Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Abaikan Usul Trump, Pilpres AS Tetap Berlangsung 3 November

- Apahabar.com Senin, 3 Agustus 2020 - 15:06 WIB

Abaikan Usul Trump, Pilpres AS Tetap Berlangsung 3 November

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyapa pendukungnya saat kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat di Greenville, North Carolina, Rabu (17/7/2019). Foto: Reuters

apahabar.com, WASHINGTON – Kepala Staf Gedung Putih, Mark Meadows memastikan pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat tetap berlangsung pada 3 November 2020.

Pengumuman itu menghentikan usulan kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump, yang menginginkan pilpres tahun ini ditunda.

Presiden AS Donald Trump khawatir sistem pungutan suara lewat surat tidak berjalan transparan saat ia mengusulkan penundaan pilpres pada tahun ini.

“Kita akan menggelar pemilihan presiden pada 3 November, dan presiden akan menang,” kata Meadows saat diwawancarai CBS dalam program “Face the Nation.”

Sementara itu, penasihat tim kampanye Trump, Jason Miller, mengumumkan informasi yang sama pada acara “Fox News Sunday”. Ia mengatakan pemilihan presiden akan berlangsung pada 3 November dan Presiden Trump menginginkan pesta demokrasi itu berlangsung pada 3 November 2020.

Trump pada Kamis mengusulkan pilpres pada tahun ini ditunda. Usulan itu langsung ditolak oleh pendukungnya, Partai Republik di Kongres, dan kelompok oposisi Partai Demokrat. Di AS, hanya Kongres yang dapat mengubah tanggal pilpres.

Sejumlah pihak dari oposisi dan pendukung Trump menyebut usulan penundaan merupakan upaya mengalihkan perhatian publik dari berita krisis ekonomi. Beberapa ahli hukum memperingatkan upaya Trump menunda pilpres dapat mengikis kepercayaan pendukungnya terhadap proses pemilihan.

Presiden Trump, yang didukung Partai Republik, berulang kali berusaha mempengaruhi kepercayaan publik terhadap sistem pungutan suara via surat. Meskipun Trump tidak dapat menunjukkan bukti, ia berulang kali mengklaim sistem itu dapat berujung pada kecurangan massal.

Meadows kembali menyampaikan kekhawatiran Trump, Minggu (2/8). Ia memperingatkan pungutan suara via surat harus ditangani dengan tepat. Namun, ia tidak menyebut contoh kecurangan pada masa lalu.

Saat ditanya apakah usulan Trump itu sikap yang kurang bertanggung jawab, Meadows membalik pertanyaan tersebut.

“Itu merupakan kewajiban presiden untuk berkata demikian apalagi jika kita akan mencoba pungutan suara via surat universal 100 persen, (karena, red) akankah kita akan mendapatkan hasilnya pada 3 November? Saya memperkirakan kita kemungkinan tidak akan mendapatkan hasilnya pada 1 Januari,” kata Meadows.

Politisi Partai Republik yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Arkansas, Asa Hutchinson, saat diwawancarai CNN, Minggu (2/8), mengatakan pilpres harus diselenggarakan tepat waktu. Menurut dia, pemerintah negara bagian berkepentingan memastikan surat suara tersalurkan dengan baik.

“Langkah presiden menyuarakan kekhawatirannya di depan publik tidak membantu apa-apa,” kata Hutchinson.

Tingkat partisipasi pemilih pada pilpres tahun ini diperkirakan naik karena adanya krisis Covid-19. Petugas pemungutan suara di masing-masing negara bagian saat ini bekerja untuk memastikan puluhan juta surat suara dapat terkirim ke rumah pemilih tepat waktu dan dikembalikan saat proses penghitungan suara dimulai.

Miller mengkritisi upaya kebijakan pemerintah negara bagian di Nevada yang ingin memperpanjang masa pemungutan suara via surat selama pandemi. Pemerintah negara bagian lainnya berencana menghitung suara tertanggal 3 November yang tiba setelah Hari Pemilihan Umum.

Trump pada Minggu pagi menyampaikan ia akan menggugat langkah Nevada yang akan memperluas masa pemungutan suara via surat.

“Ini keterlaluan dan harus segera diselesaikan lewat jalur hukum,” kata Trump dalam unggahannya di Twitter.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Internasional

Nama Presiden Joko Widodo Diabadikan Jadi Nama Jalan di Uni Emirat Arab
apahabar.com

Internasional

Jokowi Bahas Isu Pencaplokan Tanah Palestina dengan Abbas
apahabar.com

Internasional

Mulai 1 Juli, Mesir Buka Semua Bandara dan Penerbangan Internasional
apahabar.com

Internasional

Akan Bertemu Lagi, Ini Kata Trump Tentang Kim Jong Un
apahabar.com

Internasional

Dililit Utang, Malaysia Airlines Terancam Bangkrut?
apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 di AS: 1.761.503 Kasus, 103.700 Kematian
apahabar.com

Internasional

Positif Covid-19, Presiden AS Donald Trump ‘Berkicau’: ‘Saya Merasa Jauh Lebih Baik
apahabar.com

Internasional

Ratusan Ilmuwan Sebut Virus Corona Mengudara, WHO Didesak Ralat Saran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com