Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

Aturan Baru dari MA: Korupsi Rp 100 Miliar Dapat Dihukum Seumur Hidup

- Apahabar.com Minggu, 2 Agustus 2020 - 20:11 WIB

Aturan Baru dari MA: Korupsi Rp 100 Miliar Dapat Dihukum Seumur Hidup

Ilustrasi. Foto-detikcom/Edi Wahyono

apahabar.com, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) menetapkan peraturan pedoman pemidanaan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang mengatur korupsi di atas Rp 100 miliar dapat dipidana seumur hidup.

Dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020 itu dikutip Minggu (2/8), hakim harus mempertimbangkan kategori kerugian keuangan negara; tingkat kesalahan, dampak dan keuntungan; rentang penjatuhan pidana; keadaan yang memberatkan atau meringankan; penjatuhan pidana serta ketentuan lain yang berkaitan dengan penjatuhan pidana.

Berkaitan dengan kategori keuangan, dalam mengadili perkara Pasal 2 UU Tipikor, kategori terbagi menjadi 4, yakni paling berat lebih dari Rp 100 miliar, berat lebih dari Rp 25 miliar sampai Rp 100 miliar, sedang lebih dari Rp 1 miliar sampai Rp 25 miliar serta ringan Rp 200 juta sampai Rp 1miliar.

Sementara dalam mengadili Pasal 3, kategori kerugian keuangan negara terbagi menjadi 5, yakni paling berat lebih dari Rp 100 miliar, berat lebih dari Rp 25 miliar sampai Rp 100 miliar, sedang lebih dari Rp1 miliar sampai Rp 25 miliar, ringan Rp 200 juta sampai Rp1miliar serta paling ringan sampai Rp 200 juta.

Untuk kategori paling berat dengan kesalahan, dampak dan keuntungan tinggi, penjatuhan pidana adalah 16-20 tahun/seumur hidup dan denda R p800 juta-Rp 1 miliar. Apabila kategori paling berat dengan kesalahan, dampak dan keuntungan sedang hukumannya adalah 13-16 tahun dan denda Rp 650-Rp 800 juta.

Selanjutnya kategori paling berat dengan kesalahan, dampak dan keuntungan ringan hukumannya adalah 10-13 tahun dan denda Rp 500-Rp 650 juta.

Seterusnya hingga kategori paling ringan dengan kesalahan, dampak dan keuntungan ringan hukumannya adalah penjara 1-2 tahun dan denda Rp 50-Rp 100 juta.

Peraturan itu ditetapkan dengan pertimbangan penjatuhan pidana harus memberikan kepastian dan proporsionalitas pemidanaan serta menghindari disparitas perkara yang memiliki karakter serupa.

Ketua Mahkamah Agung meneken peraturan tersebut pada 8 Juli 2020 dan resmi diundangkan oleh Kementerian Hukum dan HAM pada 24 Juli 2020.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Dua Terdakwa Pembunuh Sopir Taksi Online di Garut Divonis Mati
apahabar.com

Hukum

Edar Sabu, Dua Buruh Angkut Banjarmasin Diciduk
apahabar.com

Hukum

Polisi Pembunuh Adik Ipar Divonis Bebas karena Alami Gangguan Jiwa
apahabar.com

Hukum

Zumi Zola Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta
apahabar.com

Hukum

Miris, Santri Ponpes di Martapura Kepergok ‘Ngelem’
apahabar.com

Hukum

Petani asal Madura Nyambi Jual Sabu Dicokok di Banjarmasin
apahabar.com

Hukum

Cerita Manis Napi di Banjarmasin Saat Diganjar Remisi Id
apahabar.com

Hukum

Ini 4 Inisial Artis yang Diduga Terjerat Narkoba
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com