Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Benarkah Anak Terlahir Caesar Sistem Imunnya Terganggu?

- Apahabar.com Jumat, 28 Agustus 2020 - 05:15 WIB

Benarkah Anak Terlahir Caesar Sistem Imunnya Terganggu?

Ilustrasi. Foto: Pixabay

apahabar.com, JAKARTA – Anak-anak yang lahir melalui prosedur persalinan caesar disebut memiliki sistem kekebalan tubuh tak sekuat mereka dengan kelahiran pervaginaan. Benarkah ini?

“Si kecil yang lahir dengan persalinan c-section mendapatkan mikrobiota dari lingkungan rumah sakit. Bakteri baik lebih sedikit dibandingkan yang lahir secara normal dan berpotensi mengalami disbiosis,” ujar dokter anak konsultan gastro hepatologi, Prof. Moh Juffrie, dalam Digital Seminar Optimalkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar dengan Mikrobiota Sehat, Kamis (27/8).

Lebih lanjut dikatakannya, ketidakseimbangan mikrobiota (disbiosis) dalam sistem gastrointestinal memicu risiko terjadinya gangguan imunitas, termasuk alergi terhadap makanan, penyakit metabolik semisal diabetes melitus dan obesitas, lalu penyakit terkait pencernaan.

Sementara itu, anak yang lahir melalui pervaginaan atau normal mendapatkan mikrobiota dari jalan lahir, sehingga jumlah bakteri baiknya tinggi.

Sebuah penelitian menunjukkan, anak lahir caesar butuh waktu enam bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan anak lahir normal sehingga anak lahir caesar memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai gangguan sistem imunitas.

“Mikrobiota saluran cerna didapatkan sejak anak lahir dan berkembang hingga usia 3 tahun. Periode tersebut merupakan waktu penting untuk membentuk mikrobiota yang sehat untuk mendukung sistem imun anak,” kata Juffrie.

Namun, anak-anak yang lahir melalui prosedur caesar masih bisa jumlah mikrobiotanya mencapai keseimbangan, salah satunya memberinya ASI sesuai anjuran para pakar kesehatan.

ASI mengandung nutrisi lengkap termasuk probiotik dan prebiotik yang dapat memodulasi mikrobiota.

“ASI mengandung lebih dari 200 spesies mikroorganisme yang dikenal sebagai probiotik dan human milk oligosaccharides atau yang dikenal sebagai prebiotik. Kombinasi probiotik dan prebiotik yang bekerja sinergis dan memberikan efek, dikenal juga dengan Sinbiotik, dapat membantu mempercepat kolonisasi bakteri baik dan meningkatkan jumlah bakteri baik seperti Bifidobacterium pada si kecil yang lahir secara caesar,” kata Juffrie.

Hal ini, sambung dia, dapat membantu meningkatkan sistem imun selama dua tahun pertama kehidupan serta menurunkan risiko anak mengidap penyakit alergi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Harga dan Spesifikasi Realme C17, Tipe Tertinggi Seri C Pesaing Xiaomi Redmi Note 9
apahabar.com

Gaya

Jangan Panik, Ini Tips Turunkan Demam Si Kecil
apahabar.com

Gaya

Selama Ramadan, Traffic internet naik 20 persen
apahabar.com

Gaya

Pecinta Motor Dua Tak: Pembina Brotherhood Of Two Stroke Sebut Dua Tak Juga Punya Kelas
Bold Riders Banjarmasin

Gaya

Rayakan Ultah Ketiga, Bold Riders Banjarmasin Tanam Bibit Pohon Buah di Kiram Park

Gaya

Berjuang, Starcase Event Banjarmasin Gelar Konser Musik dengan Prokes Covid-19
apahabar.com

Gaya

Mengapa Covid-19 Bikin Orang Sehat Jadi Diabetes?
apahabar.com

Gaya

Google Memungkinkan Bahasa Isyarat dalam Panggilan Video
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com