PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata Debat Kedua Pilbup Tanbu: SHM – MAR Komitmen Majukan Pelaku UMKM di Bumi Bersujud

Esok, Puskesmas Se-Banjarmasin Gelar Tes Swab Massal

- Apahabar.com Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:34 WIB

Esok, Puskesmas Se-Banjarmasin Gelar Tes Swab Massal

Banjarmasin hanya mengusulkan 443 orang saja pada tes usap secara massal untuk mendeteksi virus corona, esok. Foto ilustrasi swab-ANTARA

apahabar.com, BANJARMASIN – Tes usap secara massal bakal digelar serentak di seluruh kabupaten/kota di Banjarmasin, termasuk Banjarmasin.

Swab test massal ini bagian dari upaya Pemprov Kalsel melacak warga yang memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Di Kalsel, tes yang menggunakan sampel lendir ini ditargetkan sebanyak 10.000 spesimen. Banjarmasin hanya kebagian 443 saja.

“Iya mulai besok kita keliling puskesmas memantau,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Machli Riyadi kepada apahabar.com, Rabu (13/8).

Khusus Banjarmasin, Machli menyebut pelaksanaan tes swab sebenarnya telah dimulai sejak lama. Terhitung Senin lalu (10/8).

Rencana Pemprov sendiri dari 14 hingga 17 Agustus mendatang. Selama 3 hari penuh dilakukan tes pengambilan lendir.

Sehingga, kata Machli, dengan kurun waktu yang panjang bisa mencapai target peserta swab.

“Dan tentu akan melakukan penambahan dari target kita. Barangkali ada laporan dari kelompok masyarakat atau komunitas,” ucapnya.

Ia mengatakan mereka yang diswab adalah orang yang dalam status suspek dan probable.

Di Kota Seribu Sungai, pelaksanaan swab melibatkan 26 puskesmas.

Laboraturium kesehatan di depan Dinkes Banjarmasin turut digunakan untuk tempat swab.

“Jadi tidak terpaku pada satu titik, tapi dibagi ke Puskesmas. Itu teknis yang kita lakukan,” ucapnya.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina telah membeberkan alasan mengapa tidak banyak yang diusulkan untuk tes kali ini.

“Tidak boleh sembarangan. Kecuali memang tenaga medis dan juga tenaga yang melayani pelayanan publik,” jelasnya.

Untuk itu, Ibnu hanya mengusulkan sekitar 443 saja untuk dilakukan swab, dan menjadi prioritas.

“Prioritas kita 443 saja. Tapi tenaga medis kan juga memang dianjurkan termasuk yang melakukan pelayanan publik serta yang kontak erat, nah mungkin itu bisa. Tapi tentunya bertahap juga,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polsek Rantau Badauh Tindak Lanjuti Pergub dan Sanksi Kapolda
apahabar.com

Kalsel

Mengenal Yuniati Karlina, Perancang Motif Sasirangan Batola
apahabar.com

Kalsel

Perayaan Malam Tahun Baru di Balangan, 134 Personel Diterjunkan
apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong, Rumah Kosong di Gatot Subroto Terbakar

Kalsel

VIDEO: Puluhan Rumah di Pekapuran Diamuk Si Jago Merah
apahabar.com

Bank Kalsel

Pemanggilan 12 Mahasiswa dan Direktur Walhi Kalsel Dinilai Janggal
apahabar.com

Kalsel

Tiga Perwira Polres Balangan Dirotasi
apahabar.com

Kalsel

Jelang Ibadah Jumatan, Warga Panik Rumah di Loktabat Utara Terbakar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com