Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Update Daftar Zona Sebaran Covid-19 di Banjarmasin Pengembalian Tengkorak Demang Lehman dan Dugaan Penghapusan Sejarah oleh Belanda Tenang, Gempa 5,5 R di Pangandaran Tak Berpotensi Tsunami 2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel

Busyet! Elpiji di Banjarmasin Tembus Rp45 Ribu

- Apahabar.com Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:40 WIB

Busyet! Elpiji di Banjarmasin Tembus Rp45 Ribu

Ilustrasi ante elpiji 3 kg. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Di tengah pandemik Covid-19, warga Banjarmasin malah dihadapkan dengan permasalahan langka dan melambungnya harga gas elpiji 3 Kilogram (Kg).

Gas bersubsidi itu di Kota Banjarmasin sudah langka sejak dua minggu terakhir.

Pantuan apahabar.com, saking langkanya pedagang eceran sampai memberi mahar ‘si melon’ dengan harga Rp38 ribu hingga Rp45 ribu. Nilai tersebut melonjak hampir 3 kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET), Rp17.500.

Tak ayal, lonjakan harga yang signifikan tersebut membuat sejumlah warga Banjarmasin kelimpungan.

Warga Sungai Jingah, Banjarmasin Utara, Majidah bahkan sampai harus berkeliling hampir setengah hari untuk mencari pedagang atau pangkalan yang menjual ‘si melon’ dengan harga normal.

“Kalau di eceran mahal, Rp38 ribu. Sudah keliling Banjarmasin mencari,” ujarnya saat ditemui di kawasan Veteran, Banjarmasin Timur.

Lantaran langka, Majidah pun sementara ini beralih memasak menggunakan minyak tanah.

Ia pun mengaku sangat keberatan atas hal tersebut. Ia berharap kelangkaan gas elpiji subsidi di Kota Banjarmasin cepat teratasi.

Keberatan yang sama juga disampaikan oleh Maysarah, warga Sutoyo S, Banjarmasin Tengah.

Dikatakannya, sudah hampir seminggu ini ia memasak menggunakan minyak tanah yang notabene lebih mahal daripada memakai gas elpiji 3 Kg. “Ya terpaksa memakai minyak tanah, soalnya gas elpiji yang 3 Kg susah dicari,” katanya.

Senada Majidah, Maysarah pun berharap kelangkaan ‘si melon’ bisa segera dapat ditangani oleh pemerintah setempat.

Meski melonjak signifikan, di pangkalan sendiri harga gas elpiji 3 Kg sebenarnya normal, yaitu Rp17.500.

Hanya saja, stok yang kosong dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk mengambil untung yang besar.

Adi Chandra, pemilik pangkalan gas Jayaloka di kawasan Veteran, Banjarmasin Timur mengatakan stok gas 3 Kg sudah kosong sejak dua minggu terakhir.

Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi oleh banyaknya permintaan dari pelaku UMKM yang banyak bermunculan beberapa waktu terakhir ini.

“Saya lihat ini banyak sekarang pelaku usaha kecil yang bermunculan, jadi itu yang membuat meningkatnya permintaan,” ujarnya.

Pangkalannya, kata Adi, hanya menjual gas kepada orang-orang yang memang masuk kategori ekonomi menengah ke bawah dan beralamat tak jauh dari pangkalannya.

“Kita sudah ada kupon dari Wali Kota dan yang terdata di tempat kita. Untuk yang rumah tangga kita layani 1 minggu 1 tabung. Untuk UMKM yang terdata kita kasih 2 tabung per minggu,” ungkapnya.

Pangakalan milik Adi sendiri dijatahi 1.500 tabung per bulannya dari agen. Meski begitu, pangkalan itu harus melayani warga dari 4 kelurahan, antaranya Kuripan, Kebun Bunga, Kampung Melayu, dan Sungai Bilu.

“Saya bingung, 1.500 saja masih kurang. Tapi saya usahakan seadil-adilnya,” katanya.

