Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka

Boros Anggaran, Presiden Bertekad Sederhanakan Jenjang Birokrasi

- Apahabar.com Rabu, 26 Agustus 2020 - 13:28 WIB

Boros Anggaran, Presiden Bertekad Sederhanakan Jenjang Birokrasi

Presiden RI Joko Widodo. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo bertekad menyederhanakan jenjang birokrasi yang terlalu banyak di berbagai sektor.

Harus disederhanakan, kata Presiden, agar anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi kehidupan masyarakat.

“Organisasi birokrasi yang terlalu banyak jenjang dan terlalu banyak divisi harus kita sederhanakan. Eselonisasi harus kita sederhanakan,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya di Aksi Nasional Pencegahan Korupsi yang diikuti dari Istana Kepresidenan RI, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/8).

Selama ini, kata Presiden, jenjang birokrasi yang terlalu banyak disertai dengan tingkat eselon yang tidak efektif, justru memboroskan anggaran.

Dana dari pemerintah lebih banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan rutin birokrasi yang tidak efektif. Selain itu, birokrasi dan eselonisasi yang bertingkat pun membuat pengawasan anggaran menjadi sulit.

“Terlalu banyak eselon akan makin memperpanjang birokrasi, akan makin memecah anggaran dengan unit-unit yang kecil-kecil, yang sulit pengawasannya, dan anggaran akan habis digunakan hanya untuk rutinitas saja,” katanya.

Presiden menginginkan anggaran untuk program-program strategis yang berpengaruh pada kebutuhan nasional dan memenuhi kepentingan masyarakat.

“Itu yang membawa lompatan-lompatan kemajuan kita,” kata presiden.

Oleh karena itu, presiden menegaskan bahwa birokrasi yang mengorbankan kepentingan rakyat harus dirombak.

Efektivitas dan transparansi perlu diutamakan dengan memanfaatkan proses digitalisasi sehingga memudahkan masyarakat.

“Regulasi kita perbaiki, tata kerja birokrasi kita sederhanakan dan transparansikan serta pemanfaatan teknologi informasi, digitalisasi, yang mudah diakses rakyat harus terus kita kembangkan,” kata Jokowi. (ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Subsidi ‘Si Melon’ Segera Disetop, Gas Industri Jadi Murah
apahabar.com

Nasional

Kementerian PUPR: Kondisi Jalur Mudik Motor Dipastikan Laik
apahabar.com

Nasional

Kecelakaan di Tol Cipali Kembali Memakan Korban
apahabar.com

Nasional

Usulan Anggota Dewan Pengawas KPK, Jokowi Sebut Sejumlah Nama
apahabar.com

Nasional

KPU: 54 Petugas KPPS Meninggal dan 32 Orang Sakit Pasca Pemilu
apahabar.com

Nasional

Trending Twitter Gilang dan Bungkus, Fetish Kain Jarik Berkedok Riset
apahabar.com

Nasional

Warga Pulau Sebesi Belum Tersentuh Bantuan Pasca-Disapu Tsunami
apahabar.com

Nasional

Omnibus Law Diprediksi Buat Sektor Teknologi Berkembang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com