Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Cegah Korupsi, Berikut 3 Agenda Besar Presiden Jokowi

- Apahabar.com Kamis, 27 Agustus 2020 - 20:07 WIB

Cegah Korupsi, Berikut 3 Agenda Besar Presiden Jokowi

Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono. Foto-Antara/Desca Lidya Natalia

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerapkan 3 agenda besar dalam pemerintahannya sebagai upaya pencegahan dan penindakan korupsi yang tegas tanpa pandang bulu.

Juru Bicara Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono mengatakan bahwa Presiden selama ini mengikuti prosedur aksi pencegahan korupsi dengan terus melakukan upaya pembenahan tata kelola pemerintahan secara menyeluruh.

“Presiden Jokowi memiliki komitmen besar terhadap pencegahan korupsi,” kata Dini, Kamis (27/8).

Menurut Dini, sejauh ini Presiden telah mengajak seluruh pihak untuk menyamakan visi dan menyelaraskan langkah dalam melaksanakan tiga agenda besar Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

Pertama, lanjut dia, melalui pembenahan regulasi nasional yang tumpang-tindih, yang tidak memberikan kepastian hukum, yang membuat prosedur menjadi berbelit-belit, dan yang membuat birokrasi tidak berani melakukan eksekusi dan inovasi. Salah satu upaya pembenahan melalui mekanisme omnibus law.

Kedua, reformasi birokrasi harus terus dilakukan, di antaranya eselonisasi harus disederhanakan tanpa mengurangi penghasilan para birokrat serta menjalankan reformasi di bidang perizinan dan tata niaga agar lebih cepat dan sehat.

Ketiga, gerakan budaya antikorupsi harus terus digalakkan. Masyarakat harus mendapat pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari upaya pencegahan.

“Presiden sudah mengingatkan agar tidak ada aparat dan pengawas yang memanfaatkan regulasi yang tidak sinkron untuk menakut-nakuti eksekutif, pengusaha, dan masyarakat, karena itu adalah tindakan yang membahayakan agenda pembangunan nasional,” kata Dini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada Rabu (26/8) mengingatkan aparat dan pengawas yang melakukan tindakan tadi adalah musuh negara dan tidak ada toleransi untuk mereka.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Inilah Foto Resmi Jokowi – Ma’ruf Amin di Surat Suara
apahabar.com

Nasional

Menaker: Subsidi Gaji di Bawah Rp 5 Juta Diluncurkan Besok

Nasional

Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin Klaim Kantongi Restu Ulama Kalsel
apahabar.com

Nasional

Mahasiswa Papua Sebut Banjarmasin Toleran
apahabar.com

Nasional

Pengamat Sarankan PLN Kembangkan Alternatif Sistem Jaringan
apahabar.com

Nasional

Soal Salam Lintas Agama, Begini Saran PKUB
apahabar.com

Nasional

Asisten Terlibat Kepemilikan Kokain, Ivan Gunawan Diperiksa Polisi
apahabar.com

Nasional

Masinton Bela Puan Maharani soal Video Matikan Mic Irwan Fecho Ini Kata Hinca dan Fadli Zon
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com