4 Kecamatan di Banjarmasin Terendam Rob, Ketinggian 60 Cm Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok Sidang Kasus Korupsi HSU, KPK Hadirkan Sekda Adik Bupati Curi Susu Demi Keponakan, Perkara Remaja Banjarmasin Dihentikan Lewat Restorasi Justice Fakta Baru Pembacokan di SPBU Banjar, Tak Ada Duit yang Hilang

Zona Hijau Covid-19 Ada Beberapa Aspek, Bagaimana dengan Kalsel?

apahabar.com, BANJARMASIN – Pro kontra predikat zona hijau bergilir. Ada yang mempertanyakan, apakah dengan predikat itu
- Apahabar.com     Senin, 27 Juli 2020 - 05:30 WITA

Zona Hijau Covid-19 Ada Beberapa Aspek, Bagaimana dengan Kalsel?

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pro kontra predikat zona hijau bergilir. Ada yang mempertanyakan, apakah dengan predikat itu wilayah sudah aman dari Covid-19? Atau mungkin virus asal Wuhan, China itu bisa kembali menyerang.

Pengamat Epidemiolog Kalsel, IBG Dharma Putra menerangkan secara prinsip, zona hijau dapat dicapai jika penambahan angka kesakitan di wilayah itu terkontrol, disertai dengan angka kematian akibat Covid-19 yang terus melandai.

“Sebuah pertanda bahwa wilayah tersebut dapat mengelola Covid-19 dengan kapasitas penemuan dan pengobatan yang sudah optimal,” ujarnya.

Dengan demikian, pencapaian zona hijau sangat tergantung dari adanya peran serta masyarakat dalam penghentian penularan.

Selain itu upaya pemerintah untuk penemuan kasus secara dini dan kecepatan penanganan serta pemberian pengobatan segera pada setiap kasus yang ditemukan.

Sehingga, Ia mengatakan predikat zona hijau pada hakekatnya adalah bentuk penghargaan yang diberikan oleh pemerintah atas peran serta serta kegotong royongan masyarakat di sebuah wilayah administrasi tertentu.

“Sebuah pemberian semangat untuk tetap bergotong royong, dan bertahan dalam aktivitas produktif tetapi aman dari Covid-19,” ucapnya.

Latar prinsip seperti itu, lanjut dia berakibat pada adanya kewajiban prinsip kewilayahan untuk segera melakukan self assesment terhadap wilayahnya pada berbagai jenjang hirarki kewilayahan.

Kemudian segera memberi predikat zona hijau bagi wilayah yang datanya membuktikan kriteria kriteria tersebut diatas.

Jika tak memungkinkan di tingkat kabupaten kota, bisa dipersempit ke wilayah kecamatan, atau kelurahan bahkan ke tingkat RT.

Dengan demikian kinerja penanggulangan yang sudah berhasil di tingkat terkecil tidak tersandera serta luput dari penghargaan karena wilayah besarnya belum menunjukkan prestasi.

Kalau perlu, tak ada salahnya, jika dikeluarkan predikat zona hijau untuk komplek perumahan yang sudah memenuhi syarat secara nyata.

“Marilah hargai kegotong royongan serta peran serta masyarakat, karena penghargaan yang tulus akan menambah semangat untuk bertahan pada protokol penanggulangan dan semangat untuk menjadi teladan bagi kelompok masyarakat yang lain,” pungkasnya.

Selanjutnya diperlukan pendampingan bagi tumbuhnya pemberdayaan masyarakat. Pendampingan agar masyarakat tahu, mau serta mampu meraih dan mempertahankan predikat zona hijau bagi wilatahnya.

Masyarakat yang sudah mendapat penghargaan karena perannya yang baik tersebut, perlu diingatkan bahwa predikat itu bukan diberikan dengan sembarangan tapi dengan penilaian ketat, sehingga tak berlaku selamanya tapi dapat berubah sesuai kenyataan di wilayah mereka.

Kiat kiat untuk mempertahankan predikat prestisius, sebagai wilayah zona hijau, harusnya dilakukan oleh setiap anggota masyarakat di wilayah tersebut.

Sebuah kiat sederhana, pakai masker jika berada diluar rumah, jangan lupa mandi dan keramas, setiap kali datang ke rumah dan dalam pergaulan sosial perhatikan ventilasi tempat bersosialisasi, semakin singkat waktunya semakin baik dan jaga jarak aman penularan.

Keteladanan sangat diperlukan saat ini, dan gerakan penghargaan kecil berupa pemberian predikat zona hijau akan sangat berpotensi, memperluas jangkauan wilayah predikat zona hijau karena masyarakat akan berlomba menggapainya. Menjadi teladan adalah harga diri masyarakat.

Lakukan di tingkat wilayah terkecil, di tingkat RT, dan jika memang nyatanya begitu, nobatkanlah sebagai RT berpredikat zona hijau.

“Kalaulah besoknya menjadi merah, harga diri seluruh warga RT, akan berupaya keras untuk mengapainya lagi. Dan ikutan dari upaya tersebut adalah tumbuhnya kegotong royongan serta peran serta masyarakat untuk mengikuti protokol penanggulangan covid dengan benar serta konsisten,” tuturnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Andil Relawan Bencana, Pecahkan Rekor MURI di Kalsel
MK

Kalsel

Pilkada Banjar, Rusli-Fadhlan Mulai Mengejar, Saidi-Habib Masih Teratas
apahabar.com

Kalsel

Minta Doa Restu, Kapolda Kalsel Safari ke Kediaman Guru Danau di Amuntai
apahabar.com

Kalsel

Melawan, Siswa di Kotabaru Lolos dari Serangan Buaya Liar
apahabar.com

Kalsel

Tim BNPB Pusat Pantau Posko Karhutla Kodim Martapura
apahabar.com

Kalsel

Update Banjir di Tapin: Serbuan Eceng Gondok Ancam Jembatan Malingkung
apahabar.com

Kalsel

Perangi Covid-19, Bupati Sayed Bagikan Masker ‘Bola ka Bola’
apahabar.com

Kalsel

Masuk Akpol Butuh Rp 1,3 M, Polisi Kalsel Bekuk Dua Penipu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com