia, energi surya tercatat tertinggi dengan potensi 207,8 GW.

Disusul kemudian energi air 75 GW, energi bayu sebesar 60,6 GW, bioenergi 32,6 GW, energi panas bumi 28,5 GW dan arus laut 17,9 GW.

Sedang selama ini, kata Fabby, mayoritas energi yang dipakai di Indonesia dipasok dari energi fosil, bahkan diproyeksikan hingga 2050 berdasarkan Kebijakan Energi Nasional.

Terkait arah kebijakan dan masa depan energi terbarukan di Indonesia, Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) DR Surya Darma, Dipl Geotherm Tecnology pada kesempatan yang sama mengatakan, sekitar 92 persen energi bersumber dari energi fosil dan 65 persen minyak impor.

Khusus komposisi kebutuhan tenaga listrik nasional 2019-2035 diperkirakan akan didominasi oleh sektor industri, diikuti sektor rumah tangga bisnis, publik dan transportasi.

“Bahkan mulai tahun 2033 kebutuhan tenaga listrik sektor transportasi diperkirakan akan lebih besar daripada sektor publik,” katanya.(Ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik
Luhut Binsar Pandjaitan

Nasional

PPKM Darurat, Banyak Zona Hitam di Jatim dan Bali
apahabar.com

Nasional

Kebakaran Beruntun Terus Melanda Tanah Laut

Nasional

Kemenkumham Tolak KLB Partai Demokrat Kubu Moeldoko
apahabar.com

Nasional

Jokowi Diminta Rangkul Semua Komponen Bangsa
IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak Datar

Ekbis

Bursa Global Melemah, IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak Datar
apahabar.com

Ekbis

Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1
apahabar.com

Nasional

Di Gunung Sindur, Setya Novanto Tempati Sel Pengamanan Super Maximum Security
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com