Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7 KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Tiga Jadwal Krusial Persib di Liga 1 2020 Bulan Oktober, Madura vs Persib, Persib vs Bali United, PSM Makassar vs Persib Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru

Batalkan Haji Padahal Sudah Diniatkan, Berdosakah?

- Apahabar.com Sabtu, 8 Agustus 2020 - 05:30 WIB

Batalkan Haji Padahal Sudah Diniatkan, Berdosakah?

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Setelah diputuskan tidak ada pemberangkatan haji 2020, sebagian calon jemaah haji memilih menarik setoran dana haji tersebut. Dengan begitu, yang bersangkutan kehilangan kursi (Kuota) haji di tahun depan.

Nah, sikap membatalkan haji di saat mendapat kesempatan seperti itu apakah dibolehkan?

Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Misbahul Munir menjelaskan, salah satu syarat wajib berhaji adalah mampu baik dari sisi finansial maupun kesiapan lainnya, seperti jaminan keamanan dalam berhaji, sehat fisik, dan memi liki kuota atau porsi haji.

Menurut Kiai Munir, tidak menjadi persoalan bagi seorang Muslim membatalkan rencananya berhaji dan menarik kembali dana setoran hajinya ketika masih berada di Tanah Air atau belum memasuki waktu berhaji.

Namun, pembatalan haji tidak boleh dilakukan ketika sudah berada di Tanah Suci dan sudah memasuki waktu dan niat haji. Konsekuensinya bila membatalkan maka orang tersebut harus membayar dam.

“Kalau dia sudah ada di Makkah, dia sudah ada di sana kemudian dia pulang ke Indonesia padahal dia sudah niat melaksanakan haji. Sudah masuk niat, kok dibatalin, itu ada denda, ada dam yang harus dibayar, arti nya ada salahnya dia. Itu perbedaan antara di Indonesia dan di Arab Saudi,” kata kiai Misbahul Munir seperti dikutip dari Republika, Jumat (7/8).

Baca juga :  Sepekan Operasi Yustisi di HST, Puluhan Warga Masih Langgar Prokes

Kiai Munir menjelaskan, orang yang sudah masuk ke Kota Makkah dan berniat berhaji maka harus melaksanakan hajinya dengan sempurna. Bila sudah masuk pelaksanaan ibadah haji, kemudian orang tersebut mundur dari pelaksanaan haji maka harus membayar denda.

Sementara itu, terkait dana setoran haji yang diambil kembali menurut Kiai Misbahul juga tidak ada masalah. Dana tersebut halal untuk digunakan keperluan sehari-hari. Terlebih menurutnya bila orang tersebut memiliki kebutuhan mendesak.

“Apabila dia membutuhkan uang yang dipergunakan mendesak tidak apa-apa secara fikih. Jadi, misalnya orang yang sudah daftar haji kemudian uangnya ditarik lagi karena keperluan sehari-hari yang mendesak ya tidak apa apa, uangnya dia. Berarti dia pada saat itu tidak masuk pada orang yang istithaah atau tidak masuk orang yang mampu (berhaji) karena didesak oleh kebutuhan yang lain,” kata dia.

Baca juga :  Jubir Covid-19 Kaltim Positif Covid-19, Berawal dari Lengah dan Tanpa Gejala

Meski demikian, Kiai Munir menjelaskan, akan lebih baik orang tersebut mempertahankan dana hajinya. Sedang untuk keperluan lain dapat mencari pendanaan dari lainnya. Sehingga orang tersebut masih dapat memiliki kesempatan istimewa untuk melaksanakan ibada haji tahun selanjutnya.

“Kalau memang kita ingin niat haji dan terlaksana niat tersebut, tabungannya jangan ditarik. Karena itu, sudah masuk ke dalam niat dalam hatinya jangan diutak-atiklah. Sehingga ketika dia dipanggil oleh Allah, maka dia dalam keadaan niat mau melaksanakan haji. Tapi, dia tak mampu dari sisi kuota, keamanan, karena masih musim Corona kan tidak aman, maka dia tidak termasuk orang golongan istithaah atau yang mampu memaksa ibadah haji,” kata dia.

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Sunah Tak Sebatas Tampilan
apahabar.com

Ceramah

Ibunda Rasulullah SAW Pernah Bermimpi akan Bahayanya Penyakit Hasad
apahabar.com

Habar

Menatap Haji Tahun Depan, Kemenag Janji Tambah Konsumsi
apahabar.com

Religi

Pusdai Gelar Disabilitas Mengaji, Catat Rekor Baru
apahabar.com

Habar

Jelang Hari Raya di Tengah Pandemi, MUI Beberkan Cara Salat Idul Fitri di Rumah
apahabar.com

Habar

Beri Kuliah di IAID Martapura, Rektor Al Ahgaff: Islam Harus Unggul
apahabar.com

Habar

Demi Kelancaran Haul Sekumpul ke 15, Kepala Desa Tungkaran; Warga Satu Kampung Disiagakan
apahabar.com

Religi

7 Fakta Unik di Haul Abah Guru Sekumpul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com