Dapat Hidayah, Warga Binaan Lapas Balikpapan Ini Ketika Bebas Ingin Jadi Guru Ngaji Simpan Sabu di Lipatan Kasur, Warga Kelayan Banjarmasin Ini Mati-matian Tak Mengaku Lindungi Hak Konsumen, SPBU Banjarmasin Ditera Ulang KMP JM II Nyaris Tenggelam, Tim SAR Gabungan Kotabaru Bersiap Evakuasi Diajak Sabung Ayam, ODGJ Bawa Sajam Berhasil Diamankan di Sungai Raya HSS

12.548 Desa Belum Terjangkau Sinyal 4G

- Apahabar.com Selasa, 25 Agustus 2020 - 23:02 WIB

12.548 Desa Belum Terjangkau Sinyal 4G

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat 12.548 desa/kelurahan di Indonesia belum terjangkau sinyal 4G.

Rinciannya 9.113 lokasi berada di daerah terdepan, tertinggal dan terluar (3T).

Saat ini, daerah-daerah tersebut hanya tersambung ke jaringan 2G. Sehingga baru bisa mendapatkan layanan seluler berupa telepon dan SMS.

Namun, kementerian menargetkan pada 2022 nanti seluruh desa/kelurahan tersebut dapat menikmati layanan 4G.

Yang jelas, tahun depan, kementerian akan menyelesaikan sinyal 4G di sekitar 4.000 titik, demi mendorong transformasi digital.

“Transformasi digital tidak bisa tanpa infrastuktur, itu hal yang paling mendasar,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Pangerapan, saat di acara PANDI Meeting 11, Selasa (25/8).

“Diharapkan pada 2022 semua desa di Indonesia sudah terlayani 4G,” sambung Semuel.

Setelah itu, Indonesia memerlukan regulasi agar transformasi digital sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, bahwa hal tersebut akan melindungi bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.

Selain kedua hal tersebut, masih dalam rangka mendorong transformasi digital di Indonesia, perlu dilakukan manajemen konten, termasuk moderasi konten dan tindakan hukum jika memenuhi unsur pelanggaran hukum.

Semuel menggarisbawahi salah satu unsur penting dalam transformasi digital adalah kemampuan sumber daya manusia sehingga pemerintah gencar melakukan literasi digital.

“Kalau tidak ada SDM, kita hanya jadi penonton,” kata Semuel.

Di tingkat dasar, kementerian menargetkan untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang. Dengan harapan mereka akan menularkan kemampuannya kepada orang-orang di sekitarnya.

“Target 50 juta orang sampai 2024, mereka memahami apa itu ruang digital, kemampuan-kemampuan dasar,” kata Semuel.

Untuk tingkat menengah (intermediate), Kominfo mengadakan program Gerakan 1000 Startup dan Digital Talent Scholarship.

Sementara untuk tingkat lanjut (advanced), pemerintah mengadakan program antara lain sekolah tingkat S2 dan S3 keluar negeri.

Setelah memiliki SDM, Kominfo berusaha agar teknologi penunjang dapat hadir di Indonesia, seperti kecerdasan buatan, robot, analisis big data, cetak tiga dimensi dan komputasi awan.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ini Alasan Ditjen PAS Pindahkan Setya Novanto ke Gunung Sindur
apahabar.com

Nasional

Benarkah Sandiaga Kena Santet? Begini Tanggapan BPN
apahabar.com

Nasional

Terkait UU Cipta Kerja, Anies: Kami Tak Bisa Sampaikan Pendapat ke Jokowi

Nasional

Sah! Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro hingga 8 Maret 2021
apahabar.com

Nasional

Seorang Warga Diduga Hanyut Terbawa Banjir
Bulog

Nasional

Jelang Ramadan, Bulog Siapkan Daging Impor dari India
apahabar.com

Nasional

Cegah Penyebaran Covid-19, 18.062 Narapidana dan Anak Sudah Bebas
Presiden Jokowi

Nasional

Bank Syariah Tumbuh Subur, Presiden Jokowi Bersyukur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com