Bank Data Pilkada Kalsel 2020: 1 Pilgub, 2 Pilwali, 5 Pilbup, Peta Kekuatan 24 Paslon Misteri KDRT Berdarah di Kintap Tala, Polisi Selisik Jejak Suami Pandemi Covid-19, Air-Listrik Balai Karantina Banjarmasin Malah Nunggak! Akun Ilegal Paslon di Banjarmasin, Bawaslu Gandeng Kepolisian Dikira Diare, Wakil Gubernur Kalbar Ternyata Positif Covid-19

BPJS Kesehatan Palangka Raya Gencar Sosialisasi Pepres Nomor 64

- Apahabar.com Kamis, 27 Agustus 2020 - 18:22 WIB

BPJS Kesehatan Palangka Raya Gencar Sosialisasi Pepres Nomor 64

Ilustrasi Kartu Indonesia Sehat. Foto: Dok.jawapos.com

apahahar.com, PALANGKA RAYA — Pemerintah telah resmi menetapkan peraturan presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 yang mengatur penyesuaian besaran iuran peserta program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Untuk itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Cabang Palangka Raya gencar mensosialisasikan implementasi peraturan ini.

Sebagai upaya mendukung tanggap Covid-19, peserta JKN-KIS, yang menunggak dapat mengaktifkan kepesertaannya kembali.

“Hanya melunasi tunggakan iuran paling bànyak 6 bulan, agar dapat dipergunakan,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya, Muhammad Masrur Ridwan, Kamis (27/8).

Sedangkan jika masih ada tunggakan, akan diberi kelonggaran pelunasan sampai 2021 agar status kepersertannya tetap aktif. Tetapi harus melunasi seluruh tunggakan sekaligus.

Baca juga :  IDI Kalteng Mencatat 11 Dokter Terpapar Covid-19

Menurutnya, Perpres yang baru itu telah memenuhi aspirasi masyarakat untuk memberikan bantuan iuran bagi peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) mandiri dan bukan pekerja kelas III.

Besaran iuran JKN-KIS peserta PBPU dan PB/mandiri untuk Januari, Feberuari dan Maret 2020, mengikuti Perpres Nomor 75 tahun 2019, yaitu Rp 160.000 untuk kelas I Rp 110.000 untuk kelas II, Rp 42.000 untuk kelas III.

Sementara untuk April, Mei dan Juni 2020 besaran iurannya mengikuti Perpres Nomor 82 Tahun 2018 yaitu Rp 80.000 untuk kelas I. Rp 51.000 untuk kelas II dan Rp 25.500 untuk kelas III.

Per tanggal 1 Juli 2020 ,iuran JKN-KIS bagi peserta PBPU dan PB disesuaikan menjadi Rp 150.000 untuk kelas I, RP.100.000 untuk kelas II, dan Rp 42.500 untuk kelas III.

Baca juga :  Pemerintah Berharap Saudi Izinkan Jemaah Indonesia Lakukan Umrah

“Namun sebagai wujud dan kepedulian pemerintah terhadap kondisi finansial masyarakat, pemerintah meneràpkan kebijakan khusus bagi peserta PBPU dan PB kelas III tahun 2020,” kata Masrur.

Besar iuran peserta PBPU dan PB kelas III tetap dibayarkan masyarakat sebesar Rp 25.500 sedangkan sisanya sebesar Rp 16.500 diberikan bantuan iuran oleh pemerintah.

“Selanjutnya untuk tahun berikutnya yakni 2021 peserta PBPU dan PB kelas III membayar iuran sebesar Rp 35.000, sedangkan sisanya iuran sebesar Rp 7.000 akan tetap dibantu oleh pemerintah,” tandasnya.

apahabar.com

Kepala BPJS Kesehatan Palangka Raya M Asrur Ridwan. Foto: Istimewa

Editor: Aprianoor

Reporter: Ahc23 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Libido Muncul, Rudi Nekat Onani di Tempat Umum Palangka Raya
apahabar.com

Kalteng

Wow! Aset Pemprov Kalteng yang Dibawa Mantan Pejabat Capai Rp 9 Triliun
apahabar.com

Kalteng

Dapatkan BLT Rp2,4 Juta, Disperindagkop Kapuas Buka Kesempatan UMKM
apahabar.com

Kalteng

Pasca-kebakaran di Sei Hanyo, BPBD Kapuas Bergerak
apahabar.com

Kalteng

Geger, Seorang Narapidana Lapas Sampit Tewas Tergantung di Teralis Kamar Mandi
apahabar.com

Kalteng

Baru Sembuh, Eks Pengidap Covid-19 di Teweh Masuk RS Lagi
apahabar.com

Kalteng

Pandemi Covid-19, Pembelian Beras di Barut Meningkat
apahabar.com

Kalteng

Covid-19 di Kalteng Kembali Melonjak, Sudah 60 Orang Positif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com