ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Kalsel

Sabtu, 1 Agustus 2020 - 17:32 WIB

Berbobot 879,5 Kg, Kesehatan Sapi Kurban Jokowi untuk Banjarmasin Disoroti DKP3

Reporter: Bahaudin Qusairi - apahabar.com

Proses penyembelihan hewan kurban yang ddipantau DKP3.
Foto-Istimewa

Proses penyembelihan hewan kurban yang ddipantau DKP3. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kesehatan hewan kurban adalah bagian penting dalam pelaksanaan ibadah kurban. Nah bagaimana dengan kesehatan sapi kurban hadiah dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk warga kota Banjarmasin?

Kepala Bidang Peternakan dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, Anwar Ziyadi menyebutkan daging yang dihasilkan sapi kurban Presiden Jokowi berbobot 879,5 Kg.

Pemotongan sapi kurban berlangsung di rumah potong hewan di kawasan Basirih, Banjarmasin Selatan pada Sabtu (1/8).

“Tadi dari hasil pemeriksaan tim, kualitas daging, hati dan paru sapi kurban Presiden sehat. Tidak ada penemuan Attrack serta TBC,” ujar Anwar.

Baca juga :  Pemprov Kalsel Pertimbangkan Sanksi Denda Tanpa Masker

Presiden menyerahkan sapi kurban bernilai Rp75 juta ini ke Mesjid Noor Banjarmasin.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Kamis lalu (30/7).

DKP3, kata Anwar dipercayakan pengelola badan Mesjid Noor Banjarmasin untuk menyembelih hingga memeriksa kesehatan daging sapi kurban Presiden.
“Dia mengatakan, dagingnya sangat berkualitas. Demikian dari kesimpulan hasil pemeriksaan tim kesehatan hewan dari DKP3,” ujarnya.

Setelah diperiksa, pihak Mesjid Noor yang menyalurkan potongan daging sapi kurban Presiden kepada warga.

Ditambahkan, Anwar menjelaskan tim kesehatan dan veteriner kembali memastikan kesehatan daging yang dibagikan kepada warga memenuhi standar.

Baca juga :  Pulkam, 2 Mahasiswa UMM Praktekkan Ilmu ke Warga Desa HST

Adapun titik pemantauan, RPH Banjarmaain, Yayasan Al-Ihsan, Mesjid Hasanudin Majedi, Mesjid Al Muhajirin, Mesjid Mujahidin, Mesjid Sabilal, Mesjid Al Jihad, Mesjid Jami, Mesjid At-Taqwa, Mesjid Arafah dan Mesjid Imam Syafi’ie.

Khusus di Mesjid Al Muhajiri, terdapat satu hati yang bermasalah ditemukan di salah satu sapi kurban. Dengan begitu, Anwar menyarankan kepada pengelola tempat ibadah tersebut untuk tidak membagikannya hati tersebut kepada warga.

Apabila ada manusia yang mengkonsumsinya, maka bakal dipastikan sakit.

“Karena hati yang bermasalah itu mempunyai penyakit menular ke manusia,” tegasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjarmasin, Lutfi: Pemkot Wajib Salurkan Kebutuhan Pokok Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Bertambah Belasan, 6 Positif Covid-19 di Kotabaru Pejuang Medis dan WNA
apahabar.com

Kalsel

Sebulan, Polisi Ungkap Ratusan Kasus Narkoba di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Parisj Van Borneo Festival Digelar Akhir Agustus di HST

Kalsel

Ikut Gali Kubur, Kapolresta Terkesan dengan Sosok Guru Zuhdi
apahabar.com

Kalsel

Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Sering Macet, Ruko Dekat Jembatan Antasan Kecil Timur II Akhirnya Dibongkar
apahabar.com

Kalsel

Terima Ratusan Aduan, Ombudsman Kalsel: Didominasi Sengketa Agraria
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com