Habib Banua Sedih Jokowi Legalkan Produksi Miras, Sentil Para Pembisik Presiden Kronologis Penangkapan Penusuk Wildan, Mahasiswa Tanbu yang Tewas Dikeroyok BRAVO! Para Penusuk Wildan Mahasiswa ULM asal Tanbu Diringkus Polisi Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta Beredar, Bawaslu Turun Tangan POPULER KALSEL SEPEKAN: Panasnya Sidang MK, Penangkapan Pedofil Tapin, hingga Kisruh Elpiji Langka

3 Fakta Baru Seputar Uang Khusus Rp 75.000

- Apahabar.com Sabtu, 22 Agustus 2020 - 12:18 WIB

3 Fakta Baru Seputar Uang Khusus Rp 75.000

Uang Rp 75.000. Foto- dok/instagram.com/cutteristic

apahabar.com, JAKARTA – Uang khusus pecahan Rp 75.000 jadi pusat perhatian masyarakat Indonesia. Uang ini diluncurkan dalam rangka memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia dan dicetak dengan desain khusus dan hanya 75 juta lembar.

Ada fakta-fakta baru tentang uang khusus ini, apa saja? Berikut selengkapnya:

Siapa yang mendesain?

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Marlison Hakim menjelaskan BI dan Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) memiliki tim khusus untuk pencetakan uang baru ini.

“Yang menetapkan desain uang pecahan khusus adalah BI, pembuatan desain bersama Peruri. Waktu yang dibutuhkan untuk desain dan pencetakan ini sekitar 1,5 tahun,” kata dia.

Dia menjelaskan dalam menerbitkan uang khusus ini ada tahap perencanaan. BI menggelar focus group discussion dan pembahasan awal dengan para sejarawan, budayawan dan departemen terkait.

Kemudian tim BI menetapkan tema dan pemilihan gambar untuk tampak depan dan belakang rupiah khusus ini.

Tema Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia adalah Mensyukuri Kemerdekaan, Memperteguh Kebinekaan, dan Menyongsong Masa Depan Gemilang dengan desain yang menggambarkan pencapaian pembangunan selama 75 tahun Indonesia Merdeka dan optimisme menyongsong Indonesia Maju bermodalkan kebinekaan dan SDM Unggul.

Uang khusus 75 Tahun RI dicetak menggunakan durable paper, dengan desain dan unsur pengaman menggunakan teknologi terkini. Inovasi dalam pencetakan tersebut menjadikan UPK 75 Tahun RI semakin mudah untuk dikenali ciri keasliannya, namun sulit untuk dipalsukan.

Butuh waktu 1,5 tahun

Marlison Hakim mengatakan proses perencanaan hingga hasil dicetak membutuhkan waktu hingga 1,5 tahun.

“Yang menetapkan desain uang pecahan khusus adalah BI, pembuatan desain bersama Peruri. Waktu yang dibutuhkan untuk desain dan pencetakan ini sekitar 1,5 tahun,” kata Marlison.

Bagaimana tahapannya hingga memakan waktu 1,5 tahun? Marlison menjelaskan proses pencetakan uang dalam tahap perencanaannya BI melakukan focus group discussion dan pembahasan awal dengan para sejarawan, budayawan dan departemen tekait.

“Kemudian ditetapkan tema dan pemilihan gambar untuk tampak depan dan belakang rupiah,” kata dia.

Dia mengungkapkan, setelah itu dalam memproduksi uang Rp 75.000 ini BI juga melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian terkait seperti penetapan gambar proklamator bersama Kementerian Sosial, Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat negara, Kementerian Hukum dan HAM, hingga penetapan dan Keputusan Presiden.

Marlison mengungkapkan ini juga berlaku untuk gambar lainnya dilakukan pembahasan dan komunikasi dengan pemerintah daerah, dinas pendidikan dan kebudayaan daerah sampai unit pelaksana teknis budaya dan adat daerah.

“Seperti lembaga adat untuk penetapan pakaian adat dan budaya daerah yang yang ada di dalam uang tersebut,” jelas dia.

Sulit dipalsukan

Selain itu, menurut Marlison Hakim uang khusus ini menggunakan teknologi tinggi dan terkini.

“Sehingga sangat sulit dipalsukan, bahkan belum ada yang mampu memalsukannya,” jelas dia.

Dia mengungkapkan, teknologi yang digunakan BI juga bertujuan agar uang ini bisa dengan mudah dikenali keasliannya oleh masyarakat.

“Agar mudah dikenali ciri keasliannya, nyaman dan aman untuk digunakan, serta lebih sulit untuk dipalsukan,” terang Marlison. (Dtk)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Targetkan Seluruh Desa Terkoneksi Wifi Gratis
apahabar.com

Nasional

Polda Sulteng: Brigpol Dewi Sudah Cerai dengan Suami
apahabar.com

Nasional

Ustaz Yusuf Mansyur Dicibir, Putri Sulungnya: Sedih!
apahabar.com

Nasional

Uji Materi Perppu Penanganan Covid-19 Disidangkan Hari ini
Jokowi Tapin

Nasional

Cuma Seremonial, Walhi-SPI Kritik Kunjungan Presiden Jokowi ke Kalsel
apahabar.com

Nasional

Jokowi Paparkan Jadwal Pembangunan Ibu Kota Baru
apahabar.com

Nasional

Musda BPD Hipmi, MHM: Boleh Bersaing, Tetap Junjung Tinggi Kekeluargaan
apahabar.com

Nasional

Kapolsek Sukajadi yang Beri 2 Lusin Miras ke Mahasiswa Papua Akhirnya Dicopot
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com