Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat

Bukan 200 Kg, Jumlah Sabu yang Dipasok dari Kaltara ke Banjarmasin

- Apahabar.com Jumat, 7 Agustus 2020 - 11:24 WIB

Bukan 200 Kg, Jumlah Sabu yang Dipasok dari Kaltara ke Banjarmasin

Ada fakta baru dari pengungkapan kasus penyelundupan puluhan karung sabu dari Tanjung Selor, Kalimantan Utara, ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Foto: apahabar.com/Riyad Dafhi R

apahabar.com, BANJARMASIN – Ada fakta baru dari pengungkapan kasus penyelundupan puluhan karung sabu dari Tanjung Selor, Kalimantan Utara, ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Setelah dihitung, Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta memastikan jumlah sabu yang diamankan bukan 200 kilogram (kg).

“Setelah ditimbang dan diawasi total barang bukti ternyata 300 kg,” ujar Kapolda saat jumpa pers di Mapolda Kalsel, Jumat (7/8).

Kristal mematikan yang diamankan itu coba diselundupkan oleh para pelaku dalam 10 karung. Masing-masing karung berisi tak kurang dari 20 kilogram.

Sabu tersebut diselundupkan oleh empat pelaku dari Kaltara melalui Kaltim dengan tujuan akhir distribusi adalah Kalsel.

Ada fakta baru dari pengungkapan kasus penyelundupan puluhan karung sabu dari Tanjung Selor, Kalimantan Utara, ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dalam jumpa pers, komplotan pelaku tampak hanya bisa tertunduk lesu di hadapan awak media.

Keempat pelaku yakni AY dan S. Mereka merupakan pelaku yang tertangkap di Provinsi Kalimantan Utara.

Kemudian, pelaku lainnya ialah A dan R, yang tertangkap di Kota Banjarmasin.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku akan dijerat Pasal 112 dan 114 KUHP UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kendati demikian, kapolda berharap agar para pelaku dijerat dengan hukuman maksimal.

“Kami berkoordinasi dengan bapak Kepala Kejati Kalsel (Kajati) agar para pelaku diberikan hukuman maksimal,” tandas Kapolda.

Menanggapi itu, Kajati Kalsel, Arie Arifin siap untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai tugas dan kewenangan pihaknya.

Dikatakannya, jika saat ini pihaknya telah membentuk tim jaksa untuk berkoordinasi dengan polisi. “Agar dapat kita ungkap fakta-fakta baru di persidangan sehingga nantinya kami tidak ragu melangkah dalam penuntutan kepada pelaku,” tegasnya.

Tinta emas Polda Kalsel dalam hal pengungkapan narkoba kali ini juga bukan merupakan sesuatu yang dihasilkan dengan usaha satu malam.

Sejumlah peristiwa rupanya ikut mengawali proses pengungkapan kali ini. Termasuk penangkapan pada pertengahan Maret 2020 silam.

Waktu itu, Kapolda masih dijabat Irjen Pol Yazid Fanani. Polda Kalsel berhasil mengungkap penyelundupan 208 kilogram sabu dan 13,912 kilogram pil ekstasi. Sabu itu berhasil tiba di Kalsel setelah diselundupkan dari Malaysia melalui perbatasan di Kalimantan Utara.

Tersangkanya berinisial DA, (25). la dibekuk saat mengendarai mobil di Jalan Ahmad Yani Km 274, Simpang Empat Desa Jaro,
Kecamatan Jaro.

Dengan tangkapan itu, Yazid mengakhiri pengabdiannya secara gemilang. 8 Mei 2020, Yazid digantikan oleh Kapolda baru Irjen Pol Nico Afinta.

Di tangan Nico, penyelidikan 208 kilogram sabu itu tak berhenti di DA semata.

Pada 8 Juli 2020 kemarin, eks Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya itu mendapat informasi akan adanya ‘barang’ masuk melalui jalur yang sama. Yakni, rute Malaysia-Kaltara-Kaltim dan berakhir di Kalsel.

Alumnus Akpol 1992 ini kemudian bergegas melapor ke Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

“Kemudian dibentuklah tim satgas khusus untuk menindaklanjuti kelompok jaringan yang diduga dari Malaysia itu,” katanya.

Mendapat lampu hijau dari atasan, Nico kemudian berkoordinasi dengan Polda Kaltara. Berhasil diidentifikasi bahwa barang haram itu akan masuk pada 4 Agustus 2020.

Di hari yang sama, polisi kemudian meringkus dua pria, AY dan S di Tanjung Selor, Kaltara. Mereka diringkus bersama barang bukti puluhan karung sabu-sabu tersebut.

“Dari mereka mengaku jika barang itu akan diantar ke Banjarmasin,” katanya.

Dari nyanyian keduanya, polisi bergerak ke Kalsel. Tak berselang lama, dua hari kemudian, polisi menyanggongi Hotel Sienna Inn, Jalan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, Kamis (6/8).

Di hotel tersebut, para pelaku berjanji untuk bertemu. Pagi hari, tim yang dipimpin oleh Direktorat
Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Iwan Eka Putra langsung mengamankan kedua pelaku, A dan R.

Lebih jauh, Nico memastikan penyidiknya masih mendalami kemungkinan adanya
pelaku lain.

“Kami akan terus menerima keterangan dari para saksi-saksi terkait kasus ini,” jelas Nico.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Iwan Eka Putra tak menampik jika selama ini Kalsel jadi tujuan distribusi narkotika jenis sabu.

Penangkapan kali ini juga berkelindan dengan DA, jaringan Malaysia yang diamankan Maret
2020 silam.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Riyad Dafhi R - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

ODP Covid-19 Naik di Banjarbaru, Berikut Update Lengkapnya
apahabar.com

Kalsel

Dapat Promosi Jabatan di Tingkat Pusat, Kepala Basarnas Banjarmasin Resmi Berganti
apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong, Peluru Tembus Rumah Warga di Karang Bintang Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Esok Banjarmasin Terapkan Denda Masker, Ratusan Petugas Diterjunkan
apahabar.com

Kalsel

Bentrokan Maut di Banjarmasin Timur Tumbalkan Nyawa Dua Pemuda
apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong, Belasan Hektare Lahan Warga Birayang HST Ludes Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Pedagang Tolak Pasar Antasari Ditutup: Ini Urusan Perut!
apahabar.com

Kalsel

Kawal Pilkada, KPU Kalsel Usulkan Dana Rp 200 Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com