Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Cara Satgas Covid-19 Antisipasi Klaster Baru Jelang Pembukaan Sekolah

- Apahabar.com Rabu, 12 Agustus 2020 - 23:11 WIB

Cara Satgas Covid-19 Antisipasi Klaster Baru Jelang Pembukaan Sekolah

Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti belajar tatap muka di salah satu rumah warga di Kota Kupang, NTT, Senin (10/8). Foto-Antara/Kornelis Kaha/wsj.

apahabar.com, JAKARTA – Menyusul mulai dibukanya kembali sekolah-sekolah di wilayah zona kuning dan hijau, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan berbagai pihak, khususnya orang tua hingga pemerintah daerah (pemda) agar berhati-hati agar tidak muncul klaster baru.

Hal ini disampaikan Juru Bicara dan Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melalui siaran virtual bertajuk “Budaya Baru, Agar Pandemi Berlalu”, Rabu (12/8).

“Pembukaan sekolah ini sudah mulai ada klaster. Yang perlu diperhatikan, sekolah ini dampak sosialnya rendah, tapi potensi peningkatan kasusnya tinggi,” kata Wiku.

Lebih lanjut, ia menyebut, berbagai pihak harus melakukan sejumlah tahapan sebelum memutuskan untuk membuka kembali sekolah, terlepas sekolah itu berada di zona wilayah kuning maupun hijau.

“Seharusnya ada tahapan prakondisi, timing tepat, prioritas, menghubungi koordinator pusat dan daerah satgas, lalu melakukan evaluasi,” ujar dia.

Kesiapan yang harus dilakukan, lanjut Wiku, harus terkoordinasi antarpihak di wilayah dimana sekolah mulai dibuka kembali.

“Pastikan sekolah siap dari pengelolaannya. Orang tua murid setuju (untuk membawa anak bersekolah tatap muka). Lalu dari sisi transportasi menuju sekolah juga jangan ada kerumunan,” papar dia.

“Lalu persiapan siswa. Pembukaan sekolah pun harus disiapkan dan dilakukan simulasi secara bertahap. Misalnya dengan (maksimal orang di sekolah) cuma 30 persen, adanya pembagian kelas, dan lainnya,” kata Wiku melanjutkan.

Wiku kemudian kembali mengingatkan pemerintah daerah, “Pemerintah daerah harus ambil keputusan dari simulasi tadi. Anak-anak kita adalah aset bangsa. Kita harus lakukan adjustment tanpa membahayakan mereka.”

Sementara itu, akun Twitter @laporcovid menyebutkan ketika proses belajar mengajar (PBM) tatap muka dimulai, klaster-klaster baru penularan Covid-19 dari sekolah mulai bermunculan.

Berdasarkan tweet @laporcovid, ada beberapa klaster sekolah pasca dibukanya belajar mengajar tatap muka, yaitu klaster sekolah di Tulungagung, Lumajang, Kalimantan Barat, Tegal, Cilegon, Sumedang, dan Pati.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

2.500 Personel Polri Disiapkan Tangani Bencana
apahabar.com

Nasional

Dirjen Cipta Karya: Indonesia Kekurangan Banyak Insinyur
apahabar.com

Nasional

Buaya Besar Gegerkan Warga Kalianda Lampung
apahabar.com

Nasional

Teror Penolak Revisi UU, dan Seruan Gerakan Penguatan KPK dari Kalsel
apahabar.com

Nasional

Ini Daftar Ilmuwan Wanita Tanpa Tanda Jasa
apahabar.com

Nasional

Haji 2019; Akibat Bawa Rokok, Jemaah Haji Diinterogasi di Bandara Arab Saudi
apahabar.com

Nasional

Bupati Daerah Miskin Beli Mobdin Rp1,9 Miliar
apahabar.com

Nasional

Hina Moeldoko, Pemilik Akun Facebook di Jakarta Ditangkap Bareskrim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com