Belum Dilantik, 5 Calon Kepala Dinas di Banjarmasin Dibuat Waswas Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis! Resmi, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran BirinMu ke Bawaslu Kalsel Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kalsel, Penantang BirinMu Beber Sederet Bukti dari Amuntai Terpapar Covid-19, Calon Wali Kota Bontang Adi Darma Tutup Usia

Abaikan Prokes, Wali Kota Banjarmasin Siap Cabut Izin Usaha

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 19:32 WIB

Abaikan Prokes, Wali Kota Banjarmasin Siap Cabut Izin Usaha

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina tampak yakin realisasi aturan dari Perwali Nomor 68 Tahun 2020 itu akan berlangsung tanpa hambatan berarti. Foto: apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Mulai esok, denda administratif akan menyasar warga Banjarmasin yang melanggar protokol kesehatan (prokes).

Bagi perorangan, sanksi administratif terberat meliputi denda Rp100 ribu. Sementara bagi pelaku usaha Rp150 ribu.

Pemberian sanksi akan disertai teguran lisan atau tertulis terlebih dahulu. Untuk pelaku usaha, jika masih membandel akan diancam dengan pemberhentian sementara operasional usaha, hingga pencabutan izin.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina tampak yakin realisasi aturan dari Perwali Nomor 68 Tahun 2020 itu akan berlangsung tanpa hambatan berarti.

Pasalnya, 14 hari lamanya, Pemkot Banjarmasin menggandeng TNI-Polri mensosialisasikan aturan ini. Baik lewat pengeras suara, maupun dor to dor ke rumah warga.

Belum lagi, Banjarmasin merupakan satu dari sedikit daerah yang telah menerapkan tiga kali masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca juga :  Petahana Ibnu Sina Dorong Legalitas Relawan BPK Banjarmasin

“Dengan perpanjangan sosialisasi satu pekan lalu supaya satu kata, seirama dan semua clear. Jadi tidak ada lagi perbedaan persepsi di lapangan,” ujar Ibnu.

Tak hanya itu, Ibnu menerangkan di Perwali Nomor 68/2020 ini sangat berbeda dibandingkan pedoman sebelumnya.

Di pasal terakhir menyebutkan bahwa masing masing instansi diperbolehkankan membuat semacam Standar Operasional Prosedur (SOP).

Catatannya SOP wajib menentukan larangan dan memperbolehkan. Ini untuk menegakkan protokol kesehatan di satu kawasan.

“Silakan saja, misalnya Disbudpar dan Dinas Kesehatan bikin SOP sesuai dengan Perwali ini,” pungkasnya.

Lebih jelas, di Perwali terbaru subtansi kepada masyarakat tanpa masker ketika di luar rumah akan dikenakan beragam sanksi adminstratif.

Dari teguran lisan atau teguran tertulis dan denda administratif paling banyak Rp100 ribu.

Baca juga :  Pasca Penghapusan Kebijakan Dasar Pemakaian Minimum 10 Kubik, Pembacaan Meter Air PDAM Bandarmasih Dimulai Hari Ini

Kemudian bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggungjawab tempat, dan fasilitas umum dendanya lebih dalam lagi.

Selain mendapatkan denda administratf paling banyak Rp 150 ribu, mereka juga terancam pemberhentian sementara izin usaha.

“Yang paling penting sosialisasi tanpa masker. Kalau tidak mengenakan masker akan dikenakan sanksi sampai denda,” tuturnya.

Ibnu memastikan apel gelar pasukan akan dilakukan pada Selasa (1/9) esok. Unsur TNI-Polri juga akan dilibatkan.

Menariknya, apel akan dilakukan selama tiga hari ke depan.

Hari pertama di Balai Kota Banjarmasin. Hari kedua (2/9) di Polresta Banjarmasin Jalan Ahmad Yani.

Lalu hari terakhir di Makodim 1007/Banjarmasin di Jalan S Parman.

“Setelah itu disebar di lima kecamatan di Banjarmasin. Tapi sasarannya jangan dibocorkan dulu,” ucapnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

KNPI Sesalkan Minimnya Dana Sosial Korban Kebakaran di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Biker Meriahkan HUT RI ke-74 Tahun di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Pondok Sehat Al Wahida, Layani Terapi Stres Lewat Metode Ruqyah
apahabar.com

Kalsel

Akhir Pekan Ini, Pasar Terapung ‘Pindah’ ke Bundaran HI Jakarta
apahabar.com

Kalsel

Performa DJ Yasmin ‘Hipnotis’ Ratusan Muda-mudi Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

KPU Anjurkan Caleg Sosialisasi Cara Gunakan Hak Pilih
apahabar.com

Kalsel

Polisi Gerebek Rumah Terduga Pembunuh Kades di Tabalong!
apahabar.com

Kalsel

Penghitungan Suara Terbaru di Kalsel, 26 April: 01 (24,52%), 02 (75,48%)
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com