Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Blak-blakan Kepala BNN HSU: Pengedar Lebih Aman Beraksi dari Penjara

- Apahabar.com Sabtu, 22 Agustus 2020 - 23:05 WIB

Blak-blakan Kepala BNN HSU: Pengedar Lebih Aman Beraksi dari Penjara

Sudah menjadi rahasia umum jika pengedar ternyata lebih aman mengendalikan narkoba dari balik jeruji besi. Foto ilustrasi-Istimewa

apahabar.com, AMUNTAI – Sudah menjadi rahasia umum jika pengedar ternyata lebih aman mengendalikan narkoba dari balik jeruji besi.

“Saya pernah berbincang dengan salah satu pengedar narkoba di lembaga pemasyarakatan, ternyata mereka mengaku lebih aman melakukan aksinya di dalam penjara, karena tidak ditangkap aparat, sedangkan di dalam penjara mereka tidak ditangkap dan cukup dengan main uang, ” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, H Syamsuddin, Syamsuddin, Sabtu (22/8).

Pengedar, kata dia, daripada berkeliaran bebas di luar lebih aman beraksi dari penjara lantaran mendapat beking dari oknum aparat.

apahabar.com

Kepala BNNK Hulu Sungai Utara (HSU) H Syamsuddin. Foto-Antara

“Sudah menjadi rahasia umum jika sebagian oknum aparat juga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba,” ujar mantan Kasat intel Polres HSU itu.

Syamsuddin akan tak segan-segan melaporkan oknum aparat kepada pimpinannya apabila menjumpai mereka turut bermain atau terlibat dalam peredaran narkoba.

Adapun temuan ini diungkap Syamsuddin saat menjadi narasumber pada rapat kerja pemberdayaan masyarakat anti-narkoba di Ballroom Hotel Balqis Amuntai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Sugeng Riyadi yang menghadiri rapat kerja tersebut mengharapkan BNNK dan aparat kepolisian bisa menyamakan visi dan misi dalam pemberantasan narkoba.

Sugeng juga menyarankan BNNK dan kepolisian menggali informasi terkait peta dan jaringan peredaran narkoba melalui warga binaan kasus narkoba di lembaga pemasyarakatan maupun lokasi lainnya.

Menurut Sugeng, masyarakat sebenarnya bisa memberikan informasi atau melaporkan keberadaan para pengedar atau bandar narkoba namun kebanyakan tidak peduli.

“Jika ada tetangganya yang menjual narkoba, warga seringkali juga tidak peduli,” katanya.

Sugeng mengharapkan tokoh masyarakat dan agama lebih peduli dan aktif dalam memerangi peredaran narkoba.

Sugeng melihat masih tidak ada niat dan keinginan yang kuat dari aparat pemerintah desa termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agamanya untuk berupaya mencegah dan memberantas narkoba.

“BNNK harus menggandeng pemerintah desa dan mengarahkan anggaran besar di desa untuk memberdayakan relawan anti narkoba dan melakukan sosialisasi,” kata Sugeng.

Ia menegaskan, persoalan pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah dan BNNK, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi muda dan bangsa. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Tugboat Hantam Rumah

Kalsel

Braakkk!!! Tugboat Hantam Rumah di Sungai Barito, Belasan Warga Jadi Korban
apahabar.com

Kalsel

Penjambretan di Banjarmasin, Aksi Kejar-kejaran Berakhir di Rawasari
apahabar.com

Kalsel

Lebaran, Limbah Rumah Tangga di Kota Banjarmasin Paling Dominan
apahabar.com

Kalsel

Dugaan Ijazah Palsu Kades Kersik Putih, Cuncung : Usut Tuntas!
apahabar.com

Kalsel

Ungkap Sabu 508 Kg, 42 Personel Ditresnarkoba Diganjar Penghargaan Kapolda Kalsel

Kalsel

Niat Tolong Teman, Pria di Banjarmasin Tewas Terlindas Pengangkut Kontainer
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS: Massa Terus Mengalir ke KNPI Kalsel, Tolak Omnibus Law!
apahabar.com

Kalsel

Sudah 8 Kali Beraksi, Dua Jambret Ini Tertangkap Warga di Cendrawasih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com