Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

AS-China Tak Akur Lagi, Rupiah Rawan Terkoreksi

- Apahabar.com Rabu, 26 Agustus 2020 - 12:14 WIB

AS-China Tak Akur Lagi, Rupiah Rawan Terkoreksi

Ilustrasi perang dagang AS dan China. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah berpotensi melemah. Pasar dilaporkan masih skeptis terhadap hubungan Amerika Serikat-China.

Pada pukul 9.38 WIB, Rabu (26/8), rupiah masih menguat 19 poin atau 0,13 persen menjadi Rp14.630 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.649 per dolar AS.

Sentimen positif dari kenaikan indeks saham AS semalam sepertinya mendapatkan perlawanan pagi ini.

“Reaksi pasar terlihat negatif di awal pembukaan pasar Asia pagi ini. Rupiah berpotensi melemah mengikuti sentimen tersebut,” ujar Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, Rabu (26/8).

Menurut Ariston, pasar masih skeptis dengan kelanjutan kesepakatan dagang AS-China fase satu karena hubungan politik yang masih memanas di antara keduanya.

“Namun di sisi lain, dolar AS juga mendapatkan tekanan karena data survei tingkat keyakinan konsumen AS untuk bukan Agustus yang dirilis semalam jauh di bawah data bulan sebelumnya,” kata Ariston.

Indeks keyakinan konsumen AS turun ke level 84,8 di Agustus, turun tajam dari level 91,7 dari bulan sebelumnya, dan jauh dari estimasi konsensus yang memperkirakan akan naik ke 93.

Turunnya keyakinan konsumen berhubungan dengan hilangnya subsidi 600 dolar AS per minggu kepada masyarakat di AS.

“Pasar juga menunggu pidato gubernur bank sentral AS di acara pertemuan para pejabat bank sentral dunia pekan ini, yang mungkin dovish atau pesimis mengenai kondisi ekonomi di AS,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi melemah di kisaran Rp14.575 per dolar AS hingga Rp14.750 per dolar AS.

Pada Selasa (25/8) lalu, rupiah ditutup menguat 22 poin atau 0,15 persen menjadi Rp14.649 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.671 per dolar AS. (ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Sentimen Positif Global, Bawa IHSG Menguat
apahabar.com

Ekbis

Menggeliatkan Ekonomi Syariah di Pondok Pesantren
apahabar.com

Ekbis

Grab Terima Investasi Rp2,1 Triliun dari Yamaha
apahabar.com

Ekbis

Pemulihan Ekonomi Global Dorong Penguatan Rupiah
apahabar.com

Ekbis

Pekan Terakhir Juli, Harga Cabai di Banjarbaru Berangsur Turun
Per Hari Ini, Harga Pertamax di Kalsel Jadi Rp 9.200

Ekbis

Per Hari Ini, Harga Pertamax di Kalsel Jadi Rp 9.200
apahabar.com

Ekbis

Isu Lion Air Setop Operasi, Cek Faktanya
apahabar.com

Ekbis

Dampak Banjir Jakarta, Soetta Siap Layani 21 Rute Pengalihan Bandara Halim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com