Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Analisis Kotak Hitam, Pesawat Ukraina Jatuh Setelah Dihantam 2 Rudal Iran

- Apahabar.com Senin, 24 Agustus 2020 - 10:23 WIB

Analisis Kotak Hitam, Pesawat Ukraina Jatuh Setelah Dihantam 2 Rudal Iran

Petugas berada dekat serpihan pesawat Ukraina International Airlines PS 752 yang jatuh usai take off dari bandara Internasional Imam Khomeini di pinggiran Tehran, Iran, 8 Januari 2020. Dari 176 orang di pesawat, korban terdiri dari 82 orang Iran, 63 orang Kanada dan 11 orang Ukraina. Foto: Reuters

apahabar.com, DUBAI – Hasil analisis dari kotak hitam pesawat Ukraina yang jatuh beberapa waktu silam membuktikan adanya serangan rudal yang menabrak pesawat tersebut.

Menurut analisis tersebut, ada dua rudal yang menabrak pesawat Ukraina dengan selisih waktu 25 detik.

Para penumpang saat terjadi tubrukan rudal tersebut masih sempat selamat untuk beberapa waktu lalu kata Iran pada Minggu (23/8).

Pengumuman disampaikan oleh kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran menandai laporan resmi pertama mengenai isi suara kokpit dan rekaman data, yang pada Juli dikirim ke Prancis untuk dipecahkan sandinya.

Teheran mengaku bahwa pihaknya tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina pada Januari, di saat ketegangan dengan Amerika Serikat semakin meningkat. Seluruh 176 orang di dalam pesawat tewas.

“19 detik setelah rudal pertama menghantam pesawat, suara pilot di dalam kokpit, yang mengindikasikan bahwa para penumpang masih hidup … 25 detik kemudian rudal kedua menghantam pesawat,” kata Touraj Dehghani-Zanganeh, yang dikutip stasiun TV.

Iran sedang dalam pembicaraan dengan Ukraina, Kanada, dan sejumlah negara lain yang warganegaranya menjadi penumpang pesawat nahas tersebut dan yang meminta investigasi penuh dalam insiden tersebut.

“Analisis data dari kotak hitam seharusnya tidak dipolitisasi,” ucap Zanganeh.

Korps Pengawal Revolusi Iran menembak jatuh pesawat milik Ukraine International Airlines dengan rudal darat ke udara pada 8 Januari, tak lama setelah lepas landas dari Teheran.

Iran lantas mengakui peristiwa itu sebagai “kecelakaan fatal” oleh pasukan yang sedang dalam kondisi siaga tinggi selama konfrontasi dengan AS.

Pejabat Iran dan Ukraina mengadakan pembicaraan mengenai kompensasi bagi keluarga korban dan pembicaraan itu akan dilanjutkan pada Oktober mendatang.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Jelang Peluncuran Vaksin Covid-19, Unicef Amankan Ratusan Juta Jarum Suntik
apahabar.com

Internasional

Riset: 9 dari 10 Pasien Sembuh Covid-19 Alami Efek Samping
apahabar.com

Internasional

Bioskop China Panen, Sepekan Film Box Office Raup Rp2 Triliun
apahabar.com

Internasional

Ada Apa Petinggi Facebook dan WhatsApp Resign?
apahabar.com

Internasional

AS Catat Rekor 5 Juta Kasus Covid-19
apahabar.com

Internasional

Tidak Menyesal, Ini Alasan Brenton Tarrant Tembaki Jamaah di Masjid Selandia Baru
apahabar.com

Internasional

Rekor, WHO Catat 259.848 Kasus Covid-19 Global dalam 24 Jam
apahabar.com

Internasional

Stram Kurs Kembali Bakar Al-Qur’an, Ada Apa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com