Nekat Takbir Keliling di Kalsel, Simak Sanksi yang Bakal Diterapkan Polisi Subuh Hilang Kontak, Seorang Pria di Telaga Biru Banjarmasin Ditemukan Jadi Mayat Dapat Hidayah, Warga Binaan Lapas Balikpapan Ini Ketika Bebas Ingin Jadi Guru Ngaji Simpan Sabu di Lipatan Kasur, Warga Kelayan Banjarmasin Ini Mati-matian Tak Mengaku Lindungi Hak Konsumen, SPBU Banjarmasin Ditera Ulang

Aturan Baru dari MA: Korupsi Rp 100 Miliar Dapat Dihukum Seumur Hidup

- Apahabar.com Minggu, 2 Agustus 2020 - 20:11 WIB

Aturan Baru dari MA: Korupsi Rp 100 Miliar Dapat Dihukum Seumur Hidup

Ilustrasi. Foto-detikcom/Edi Wahyono

apahabar.com, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) menetapkan peraturan pedoman pemidanaan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang mengatur korupsi di atas Rp 100 miliar dapat dipidana seumur hidup.

Dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020 itu dikutip Minggu (2/8), hakim harus mempertimbangkan kategori kerugian keuangan negara; tingkat kesalahan, dampak dan keuntungan; rentang penjatuhan pidana; keadaan yang memberatkan atau meringankan; penjatuhan pidana serta ketentuan lain yang berkaitan dengan penjatuhan pidana.

Berkaitan dengan kategori keuangan, dalam mengadili perkara Pasal 2 UU Tipikor, kategori terbagi menjadi 4, yakni paling berat lebih dari Rp 100 miliar, berat lebih dari Rp 25 miliar sampai Rp 100 miliar, sedang lebih dari Rp 1 miliar sampai Rp 25 miliar serta ringan Rp 200 juta sampai Rp 1miliar.

Sementara dalam mengadili Pasal 3, kategori kerugian keuangan negara terbagi menjadi 5, yakni paling berat lebih dari Rp 100 miliar, berat lebih dari Rp 25 miliar sampai Rp 100 miliar, sedang lebih dari Rp1 miliar sampai Rp 25 miliar, ringan Rp 200 juta sampai Rp1miliar serta paling ringan sampai Rp 200 juta.

Untuk kategori paling berat dengan kesalahan, dampak dan keuntungan tinggi, penjatuhan pidana adalah 16-20 tahun/seumur hidup dan denda R p800 juta-Rp 1 miliar. Apabila kategori paling berat dengan kesalahan, dampak dan keuntungan sedang hukumannya adalah 13-16 tahun dan denda Rp 650-Rp 800 juta.

Selanjutnya kategori paling berat dengan kesalahan, dampak dan keuntungan ringan hukumannya adalah 10-13 tahun dan denda Rp 500-Rp 650 juta.

Seterusnya hingga kategori paling ringan dengan kesalahan, dampak dan keuntungan ringan hukumannya adalah penjara 1-2 tahun dan denda Rp 50-Rp 100 juta.

Peraturan itu ditetapkan dengan pertimbangan penjatuhan pidana harus memberikan kepastian dan proporsionalitas pemidanaan serta menghindari disparitas perkara yang memiliki karakter serupa.

Ketua Mahkamah Agung meneken peraturan tersebut pada 8 Juli 2020 dan resmi diundangkan oleh Kementerian Hukum dan HAM pada 24 Juli 2020.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hukum

Sudah Beristri, Oknum Guru Olahraga di Banjarbaru Tega Cabuli Muridnya Sendiri
apahabar.com

Hukum

Per Juni 2020, Polres Banjar Ringkus 5 Bandar Besar Sabu
apahabar.com

Hukum

14 Orang Diamankan Saat Pesta Sabu
apahabar.com

Hukum

Komplotan Curanmor di Banjarbaru Dibongkar, Anak di Bawah Umur Terlibat
apahabar.com

Hukum

4 Tahun Cabuli Bocah di Bawah Umur, Pria Lajang Banjarbaru Akhirnya Diringkus
apahabar.com

Hukum

Nyelonong ke Kamar, Nekat Cabuli Istri Teman
apahabar.com

Hukum

Terlalu, Warga Amuntai Gadaikan Motor Teman untuk Jaminan Hutang
apahabar.com

Hukum

Bareskrim Periksa Bachtiar Nasir Sebagai Tersangka Rabu Besok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com