Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Belum Mayoritas Ikut Swab, Anggota DPRD Batola Dikritik

- Apahabar.com Rabu, 19 Agustus 2020 - 17:19 WIB

Belum Mayoritas Ikut Swab, Anggota DPRD Batola Dikritik

Demi memberi contoh kepada masyarakat, anggota DPRD Batola ditantang mengikuti tes swab. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sikap sejumlah anggota DPRD Barito Kuala tidak mengikuti swab test, akhirnya mendapat kritikan dari elemen masyarakat.

Pelaksanaan swab test sudah ribuan kali dilakukan di Batola. Itu termasuk target 644 orang dalam program swab test masif yang diinisiasi Pemprov Kalimantan Selatan.

Faktanya dari 35 anggota DPRD Batola, baru segelintir yang mengikuti swab. Mereka yang diketahui sudah memeriksakan diri adalah Syarif Faisal, Amanuddin Murad dan Reza Widya Noor.

Juga terdapat 4 pegawai Sekretariat Dewan sudah menjalani swab, termasuk Moch Aziz yang menjabat Kabag Humas Protokol.

“Semestinya semua anggota DPRD Batola menjalani swab, karena mereka sudah beberapa kali melakukan kunjungan keluar daerah seperti Tamiang Layang, Buntok, Sampit dan Palangka Raya,” cetus Suriansyah, salah seorang warga Marabahan, Rabu (19/8).

“Ironisnya setelah mengunjungi daerah-daerah yang notabene masih berstatus zona merah, mereka tidak melakukan isolasi mandiri dan menolak swab,” imbuhnya.

Diyakini keengganan sejumlah anggota DPRD Batola berimplikasi buruk terhadap masyarakat. Di antaranya dengan ikut-ikutan menolak rapid maupun swab test.

“Wajar kalau masyarakat menolak ikut rapid dan swab test, karena anggota DPRD memberikan contoh yang kurang baik dalam mendukung upaya pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19,” seru Suriansyah.

“Pun di sisi lain, kunjungan kerja keluar daerah itu masih bisa dilakukan melalui virtual. Justru dengan bepergian ke daerah lain, mereka bisa saja pulang membawa virus,” tambahnya.

Sementara Ketua DPRD Batola, Saleh, menampik kalau mereka tidak mendukung upaya pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19.

“Kami sudah beberapa kali melakukan rapid test masal, termasuk 31 Agustus mendatang. Beberapa anggota DPRD Batola juga sudah mendaftarkan diri,” tukas Saleh.

“Kalau kemudian hasil tes reaktif, tentu ditindaklanjuti dengan swab yang diikuti dengan isolasi mandiri,” imbuhnya.

Kendati baru beberapa yang mengikuti swab, Saleh mengklaim sebagian besar anggota DPRD Batola melakukan rapid test mandiri sebagai langkah antisipasi.

“Contohnya saya hampir selalu melakukan rapid test seusai mengikuti acara yang melibatkan banyak orang, termasuk perjalanan dinas keluar daerah. Demikian pula anggota dewan yang lain,” tandas Saleh.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Percepat Reformasi Birokrasi, Kemenpan RB Adakan Workshop di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Bak Kolam Ikan, Warga Tapin Tanam Pohon Pisang di Jalanan
apahabar.com

Kalsel

5 Mahasiswa Balangan yang Belajar ke China Belum Pulang
apahabar.com

Kalsel

Benda Misterius Diduga Bom Hebohkan Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Rumah Mahasiswi Digerebek Warga, 5 Muda-mudi Didapati Sedang ‘Kumpul’
apahabar.com

Kalsel

Imbauan Tidak Cukup, Guru Bakhiet: Perlu Tindakan Tegas untuk Hindari Sebaran Covid-19
RS Siaga

Kalsel

RS Siaga Banjarmasin Tampung Puluhan Korban Banjir
apahabar.com

Kalsel

Hujan Kembali Guyur Kalsel Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com