BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

Zona Hijau Covid-19 Ada Beberapa Aspek, Bagaimana dengan Kalsel?

- Apahabar.com Senin, 27 Juli 2020 - 05:30 WIB

Zona Hijau Covid-19 Ada Beberapa Aspek, Bagaimana dengan Kalsel?

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pro kontra predikat zona hijau bergilir. Ada yang mempertanyakan, apakah dengan predikat itu wilayah sudah aman dari Covid-19? Atau mungkin virus asal Wuhan, China itu bisa kembali menyerang.

Pengamat Epidemiolog Kalsel, IBG Dharma Putra menerangkan secara prinsip, zona hijau dapat dicapai jika penambahan angka kesakitan di wilayah itu terkontrol, disertai dengan angka kematian akibat Covid-19 yang terus melandai.

“Sebuah pertanda bahwa wilayah tersebut dapat mengelola Covid-19 dengan kapasitas penemuan dan pengobatan yang sudah optimal,” ujarnya.

Dengan demikian, pencapaian zona hijau sangat tergantung dari adanya peran serta masyarakat dalam penghentian penularan.

Selain itu upaya pemerintah untuk penemuan kasus secara dini dan kecepatan penanganan serta pemberian pengobatan segera pada setiap kasus yang ditemukan.

Sehingga, Ia mengatakan predikat zona hijau pada hakekatnya adalah bentuk penghargaan yang diberikan oleh pemerintah atas peran serta serta kegotong royongan masyarakat di sebuah wilayah administrasi tertentu.

“Sebuah pemberian semangat untuk tetap bergotong royong, dan bertahan dalam aktivitas produktif tetapi aman dari Covid-19,” ucapnya.

Latar prinsip seperti itu, lanjut dia berakibat pada adanya kewajiban prinsip kewilayahan untuk segera melakukan self assesment terhadap wilayahnya pada berbagai jenjang hirarki kewilayahan.

Kemudian segera memberi predikat zona hijau bagi wilayah yang datanya membuktikan kriteria kriteria tersebut diatas.

Jika tak memungkinkan di tingkat kabupaten kota, bisa dipersempit ke wilayah kecamatan, atau kelurahan bahkan ke tingkat RT.

Dengan demikian kinerja penanggulangan yang sudah berhasil di tingkat terkecil tidak tersandera serta luput dari penghargaan karena wilayah besarnya belum menunjukkan prestasi.

Kalau perlu, tak ada salahnya, jika dikeluarkan predikat zona hijau untuk komplek perumahan yang sudah memenuhi syarat secara nyata.

“Marilah hargai kegotong royongan serta peran serta masyarakat, karena penghargaan yang tulus akan menambah semangat untuk bertahan pada protokol penanggulangan dan semangat untuk menjadi teladan bagi kelompok masyarakat yang lain,” pungkasnya.

Selanjutnya diperlukan pendampingan bagi tumbuhnya pemberdayaan masyarakat. Pendampingan agar masyarakat tahu, mau serta mampu meraih dan mempertahankan predikat zona hijau bagi wilatahnya.

Masyarakat yang sudah mendapat penghargaan karena perannya yang baik tersebut, perlu diingatkan bahwa predikat itu bukan diberikan dengan sembarangan tapi dengan penilaian ketat, sehingga tak berlaku selamanya tapi dapat berubah sesuai kenyataan di wilayah mereka.

Kiat kiat untuk mempertahankan predikat prestisius, sebagai wilayah zona hijau, harusnya dilakukan oleh setiap anggota masyarakat di wilayah tersebut.

Sebuah kiat sederhana, pakai masker jika berada diluar rumah, jangan lupa mandi dan keramas, setiap kali datang ke rumah dan dalam pergaulan sosial perhatikan ventilasi tempat bersosialisasi, semakin singkat waktunya semakin baik dan jaga jarak aman penularan.

Keteladanan sangat diperlukan saat ini, dan gerakan penghargaan kecil berupa pemberian predikat zona hijau akan sangat berpotensi, memperluas jangkauan wilayah predikat zona hijau karena masyarakat akan berlomba menggapainya. Menjadi teladan adalah harga diri masyarakat.

Lakukan di tingkat wilayah terkecil, di tingkat RT, dan jika memang nyatanya begitu, nobatkanlah sebagai RT berpredikat zona hijau.

“Kalaulah besoknya menjadi merah, harga diri seluruh warga RT, akan berupaya keras untuk mengapainya lagi. Dan ikutan dari upaya tersebut adalah tumbuhnya kegotong royongan serta peran serta masyarakat untuk mengikuti protokol penanggulangan covid dengan benar serta konsisten,” tuturnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Berkah Ramadan, Burhanuddin Eks Pencatat kWh Meter Kini Bisa Berbagi
Menpan-RB Bicara Isu Penghapusan Honorer: Jangan sampai Wartawan Jadi Guru

Kalsel

Menpan-RB Bicara Isu Penghapusan Honorer: Jangan sampai Wartawan Jadi Guru
apahabar.com

Kalsel

Sepuluh Bulan Terakhir, 5.546 Istri Gugat Cerai Suami di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Banjir di Sekumpul, Warga Cemas Terjadi Saat Haul
apahabar.com

Kalsel

Raperda APBD 2020, Enam Desa Masuk Prioritas Dibedah
apahabar.com

Kalsel

Termasuk Bayi, Sudah 33 Anak Terpapar Covid-19 di Batola
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Suara Pasien Sambang Lihum Melayang
apahabar.com

Kalsel

Tak Masuk DPT, Cukup Pelihatkan e-KTP
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com