ga('send', 'pageview');
Gali Lubang Buat Kabur, Napi Cina Lapas Tangerang Jadi Buruan Tim Khusus Penabrak Lari yang Ngaku Polisi di Banjarmasin Ternyata Sudah Diamankan Mantan Anggota DPRD Tanbu Mahyudin alias Udin Kocak Tutup Usia Gejolak Harga Elpiji, Polisi Bongkar Aksi Curang 2 Pangkalan di Banjarmasin Menyelisik Ritual Pemakaman Adat Dayak Meratus: Hamburkan Beras Kuning Agar Keburukan Tak Menyertai Peserta Ritual

Antisipasi Penyalahgunaan, DPRD Banjarmasin Dorong Penerapan E-Budgeting

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 13:06 WIB

Antisipasi Penyalahgunaan, DPRD Banjarmasin Dorong Penerapan E-Budgeting

Anggota DPRD Banjarmasin Bambang Yanto Permono. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin didorong menerapkan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Elektronik Budgeting (E-Budgeting).

“Melalui E-Budgeting penggunaan anggaran akan bisa terpantau dengan baik, selain untuk mengantisipasi penyalahgunaan anggaran,” ucap Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banjarmasin, Bambang Yanto Permono, Senin (31/8).

Selain itu, Bambang menilai sejumlah pemerintah daerah lain sudah menerapkan E-Budgeting di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan menyelaraskannnya dengan program kerja yang telah direncanakan.

“Melalui penerapan sistem e-budgeting bisa diketahui secara langsung penggunaan anggaran tanpa perlu menggelar rapat. Terutama menyangkut penyerapan anggaran di semua organisasi perangkat daerah,” ujar politikus Demokrat ini.

Di sisi lain, Bambang mengungkapkan penggunaan E-Budgeting ini juga sekaligus sebagai bagian dari penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP).

SOPD dapat memfokuskan kinerja serta diharapkan dapat mewujudkan efektivitas dan efesiensi pada penggunaan anggaran.

Lebih jauh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin ini menerangkan berdasarkan catatan pelaksanaan APBD dalam tiga tahun terakhir ini adalah masih rendah karena lemahnya perencanaan.

“Kondisi ini tentunya sangat berdampak pada rendahnya serapan anggaran lantaran tidak optimalnya realisasi fisik,” tandasnya.

Dijelaskannya, rendahnya serapan anggaran tentunya sangat merugikan masyarakat.

Masalahnya, kata politisi senior dari Partai Demokrat ini, karena banyak rencana pembangunan infrastuktur untuk memenuhi kepentingan masyarakat tidak teralisasikan.

Sebelumnya sejumlah anggota DPRD Kota Banjarmasin juga menyampaikan sorotan terhadap rendahnya serapan anggaran. Menyikapi masalah ini, seluruh SKPD di lingkungan Pemkot Banjarmasin diminta memperbaiki kinerjanya.

“Sebaliknya jika tidak, dikhawatirkan bisa berdampak pada kepercayaan publik terhadap kinerja Pemkot Banjarmasin,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Ahya Firmansyah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jaga Fisik Anggota, Kapolres Banjar Jadwalkan Tenis Lapangan 2 kali dalam Sepekan  
apahabar.com

Kalsel

Resmi, Banjarmasin Sosialisasikan Denda Tanpa Masker
apahabar.com

Kalsel

Pelabuhan Kumai Diusul Menjadi Pusat Ekspor-Impor, Pelindo III Belum Mengetahui
apahabar.com

Kalsel

Maksimalkan Dana Hibah, Pertina Kalsel Renovasi Sarana Latihan
apahabar.com

Kalsel

Seleksi Penugasan ke Sudan dan Afrika Dimulai, Karo SDM Polda Kalsel Pantau Tes Psikologi Peserta
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Pengawasan Mitra Kerja, Komisi IV Minta Laporan Per Tiga Bulan
apahabar.com

Kalsel

Menggenjot Anjungan Kalsel di TMMI Jadi Pusat Promosi Wisata Banua
apahabar.com

Kalsel

Ekonom Kalsel Bicara Manfaat RUU Cipta Kerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com