Kronologi Lengkap Ambruknya Pilar Jembatan HKSN Banjarmasin Versi Pemerintah VIDEO: Detik-Detik Evakuasi Pekerja Proyek Jembatan HKSN Banjarmasin Pilar Ambruk, Jembatan HKSN Banjarmasin Jadi Tontonan Warga Pilu Bocah Difabel Yatim di Kotabaru, Sekolah Lagi Berkat Bantuan Polisi Dermawan Breaking News: Pengundian Nomor Urut Pilkada Tanbu, Cuncung-Alpiya Datang Paling Awal

7 Penyakit yang Bisa ‘Diredam’ dengan Ganja

- Apahabar.com Minggu, 30 Agustus 2020 - 17:24 WIB

7 Penyakit yang Bisa ‘Diredam’ dengan Ganja

Ilustrasi daun ganja. Foto-Mladen ANTONOV/AFP

apahabar.com, JAKARTA – Sempat menjadi perhatian masyarakat, ganja akan dijadikan tanaman obat. Tak berselang lama setelah disorot, Menteri Pertanian (Mentan)  Syahrul Yasin Limpo justru mencabut keputusan tersebut.

Namun selama masa pencabutan, Mentan akan mengkajinya dengan berbagai lembaga terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Di luar kontroversi yang hadir, sejatinya ganja memang telah digunakan untuk keperluan medis di beberapa negara. Kandungan kanabidiol (CBD) yang ada di dalamnya dinilai memiliki sejumlah manfaat untuk membantu dan meringankan beberapa penyakit.

Kanabidiol merupakan senyawa kimia aktif dalam tanaman Cannabis sativa atau yang dikenal dengan ganja. Namun, kanabidiol tak menyebabkan euforia atau mabuk sebagaimana yang ditimbulkan tetrahydrocannabinol (THC). Senyawa ini dipercaya dapat mengatasi epilepsi dan beberapa kondisi medis lainnya.

Berikut sejumlah kondisi medis yang mungkin bisa diredam oleh senyawa kanabidiol dalam ganja, mengutip Web MD dan Harvard Health Publishing.

1. Epilepsi

Senyawa kanabidiol paling sering digunakan untuk mengatasi kejang akibat epilepsi. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui penggunaan obat berbahan kanabidiol untuk mengobati kejang akibat epilepsi. Obat tersebut menjadi obat pertama yang disetujui FDA yang mengandung senyawa murni dari ganja.

2. Gangguan Bipolar

Ganja dikenal dapat memberikan efek menenangkan. Beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan ganja juga dapat bermanfaat bagi orang dengan gangguan bipolar melalui adanya perbaikan suasana hati.

3. Gangguan Kecemasan

Ganja memang dikenal dapat memicu efek menenangkan saat digunakan. Sejumlah peneliti dari Harvard Medical School mengungkapkan, ganja bisa membantu menenangkan kecemasan seseorang dengan catatan dosis yang tepat.

4. Alzheimer

Penelitian Scripss Research Institute juga pernah melaporkan senyawa kanabidiol ganja dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer yang menyerang otak.

5. Penyakit Saraf

Kandungan kanabidiol dalam ganja juga disebut mampu mengurangi gejala serta rasa sakit yang disebabkan multiple sclerosis atau penyakit yang menyerang saraf-saraf pusat, seperti saraf otak, sumsum tulang belakang dan saraf optik.

6. Fungsi Usus

THC dan kanabidiol, berdasarkan penelitian University of Nottingham, juga diyakini berinteraksi dengan sel-sel dalam tubuh yang memainkan peran penting dalam fungsi usus dan respon imun.

7. Skizofrenia

Penelitian tentang penggunaan kanabidiol untuk gejala psikotik pada orang dengan skizofrenia masih kontroversi. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi kanabidiol empat kali sehari selama 4 minggu memperbaiki gejala psikotik dan mungkin sama efektifnya dengan obat antipsikotik.

Namun, penelitian awal lainnya menunjukkan bahwa mengonsumsi kanabidiol selama 14 tak memberikan efek apa pun pada orang dengan skizofrenia.

Kendati demikian, kemampuan kanabidiol dalam mengatasi penyakit-penyakit di atas masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. (CNN)

Editor: Syarif

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mahfud Md Jenguk Yusuf Mansur
apahabar.com

Nasional

Fetish Kain Jarik Belum Habis, Kini Gempar Kasus Dosen ‘Swinger’
apahabar.com

Nasional

BPN: Usut Pendukung Prabowo Keroyok Warga Berkaus Jokowi
apahabar,com

Nasional

Megawati Minta Penyebar Kebencian Menemuinya
apahabar.com

Nasional

Jokdri Diduga Terlibat Kasus Lain
Cuti Bersama 2020 Ditambah, Benarkah?

Nasional

Cuti Bersama 2020 Ditambah, Benarkah?
apahabar.com

Nasional

PSBB Jakarta, Mulai 14 September Kegiatan Perkantoran dari Rumah
apahabar.com

Nasional

BPBD: Banjir Mulai Surut, Jakarta Barat Paling Banyak Terdampak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com