Daftar Bersamaan dengan KIB, PSI: Tanda-Tanda Alam Nih! Banjarbaru Ibu Kota Baru, Ovie Minta Petani Tak Tergiur Alihfungsi Lahan Datangi KPU, PSI Selipkan Aspirasi Rakyat melalui Tulisan di Kaos Polda Kalsel Respons Desakan IPW Copot AKBP AB Dkk Dukung Perubahan Iklim, PSI Apresiasi Pendaftaran Parpol melalui Sipol
agustus

Agus Syabarrudin, Dirut Bank Kalsel Pertama yang Sandang Gelar Doktor

- Apahabar.com     Kamis, 6 Agustus 2020 - 16:38 WITA

Agus Syabarrudin, Dirut Bank Kalsel Pertama yang Sandang Gelar Doktor

Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin resmi menyandang gelar doktor. Itu setelah dia berhasil lulus Ujian Akhir Disertasi Program Doktor Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Rabu (5/8) kemarin.

Agus Syabarrudin diuji oleh empat penguji yakni Rektor ULM, Prof. Dr. Sutarto Hadi, yang menjabat sebagai Ketua Sidang Penguji 1. Kemudian, Dr. Nasruddin, Dr. H. Ahmad Yunani, dan Prof. Dr. H. Abdul Hafiz Anshari.

Bertugas sebagai promotor yakni Prof.Dr. Ahmad Alim Bachri, co-promotor Prof. Ir. Udiansyah dan Dr. Ir. H. Hamdani.

“Agus berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul ‘Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Model Pembiayaan Pada Lingkungan Kumuh di Kota Banjarmasin’,” begitu yang tertulis dalam rilis Bank Kalsel, Kamis (6/8).

Dalam menyusun disertasinya, Agus Syabarrudin menjadikan Kota Banjarmasin sebagai objek penelitian.

Agus menyebut Banjarmasin sebagai kota seribu sungai dengan lingkungan kumuh di bantaran sungai dan perkotaan yang memiliki penduduk miskin terbanyak. Secara persentase, warga miskin di Kota Banjar mencapai angka 14,66%.

Banjarmasin juga menunjukkan angka perkembangan pembiayaan/kredit tertinggi di Kalsel dengan 34,96%. Namun, sayangnya skema pembiayaan yang terimplementasikan belum menyentuh semua lapisan masyarakat di Banjarmasin.

Hal itu lah yang kemudian menarik perhatian Agus untuk meneliti dan mengidentifikasi lebih lanjut serta memberikan suatu model pembiayaan baru dalam mendukung pemberdayaan masyarakat miskin di kota Banjarmasin.

Dalam pemaparan itu, Agus menasbihkan Model Pembiayaan Non Ursury (Rahmatan Lil’Alamin) yang diyakini dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan mengedepankan konsep komersial kemitraan dan charity.

Model itu diterjemahkan menjadi RLAFM1 (Rahmatan Lil’Alamin Financing Model 1) yakni pembiayaan komersial dengan kemitraan dan RLAFM2 (Rahmatan Lil’Alamin Financing Model 2) yakni pembiayaan dengan charity.

Model ini dinilai dapat bermanfaat bagi para pemangku kepentingan dan para praktisi lembaga keuangan untuk dapat diaplikasikan dalam rangka
upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada Goals 1 (NoPoverty) yakni upaya memberantas kemiskinan-no one left behind.

Melalui disertasi ini, Agus merekomendasikan beberapa hal dalam mendukungkepentingan pembangunan berkelanjutan ekonomi masyarakat, yaitu:

1. Perlunya edukasi yang intensif kepada masyarakat dalam memberikan pemahaman terkait tujuan finansial ekonomi rumah tangga, mengubah sikap konsumerisme, dan meningkatkan keterampilan berwirausaha.

2. Perlu adanya ketegasan dan solusi dari pemangku kebijakan terhadap pemukiman kumuh dan ilegal.

3. Perbaikan kinerja layanan oleh institusi keuangan maupun perbaikan regulasi olehpemangku kebijakan dalam mendukung inklusi keuangan.

4. Menerapkan strategi pembiayaan ekonomi rumah tangga guna meningkatkan keberdayaan rumah tangga yakni non ursury (bukan riba) melalui aspek kesetaraan dengan pola komersial kemitraan.

Agus Syabarrudin menuturkan Ia sangat bersyukur bisa menyelesaikan program doktoral dengan baik meski ditengah suasana pandemi dan kesibukan yang tinggi, karena sembari menjabat sebagai Direktur Utama Bank Kalsel.

“Saya bersyukur meski kita saat ini berada di situasi pandemi serta tingginya intensitas kerja yang dilakukan, namun tetap diberi kemudahan untuk menyelesaikan program doktor di
Fakultas Pertanian ULM,” katanya.

“Saya berterima kasih kepada para promotor dan penguji yangmemberikan bimbingan dan arahan, sehingga proses ini bisa berjalan dengan baik, sertaseluruh civitas akademika Universitas Lambung Mangkurat,” tambah Agus.

Dia mengungkapkan harapannya agar gelar doktor yang Ia raih juga bisa membuat Bank Kalsel melaju dan terus berkembang terutama dalam berperan untuk pemberdayaan masyarakat di Kalsel.

“Saat ini masa jabatan saya baru berjalan 1 tahun. Saya berharap gelar ini bisa mendorong saya dan perusahaan untuk bergerak lebih cepat, sehingga Bank Kalsel bisa bertransformasi menjadi bank umum yang kuat, kompetitif dan memberikan kontribusi kepada perekonomian Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Implikasi praktis yang dihasilkan oleh disertasi Agus bisa menjadi saran dan masukan bersama bagi pemerintah daerah dan Bank Kalsel selaku lembaga keuangan.

Meski penelitian ini hanya dilakukan di Banjarmasin, tapi diharapkan bisa menjadi salah satu referensi dalam
pengembangan program ekonomi di Kalimantan Selatan setelah adaptasi kebiasaan baru pada 2021 atau hingga beberapa tahun ke depan.

Peningkatan keterampilan berwirausaha
dan penetapan regulasi yang mendukung inklusi keuangan dinilai sangat penting bagi pondasi perekonomian di Kalimantan Selatan.

“Bank Kalsel siap menjadi motor perekonomian Kalimantan Selatan, bahkan bukan tidak mungkin untuk skala yang lebih besar”, tegas Agus.

Editor: Puja Mandela

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bank

Bank Kalsel

Hingga Akhir 2020, Bank Kalsel Beri Pinjaman Bunga 0% untuk Usaha Mikro

Bank Kalsel

Episode II, Talk Show Obligasi Akan Bicara Soal Kredit Bank Kalsel
apahabar.com

Bank Kalsel

Usai Sapa Petani di Batola dan Tala, Bank Kalsel Kembali Gelar Gathering di Tabalong
apahabar.com

Bank Kalsel

Bank Kalsel Raih Penghargaan Indonesia Best BUMD Awards 2021
TOP BUMD

Bank Kalsel

Bank Kalsel Raih Penghargaan TOP BUMD Award 2021

Bank Kalsel

Awal 2021, Bank Kalsel Terima Penghargaan Bergengsi di Economic Review
Bank Kalsel Cabang Jakarta

Bank Kalsel

Ketua Dewan Apresiasi Terobosan Bank Kalsel Cabang Jakarta

Bank Kalsel

OJK Beri Tenggat Waktu Bank Kalsel Penuhi Modal Inti hingga 2024
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com