Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

BNNK Banjarmasin Ajak Pengusaha Hotel Cegah Peredaran Narkoba

- Apahabar.com Selasa, 25 Agustus 2020 - 12:49 WIB

BNNK Banjarmasin Ajak Pengusaha Hotel Cegah Peredaran Narkoba

Sedikitnya 30 pengusaha perhotelan dan perusahaan swasta di Banjarmasin mengikuti sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarmasin kian gencar melakukan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.

Kali ini, BNNK Banjarmasin menyasar pengusaha perhotelan dan perusahaan swasta di kota Seribu Sungai.

“Sedikitnya, terdapat 30 pengusaha perhotelan dan perusahaan swasta di Banjarmasin yang mengikuti sosialisasi ini,” ucap Kepala BNNK Banjarmasin, AKBP Agus Lukito, Selasa (25/8) pagi.

AKBP Agus Lukito mengajak seluruh pengusaha perhotelan agar turut serta mengawasi dan mencegah peredaran gelap narkoba di Banjarmasin.

“Minimal bisa mengajak seluruh karyawan untuk tidak menggunakan narkoba,” katanya.

Ia juga menyarankan agar pengusaha perhotelan membentuk satuan tugas (Satgas) anti narkoba di internal perusahaan.

“Dengan tujuan memonitor kegiatan yang berkaitan dengan anti narkoba,” jelas AKBP Agus.

Selain itu, Agus Lukito meminta para pengusaha perhotelan yang mempunyai kerabat kecanduan narkoba agar membawa ke BNNK Banjarmasin untuk proses rehabilitasi.

“Itu gratis dan tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Narkoba, sambung dia, memiliki dampak negatif bagi kehidupan, terlebih di lingkungan kerja.

“Di antaranya seperti menurunnya produktivitas kerja, kurangnya konsentrasi, meningkatkan risiko kecelakaan, dan merusak citra tempat kerja,” sebutnya.

Oleh sebab itu, mereka terus mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap barang haram tersebut.

Sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2020 – 2024.

“Lebih dari 90 persen penyalahgunaan narkoba berada pada usia 15 – 34 tahun. Ini berdasarkan penelitian Universitas Indonesia dan BNN Pusat,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela

Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

UPT Puskesmas Sungai Tabuk 2 Beroperasi
apahabar.com

Kalsel

Banjir di HSU Telan Nyawa, Seorang Tewas Tersetrum
apahabar.com

Kalsel

Ditjen Perhubungan Darat dan BPTD XV Kalsel Galakkan Gerakan Ketertiban di Jalan
apahabar.com

Kalsel

Berkah HUT Ke-74 RI, PBB dan Air Bersih Veteran Banjarmasin Gratis Setahun
apahabar.com

Kalsel

Ibnu Sina hingga Anggota DPRD Kalsel Hadiri Banjarmasin Berselawat
apahabar.com

Kalsel

Dianggap Ganggu Pengguna Jalan, Belasan Badut di Kotabaru Ditertibkan
apahabar.com

Kalsel

Horee, Lusa Gaji Ke-13 ASN Banjarbaru Cair!
Kuasa Hukum Pimred Banjarhits Desak Kumparan Bertanggung Jawab

Kalsel

Kuasa Hukum Pimred Banjarhits Desak Kumparan Bertanggung Jawab
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com