Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Angkat Kejayaan Seni Tradisional, Kompas Budaya HSS Kembali Tampil

- Apahabar.com Kamis, 20 Agustus 2020 - 20:46 WIB

Angkat Kejayaan Seni Tradisional, Kompas Budaya HSS Kembali Tampil

Kompas Budaya HSS menggelar pertunjukan "Mamanda", yang dilaksanakan Disdik HSS. Foto-Istimewa

apahabar.com, KANDANGAN – Pasang-surut kondisi kesenian tradisional di arus modernisasi dan di tengah pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi pengiat seni di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Untuk itu Kompas Budaya HSS kini hadir dengan tujuan mengangkat kembali kesenian daerah.

Seperti diketahui pertunjukan seni budaya biasanya digelar saat acara perkawinan maupun kegiatan pemerintahan.

Akan tetapi, kini sudah jarang terlihat acara-acara menggunakan pertunjukan seni tradisional. Terlebih saat pandemi Covid-19 ini, para seniman tradisional seperti kehilangan panggungnya.

“Saat ini seni tradisional sangat redup, kebanyakan seniman mati pencariannya dari seni,” ucap Iwan, seorang penggiat seni dari Kompas Budaya HSS.

Pria bernama asli Sanusi itu mengatakan, tiap ada pesta kini lebih banyak yang lebih memilih pertunjukan modern.

Akan tetapi menurutnya, minat masyarakat belajar seni tradisional masih ada. Ia menyebutkan, perguruan-perguruan seni Kuntau terlihat terus beregenerasi.

Lalu, masih ada puluhan grup seni tradisional di HSS, sanggar tari tradisional juga masih ada 2 yang terus aktif.

“Tapi, modernisasi juga mempengaruhi mereka bergabung di seni tradisi. Sekarang kan sudah tiktok,” bebernya, menyebut salah satu aplikasi online di android.

Ia berharap, masyarakat tidak sungkan bergabung pada grup-grup seni yang ada di sekitarnya. Jika tak menemukan, ia menyarankan datang ke Kompas Budaya HSS, untuk diarahkan bergabung di grup seni yang diinginkan.

Kompas Budaya, akronim dari komunitas pecinta seni budaya, merupakan wadah perkumpulan para pelaku seni dan pecinta seni. Anggotanya, dari berbagai seniman yang juga memiliki grup masing-masing.

“Melalui Kompas Budaya HSS, kami ingin bagaimana memperkenalkan dan mengangkat kembali seni tradisional,” tutur kontributor TVRI Kalsel untuk wilayah Kabupaten HSS itu.

Terbentuk sejak 2013, Kompas Budaya HSS sudah berbadan hukum yang terdaftar di Kemenkumham melalui notaris.

Bahkan, sudah terdaftar di Badan Penanggulangan Bencana, Kesatuan Bangsa dan Politik (PB Kesbangpol) Kabupaten HSS, sebagai komunitas resmi pada 2015 lalu.

Perkumpulan itu tambahnya, juga telah diakui sebagai kelompok di bidang seni tradisional, oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat, kala bidang Kebudayaan belum dimutasi ke Dinas Pendidikan.

apahabar.com

Iwan Sanusi, seorang penggiat Seni dari Kompas Budaya HSS. Foto-Istimewa

“Awalnya terbentuk saat diskusi kawan-kawan penggiat seni budaya, saat berkumpul,” ucapnya.

Pembicaraan saat itu kenangnya, terkait keinginan menghidupkan kembali seni budaya di HSS.

Langkah pertama yang jadi tujuan utama ungkapnya, melalui perkumpulan itu ingin mengadakan kegiatan berbagai jenis seni budaya.

Dijelaskannya, baru saja bisa bergerak karena terkendala kesibukan masing-masing anggota. “Sempat vakum bertahun-tahun tidak ada kegiatan apa-apa,” tuturnya.

Rencananya, 2020 ini Kompas Budaya HSS ingin melaksanakan berbagai kegiatan, yang sebelumnya tertunda

“Kami ingin menggelar pertunjukan terbuka sendiri, dari berbagai seni tradisi. Tentunya dengan menyesuaikan situasi pandemi saat ini,” ucapnya.

Mereka bersyukur, Kompas Budaya, baru-baru ini mendapat dukungan pemerintah setempat. Mereka menampilkan “Mamanda”, dalam pertunjukan yang digelar Dinas Pendidikan HSS.

Editor: Aprianoor

Reporter: Ahc27 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Resmi Ditutup, Ini Peringkat Lima Besar Peserta Diklat Kepimpinan Pemprov dan Kabupaten-Kota
apahabar.com

Kalsel

Thermal Scanner Sambut Warga di Mapolres Batola
apahabar.com

Kalsel

Termuda, Fadilah di Usia 25 Tahun Dilantik Jadi Kades Belandean Muara Batola
apahabar.com

Kalsel

Dewan Kota Minta Ada Evaluasi Izin Reklame
apahabar.com

Kalsel

Berkaca dari Kasus Randi, Kapolda Kalsel Siap Persuasif Sikapi Demo
apahabar.com

Kalsel

Bantuan Bergulir untuk Dua Jurnalis Reaktif Covid-19 di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Pilu Sekeluarga di Banjarbaru, Terpapar Corona dari Transmisi Lokal
apahabar.com

Kalsel

Heli Water Bombing BNPP Kalsel Padamkan Api di Gunung Raja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com