KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Tiga Jadwal Krusial Persib di Liga 1 2020 Bulan Oktober, Madura vs Persib, Persib vs Bali United, PSM Makassar vs Persib Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru BREAKING NEWS: Pelantikan Pjs Bupati Kotabaru dan Wali Kota Banjarbaru Segera Digelar Bocoran Lima Kepala Dinas Pemkot Banjarmasin Terpilih Keluar, Simak Nama-Namanya

Ada Tapai Amsterdam di Kapuas

- Apahabar.com Minggu, 23 Agustus 2020 - 21:19 WIB

Ada Tapai Amsterdam di Kapuas

Camat Kapuas Timur, Ansyari mencicipi tapai amsterdam buatan Saripah dan Sarinah. Foto-apahabar.com/Irfan

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Tapai atau tape merupakan salah satu kudapan khas Indonesia. Di Kabupaten Kapuas, Kalteng, tapai paling terkenal adalah tapai Amsterdam.

Amsterdam sendiri singkatan dari Anjir Serapat Dalam, yang merupakan tapai buatan masyarakat di Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas.

Salah satu home industri pembuatan Tapai Amsterdam di Kecamatan Kapuas Timur berada di Desa Mambulau Barat Gang Sejahtera RT 6.

Dua kakak beradik Syaripah dan Sarinah pembuat tapai Amsterdam di Gang Sejahtera, sudah puluhan tahun menggeluti pembuatan tapai Amsterdam yang merupakan usaha turun temurun.

Menurut Syaripah ada dua jenis tapai yang diolahnya yaitu tapai singkong dan tapai ketan. Untuk tapai singkong, bahan baku singkongnya merupakan singkong pilihan dan jarang dijual di pasaran.

“Singkongnya jenis singkong Sampit dan singkong madu karena bisa tahan lama dan tidak masam. Singkong ini kami cabut sendiri di kebun,’ ujar Syaripah saat ditemui apahabar.com di rumahnya, Minggu (23/8).

Tapai Amsterdam buatan Syaripah dan Sarinah dikenal dengan nama Tapai Mama Ucuy. Selain dijual ke pasar, tapai Amsterdam Mama Ucuy juga dijual via online.
“Kami juga kadang memenuhi pesanan tapai untuk acara pameran, hajatan dan hari besar ke agamaan seperti Hari Raya Idul Fitri dan Hari Natal,” katanya.

Untuk tapai ketan dijual per liter dengan harga Rp 40 ribu. Sedangkan tapai singkong dijual dengan harga Rp 15 ribu perkotak plastik.

Dalam sehari Syaripah dan Sarinah mengolah tapai amsterdam bisa mencapai belasan kilogram tergantung pesanan. “Kalau pas ada pesanan, banyak juga yang dibuat,” tambah Sarinah.

Sementara itu Camat Kapuas Timur, Ansyari, mengatakan, usaha tapai amsterdam yang digeluti warganya sudah terkenal dan pemasarannya juga sudah sampai ke luar daerah.

Selaku Camat, Ansyari tentunya sangat mendukung usaha tersebut dengan cara memberikan motivasi dan arahan agar usaha tapai amsterdam terus berkembang.

Ansyari berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian terhadap usaha tapai masyarakat di Kecamatan Kapuas Timur sehingga bisa lebih berkembang.

“Misalnya dengan diberikan modal usaha, sehingga usaha ini bukan cuma sekedar usaha rumahan saja tetapi harapan kami di tepian Jalan Anjir ada semacam oulet untuk penjualan tapai amsterdam,” harap Ansyari.

apahabar.com

Tapai amsterdam jenis ketan dan singkong. Foto-apahabar.com/Irfan

Editor: Syarif

Reporter: Ahc25 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

4 Desa di Pedalaman Kotim Masih Terendam Banjir
apahabar.com

Kalteng

Jokowi Dijadwalkan Tinjau Irigasi Rawa di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Siswa Belajar via Daring, Polsek Kapuas Timur Siapkan Wifi Gratis
apahabar.com

Kalteng

Satu Warga Barut Kembali Dinyatakan Positif Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Wanita Tergemuk di Kalteng Minta Perhatian Pemerintah
apahabar.com

Kalteng

Kalteng Pecahkan Rekor Muri Bakar Jagung 62 Ribu Tongkol di Bundaran Besar
apahabar.com

Kalteng

Wardatun Nurjamilah Kembali Nakhodai KNPI Barito Utara
apahabar.com

Kalteng

Usulan Dua Kabupaten Baru di Kalteng Sudah Sampai ke DPR RI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com