Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

7 Juta Rakyat Cari Kerja, Pemerintah Takkan Pilih-Pilih Investasi

- Apahabar.com Selasa, 4 Agustus 2020 - 13:24 WIB

7 Juta Rakyat Cari Kerja, Pemerintah Takkan Pilih-Pilih Investasi

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tak pilih-pilih investasi dalam situasi pandemi Covid-19. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah disebut takkan memilih-milih investasi, terlebih dalam situasi pandemi Covid-19.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan yang terpenting saat ini investasi tetap masuk ke Indonesia.

Mantan ketua umum Hipmi itu bilang Indonesia butuh investasi dengan teknologi tinggi dan berorientasi ekspor.

Di sisi lain dibutuhkan pula investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja.

“Jadi kalau kita pilih-pilih, sekarang dengan Covid-19, yang penting investasi masuk. Lapangan kerja kita bisa ciptakan,” kata Bahlil dalam webinar soal relokasi investasi di tengah Covid-19, Selasa (4/8).

Bahlil Lahadalia bilang investasi merupakan kunci utama penciptaan lapangan kerja.

Dengan demikian, tidak ada cara lain bagi Indonesia untuk mendorong penyerapan tenaga kerja selain dengan investasi. Begitu pula yang terjadi di negara lainnya.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu juga menyebut saat ini ada 7 juta penduduk Indonesia yang sedang mencari lapangan pekerjaan, di samping ada 2,5 juta angkatan kerja tersedia.

Di sisi lain, kondisi Covid-19 juga telah menyebabkan 7 juta hingga 8 juta pengangguran baru sehingga total ada sekitar 17 juta orang yang kini siap mencari pekerjaan.

“Dalam posisi seperti ini, negara mana pun pasti akan mendorong investasi karena investasi adalah pintu untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, tanpa investasi tidak mungkin 17 juta penduduk ini bisa terserap dari penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan BUMN.

Maka, lanjutnya, upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja melalui investasi menjadi jalan yang harus ditempuh pemerintah.

Lebih lanjut, sebagai lembaga yang berada di garda terdepan untuk mengawal masuknya investasi masuk ke Tanah Air, BKPM mengidentifikasi lima sektor investasi yang akan didorong ke depan yaitu industri alat kesehatan, energi, pertambangan dan hilirisasinya, manufaktur, dan infrastruktur. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

VIDEO: POLRI Bantu Korban Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Nasional

Bupati Cianjur Ditahan, Wakil Bupati Pegang Kendali Pemerintahan
apahabar.com

Nasional

Kembali Jadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani: Ini Suatu Kehormatan Bagi Saya
apahabar.com

Nasional

Donald Trump: China Seharusnya Bisa Hentikan Penyebaran Covid-19
apahabar.com

Nasional

KH Ma’ruf Amin Apresiasi Standardisasi Dai MUI
apahabar.com

Nasional

Ethiopian Airlines Jatuh, Seorang Netizen Pernah Peringatkan tentang Max 8
apahabar.com

Nasional

Viral Akan Ada Letusan Krakatau dan Gempa 8 SR, Begini Penjelasan BMKG

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif Bertambah 4.070 Jadi 385.980 Kasus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com