Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Bantu Bayi Hidrosefalus, Bupati Batola Juga Tekankan Evaluasi Pelayanan Kesehatan

- Apahabar.com     Senin, 10 Agustus 2020 - 16:10 WITA

Bantu Bayi Hidrosefalus, Bupati Batola Juga Tekankan Evaluasi Pelayanan Kesehatan

Kondisi kepala Muhammad Ismail (berada dalam gendongan), terus membesar seiring penambahan cairan di kepala. Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Harapan pasangan Piani (42) dan Rahimah (23) memperoleh anak pertama memang telah terpenuhi. Namun mereka juga dicoba dengan kondisi sang bayi yang menderita hidrosefalus bawaan.

Diberi nama Muhammad Ismail, bayi yang lahir 23 Juli 2020 tersebut merupakan anak pertama pasangan dari desa Sungai Ramania RT 01 RW 01 di Kecamatan Mandastana tersebut.

Semenjak dilahirkan melalui operasi cesar di Rumah Sakit Islam Banjarmasin, kepala bayi tersebut terus membesar.

Ketika dilahirkan hanya berbobot 2,8 kilogram, sekarang berat Ismail sudah mencapai sekitar 5 kilogram akibat penambahan cairan di kepala.

“Istri saya sempat menjalani pemeriksaan USG pertama dalam usia kehamilan 8 bulan. Lalu USG kedua dilakukan setelah menjalani 9 bulan,” jelas Piani, Senin (10/8).

“Selain pemeriksaan USG, istri saya juga sering memeriksakan kehamilan di Polindes Sungai Ramania,” imbuh pria yang sehari-hari bertani dan buruh bangunan ini.

Direncanakan Ismail dirujuk ke RSUD Ulin untuk perawatan lebih lanjut, setelah selama 4 hari dirawat di RS Islam.

Untuk pembiayaan pengobatan, sang bayi sudah ditanggung Kartu Indonesia Sehat (KIS). Mereka juga mendapatkan bantuan dari Yayasan Sedekah Kemanusian binaan Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani AS.

Selain memberikan bantuan, Noormiliyani juga menekankan evaluasi pelayanan kesehatan di Kecamatan Mandastana.

“Sebenarnya semua pelayanan kesehatan di kecamatan harus dievaluasi. Namun terkhusus di Kecamatan Mandastana dulu, mengingat sudah 3 bayi yang lahir dalam kondisi memprihatinkan,” tegas Noormiliyani.

Sebelum Muhammad Ismail, 2 bayi dari Mandastana juga lahir tidak dalam kondisi ideal. Ironisnya kelahiran mereka hampir berbarengan.

Aliqa Azzahra mengalami jantung bocor bawaan. Bayi dari Desa Puntik Luar ini sekarang dirawat di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) di Jakarta sejak 14 Juni 2020.

Disusul Aisyah Nurhamid yang juga mengalami kelainan bawaan. Bayi dari Desa Puntik Tengah ini menderita omfalokel atau usus keluar dari pusar, bibir sumbing, telinga kanan tanpa lubang dan jantung bocor bawaan.

“Rasa lamah lintuhut (lemah persendian lutut, red) melihat kondisi bayi-bayi seperti itu. Selain membantu melalui pendanaan, kami juga harus mengevaluasi pelayanan kesehatan,” jelas Noormiliyani.

“Misalnya disebabkan masyarakat enggan datang berperiksa, situasi pelayanan, tempat menuju pelayanan, atau kekurangan infrastruktur. Dari hasil evaluasi itu, selanjutnya segera ditindaklanjuti,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PPKM

Batola

PPKM di Batola, Diputuskan Setelah 12 Januari
jalan nasional

Batola

Beban Tambah Berat, Jalan Nasional di Gampa Asahi Batola Rusak Parah
Bank Kalsel

Bank Kalsel

Catut Nama Petinggi Bank Kalsel Marabahan, Pengangguran Sukses Tipu Warga
apahabar.com

Batola

Uji Publik DPS, KPU Barito Kuala Tindaklanjuti Analisis Bawaslu
banjir

Batola

Korban Banjir di Batola Mulai Diungsikan Hingga Marabahan
kelotok

Batola

Satu Korban Kelotok Tenggelam di Kuripan Batola Ditemukan Meninggal
apahabar.com

Batola

Mirip Organ Kewanitaan, Begini Khasiat Bunga Telang dari Danda Jaya Batola
apahabar.com

Batola

Lewat Pertunjukan Virtual, Noormiliyani Semangati Seniman Barito Kuala
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com