Serupa, Ferry, salah satu pemilik pangkalan di Jalan Kinibalu, Gang Merdeka, Banjarmasin Tengah juga masih menjual gas elpiji 3 Kg dengan harga Rp17.500.

Ia mengatakan bahwa ‘si melon’ telah mulai langka sejak awal bulan Agustus.

Ferry pun mengaku bingung, sebab warga yang biasanya membeli di tempatnya, sementara waktu tak bisa dilayani dulu lantaran memprioritaskan pemilik kupon PKH dari Wali Kota.

“Saya di sini ada dua kupon, satu kupon PKH dan satunya kupon dari saya yang biasa dibagikan ke warga sekitar. Nah, hari Jumat (28/8) ini akan datang, tapi dari agen hanya boleh menjual ke pemilik kupon PKH. Warga pemilik kupon dari saya yang biasanya beli pasti akan protes karena tak kebagian,” paparnya.

Menanggapi itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan (Kalsel), Saibani mengatakan jika kelangkaan gas disebabkan oleh beberapa faktor.

Salah satunya, pergeseran penggunaan dari gas non-subsidi ke gas subsidi oleh masyarakat disebabkan oleh pandemik Covid-19.

“Ada masyarakat yang biasa menggunakan gas non-subsidi tapi lantaran pandemik, kebetulan ada yang terkena PHK dari tempat kerja, jadi memilih untuk bergeser memakai gas subsidi,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, faktor lainnya, ialah menjamurnya pelaku UMKM, khususnya pedagang makanan. “Nah mereka itu kebanyakan menggunakan gas elpiji 3 Kg, sehingga membuat permintaan gas menjadi meningkat, sementara suplainya tidak sebanding,” terang Saibani.

Padahal, kata dia, banyak ditemui pelaku UMKM adalah orang-orang yang berpenghasilan di atas Rp1.500.000 yang mestinya sudah harus memakai gas non-subsidi.

Untuk itu, ia mengimbau kepada warga yang berpenghasilan di atas Rp1.500.000 per bulan untuk memakai gas non-subsidi. “Karena gas elpiji 3 Kg itu hanya untuk warga miskin yang penghasilannya di bawa Rp1.500.000,” jelasnya.

Ia juga meminta jika warga menemukan indikasi pangkalan yang menjual gas subsidi di atas het atau kepada pengecer, segera melapor.

“Nanti perizinannya akan kita cabut,” janjinya.

Hiswana Migas sendiri, kata dia, hanya memiliki tugas pokok penyaluran dan tak bisa mendorong pertamina atau pemerintah daerah untuk menambah kuota gas subsidi di Kota Banjarmasin.

“Tapi bisa saja kalau mau evaluasi, itu kewenangan pemerintah. Kalau masih cukup segini ya regulasinya harus diperjelas lagi,”

Sekretaris Hiswana Migas, Irfani menambahkan jika sejak Selasa (25/8) hingga dua pekan ke depan, akan ada operasi pasar terkait kelangkaan gas subsidi di Kota Banjarmasin.

Editor: Syarif

Reporter: Riyad Dafhi R - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tindak Tegas Ilegal BBM, Direktorat Polairud Polda Kalsel Diganjar Penghargaan Pertamina
apahabar.com

Kalsel

Tiga Santri Terbaik HST ke Timur Tengah
apahabar.com

Kalsel

Tuntutan Pemekaran Kabupaten Baru di Kotabaru Berlanjut
apahabar.com

Kalsel

Monitoring Verfak di HST, Ketua Bawaslu RI Punya Pesan untuk Pengawal Demokrasi
apahabar.com

Kalsel

Acer Day 2019 Gebrak Banjarmasin, Menangkan Trip ke Korea dan 2222 Hadiah Sensasional
apahabar.com

Kalsel

Penyerangan di Pasar Kasbah Banjarmasin, Enam Pelaku Masih Buron
apahabar.com

Kalsel

Soft Opening RSUD Sultan Suriansyah, Baru 24 Tempat Tidur Tersedia
apahabar.com

Kalsel

Polisi Tangkap Pemuda Pemilik Sajam di Hantakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com