Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan! Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru

BOS untuk Kuota Internet, Kepsek di Banjarmasin Dapat Lampu Hijau

- Apahabar.com Senin, 3 Agustus 2020 - 14:24 WIB

BOS untuk Kuota Internet, Kepsek di Banjarmasin Dapat Lampu Hijau

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah merevisi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Biaya Operasional Sekolah (BOS) Reguler. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim mengeluarkan pernyataan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) boleh untuk membeli kuota internet guru dan siswa.

Kebijakan itu dikeluarkan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah sebagai akibat dari meningkatnya dampak penyebaran Covid-19

Jika tetap dipaksakan turun belajar tatap muka, Nadiem kuatir penyebaran virus Corona akan kembali lebih buruk.

Lantas bagaimana di Kota Banjarmasin? Kepala Dinas Pendidikan Totok Agus Daryanto sedang gencar sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait kebijakan ini.

“Penggunaan dana BOS dituangkan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). Jadi tergantung dari perencanaan yang dibuat oleh sekolah masing-masing,” ujarnya kepada apahabar.com, Senin (3/8).

Artinya, kata dia, perencanaan akan sepenuhnya diserahkan ke sekolah masing-masing.

“Apakah mau memanfaatkan kesempatan tersebut atau tidak,” jelas dia.

Dirinya tak memungkiri, kesulitan paling dihadapi di lapangan adalah menganalisis keperluan pulsa siswa selama mengikuti pembalajaran secara daring.

“Kesulitannya pihak sekolah perlu menganalisa dulu. Lalu pertanggung jawabannya dananya, karena sekolah juga belum memiliki pengalaman mengelola dana untuk pulsa,” pungkasnya.

Totok memastikan pihaknya mendukung penuh langkah Menteri Nadiem.

Terlebih, Pemkot Banjarmasin sudah memasang wifi gratis dengan menggandeng pihak ketiga di sekolah-sekolah.

“Sudah diluncurkan wali kota Ibnu Sina. Jadi nanti ditempatkan di setiap kecamatan di lokasi yang murid dan penduduknya paling banyak,” pungkasnya tanpa menjelaskan sekolah-sekolah dimaksud.

Dari penelusuran media ini, kebanyakan kepala sekolah masih menunggu edaran resmi dari Pemkot Banjarmasin. Kepala SMPN 7 misalnya.

“Jika dihitung-hitung keperluan pulsa buat siswa tidak terlalu besar. Sepadan saja dengan uang saku,” ucap Kabul.

Sedangkan untuk pulsa guru tidak dianggarkan, kata dia, karena pihak sekolah telah menyediakan wifi gratis di sekolah.

Kabul menambahkan dana BOS pusat yang diterima SMPN 7 setiap tahunnya mencapai Rp652 juta, dengan estimasi satu siswa sebesar Rp 1,1 juta.

“Ada 622 siswa dikalikan Rp1,1 juta per siswa,” imbuhnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Video ‘Banjarmasin of Thousand Rivers’ Banjir Kritik: Promo Wisata Apa Pejabat?
apahabar.com

Kalsel

Kawasan Tambang Intan Cempaka Diusulkan Jadi Pertambangan Rakyat
apahabar.com

Kalsel

Gerakan Sejuta Nasi Kotak, APJI Utamakan Petugas Lapangan GTPP di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Konvoi Sungai, Bank Kalsel Jadi Klotok Favorit
apahabar.com

Kalsel

Jangan Berkerumun! Sembako PSBB di Banjarmasin Cair Esok
apahabar.com

Kalsel

Akhir 2020, Jembatan Mandastana di Batola Berpotensi Dibangun Lagi
apahabar.com

Kalsel

Lepas Sambut Kapolres Banjarbaru Diiringi Suasana Haru
apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong, Belasan Hektare Lahan Warga Birayang HST Ludes Terbakar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com