Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung?

AS-China Tak Akur Lagi, Rupiah Rawan Terkoreksi

- Apahabar.com     Rabu, 26 Agustus 2020 - 12:14 WITA

AS-China Tak Akur Lagi, Rupiah Rawan Terkoreksi

Ilustrasi perang dagang AS dan China. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah berpotensi melemah. Pasar dilaporkan masih skeptis terhadap hubungan Amerika Serikat-China.

Pada pukul 9.38 WIB, Rabu (26/8), rupiah masih menguat 19 poin atau 0,13 persen menjadi Rp14.630 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.649 per dolar AS.

Sentimen positif dari kenaikan indeks saham AS semalam sepertinya mendapatkan perlawanan pagi ini.

“Reaksi pasar terlihat negatif di awal pembukaan pasar Asia pagi ini. Rupiah berpotensi melemah mengikuti sentimen tersebut,” ujar Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, Rabu (26/8).

Menurut Ariston, pasar masih skeptis dengan kelanjutan kesepakatan dagang AS-China fase satu karena hubungan politik yang masih memanas di antara keduanya.

“Namun di sisi lain, dolar AS juga mendapatkan tekanan karena data survei tingkat keyakinan konsumen AS untuk bukan Agustus yang dirilis semalam jauh di bawah data bulan sebelumnya,” kata Ariston.

Indeks keyakinan konsumen AS turun ke level 84,8 di Agustus, turun tajam dari level 91,7 dari bulan sebelumnya, dan jauh dari estimasi konsensus yang memperkirakan akan naik ke 93.

Turunnya keyakinan konsumen berhubungan dengan hilangnya subsidi 600 dolar AS per minggu kepada masyarakat di AS.

“Pasar juga menunggu pidato gubernur bank sentral AS di acara pertemuan para pejabat bank sentral dunia pekan ini, yang mungkin dovish atau pesimis mengenai kondisi ekonomi di AS,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi melemah di kisaran Rp14.575 per dolar AS hingga Rp14.750 per dolar AS.

Pada Selasa (25/8) lalu, rupiah ditutup menguat 22 poin atau 0,15 persen menjadi Rp14.649 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.671 per dolar AS. (ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

KPPBC TMP B Banjarmasin Bebaskan Bea Masuk dan Larangan Pembatasan Barang Impor APD Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Turun Rp4.000, Harga Emas Antam Jadi Rp898.000 per Gram
Harga Emas Antam Turun

Ekbis

Turun, Segini Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus
Gaji Karyawan

Ekbis

Di Tengah Pandemi, Perusahaan Ini Naikkan Gaji 565 Ribu Karyawan
apahabar.com

Ekbis

Kekhawatiran Prospek Pemulihan Ekonomi Global, Picu Pelemahan Rupiah Awal Pekan
apahabar.com

Ekbis

Pejabat BI Blusukan Sosialiasikan QRIS di Antasari Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Ketegangan di Teluk, Picu Harga Minyak Naik di Perdagangan Asia
apahabar.com

Ekbis

Awal Maret, Harga Emas Naik Jadi Rp 810.000 per Gram
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com