OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

7 kali, Total Kontrol Minimal Kehamilan di Adaptasi Kebiasaan Baru

- Apahabar.com     Kamis, 27 Agustus 2020 - 10:00 WITA

7 kali, Total Kontrol Minimal Kehamilan di Adaptasi Kebiasaan Baru

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Klinik Bamed, Upik Anggraheni, mengatakan pada masa adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19 saat ini, para wanita hamil setidaknya harus melakukan 7 kali pemeriksaan.

“Umumnya kita beritahu pasien minimal tujuh kali pertemuan. Pertama saat trimester pertama untuk mengetahui kehamilan normal apa tidak, kehamilan apakah berkembang, apakah berkembang normal? Ini bisa dideteksi sejak usia kehamilan 6-8 minggu,” ujar dia dalam Virtual Media Briefing Bamed Healthcare, Rabu (26/8).

Kendati para ibu hamil merasa hanya mengalami flek, tidak mengalami kram perut, mual, tetapi ada riwayat kehamilan di luar kandungan, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Pemeriksaan selanjutnya, saat usia kandungan 11-13 minggu. Pada tahap ini, dokter melakukan skrining, menentukan usia pasti kehamilan karena angka akurasi paling tinggi di masa ini.

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium dasar seperti HIV, HbsAg dan lainnya.

Selanjutnya, kontrol ke dokter perlu ibu hamil jalani pada usia kandungan 20 minggu untuk dilakukan skrining anatomi janin, dilanjutkan saat usia kehamilan 28 minggu untuk pemeriksaan pranatal, guna mendeteksi ada tidaknya keracunan kehamilan.

“Lalu pada usia 36 minggu untuk mengetahui posisi janin, letak plasenta dan ibu wajib datang bila ada kelainan pada pemeriksaan darah sebelumnya,” kata Upik.

Selanjutnya, pemeriksaan dilakukan seminggu sekali saat usia kandungan 37 minggu hingga memasuki masa persalinan untuk mengevaluasi air ketuban.

Para ibu juga disarankan kembali memeriksakan diri ke dokter bila ada keluhan usai persalinan. Untuk keluhan ringan bisa dikonsultasikan secara daring atau telemedik.

Menurut Upik, tentunya ada perbedaan layanan kesehatan ibu hamil sebelum era pandemi Covid-19 dan sekarang, yaitu mengenai protokol kesehatan yang digunakan serta penyesuaian jadwal kontrol sesuai kebutuhan setiap ibu hamil.

Semua dokter yang bertugas harus menggunakan alat pelindung diri (APD), berkomunikasi via tabir kaca untuk menjaga ibu hamil tetap sehat dan tenaga kesehatan aman dalam bekerja, dan esensi pelayanan tetap akan terpenuhi secara optimal.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Simpel, Muat 4 Orang Berkapasitas 266cc Seharga Motor!

Gaya

Kantong Teh Celup Awalnya Dipakai Untuk Sampel Teh, Ini Fakta Menariknya
apahabar.com

Gaya

Kedok Produsen Kosmetik Ilegal Lewat Endorse Artis Terkenal
apahabar.com

Gaya

Penerus CB yang Melegenda, Honda CB-F Concept
apahabar.com

Gaya

Samsung Galaxy Note 20 Resmi Dijual di Indonesia, Intip Harga dan Speknya
apahabar.com

Gaya

Kuliah Sambil Kerja? Perhatikan Dulu Hal Ini
apahabar.com

Gaya

Bosan Makan Daging, Mi Instan Bisa Dibuat Bergizi
Chip Langka

Gaya

Chip Langka, Harga Ponsel Baru Terancam Naik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com