ga('send', 'pageview');
Warga Dayak Meratus Berduka, Damang Ayal Kusal Wafat Satgas Covid-19 Visitasi Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin, Mau Buka Lagi? Alasan Mencengangkan Paman di Kotabaru Tega Cabuli Adik Sendiri 3 Pekan Razia Masker di Banjarmasin: Berludah hingga Pengemudi Mobil Didenda, Simak Penjelasan Dinkes Sinting! Pria Plontos di Kotabaru Cabuli Adik Berkali-kali

Cara Satgas Covid-19 Antisipasi Klaster Baru Jelang Pembukaan Sekolah

- Apahabar.com Rabu, 12 Agustus 2020 - 23:11 WIB

Cara Satgas Covid-19 Antisipasi Klaster Baru Jelang Pembukaan Sekolah

Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti belajar tatap muka di salah satu rumah warga di Kota Kupang, NTT, Senin (10/8). Foto-Antara/Kornelis Kaha/wsj.

apahabar.com, JAKARTA – Menyusul mulai dibukanya kembali sekolah-sekolah di wilayah zona kuning dan hijau, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan berbagai pihak, khususnya orang tua hingga pemerintah daerah (pemda) agar berhati-hati agar tidak muncul klaster baru.

Hal ini disampaikan Juru Bicara dan Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melalui siaran virtual bertajuk “Budaya Baru, Agar Pandemi Berlalu”, Rabu (12/8).

“Pembukaan sekolah ini sudah mulai ada klaster. Yang perlu diperhatikan, sekolah ini dampak sosialnya rendah, tapi potensi peningkatan kasusnya tinggi,” kata Wiku.

Lebih lanjut, ia menyebut, berbagai pihak harus melakukan sejumlah tahapan sebelum memutuskan untuk membuka kembali sekolah, terlepas sekolah itu berada di zona wilayah kuning maupun hijau.

Baca juga :  Pemakaian Masker Scuba Tak Direkomendasikan, Simak Alasannya

“Seharusnya ada tahapan prakondisi, timing tepat, prioritas, menghubungi koordinator pusat dan daerah satgas, lalu melakukan evaluasi,” ujar dia.

Kesiapan yang harus dilakukan, lanjut Wiku, harus terkoordinasi antarpihak di wilayah dimana sekolah mulai dibuka kembali.

“Pastikan sekolah siap dari pengelolaannya. Orang tua murid setuju (untuk membawa anak bersekolah tatap muka). Lalu dari sisi transportasi menuju sekolah juga jangan ada kerumunan,” papar dia.

“Lalu persiapan siswa. Pembukaan sekolah pun harus disiapkan dan dilakukan simulasi secara bertahap. Misalnya dengan (maksimal orang di sekolah) cuma 30 persen, adanya pembagian kelas, dan lainnya,” kata Wiku melanjutkan.

Baca juga :  Peringati HUT ke-65 Lalu Lintas Bhayangkara, Polres Banjar Bagikan Ratusan Logistik pada Korban Laka

Wiku kemudian kembali mengingatkan pemerintah daerah, “Pemerintah daerah harus ambil keputusan dari simulasi tadi. Anak-anak kita adalah aset bangsa. Kita harus lakukan adjustment tanpa membahayakan mereka.”

Sementara itu, akun Twitter @laporcovid menyebutkan ketika proses belajar mengajar (PBM) tatap muka dimulai, klaster-klaster baru penularan Covid-19 dari sekolah mulai bermunculan.

Berdasarkan tweet @laporcovid, ada beberapa klaster sekolah pasca dibukanya belajar mengajar tatap muka, yaitu klaster sekolah di Tulungagung, Lumajang, Kalimantan Barat, Tegal, Cilegon, Sumedang, dan Pati.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Corona 20 Maret, Jumlah Kasus Kembali Meningkat
apahabar.com

Nasional

Ustaz Somad: Ibu Meninggal Persis Seperti Keinginan Beliau
apahabar.com

Nasional

Puluhan Ribu Orang Ikut Festival Banyuwangi Bershalawat
apahabar.com

Nasional

Waketum: DPP akan Bijak Soal Dukungan PAN Kalsel ke Jokowi
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Pemerintah Terus Perhatikan Kondisi WNI di Diamond Princess
apahabar.com

Nasional

Jokowi Paparkan Jadwal Pembangunan Ibu Kota Baru
apahabar.com

Nasional

Timur Laut Sumbawa Diguncang Gempa Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Menkes Setujui Permohonan PSBB Jabar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com