Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max

Cerita Miris Badut Upin dan Sikap Serba Salah Satpol PP Banjarbaru

- Apahabar.com Kamis, 6 Agustus 2020 - 13:21 WIB

Cerita Miris Badut Upin dan Sikap Serba Salah Satpol PP Banjarbaru

Badut jalanan bercostum Upin saat melakukan aksinya di pinggir jalan. Foto-apahaabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Sering ditegur Satpol PP, badut pinggir jalan A. Yani Banjarbaru mengaku sedih.

“Sedih, ya harusnya kan jangan dianu (ditangkap) kaya kami ini kan usaha kecil masih,” ujar salah seorang badut karakter Upin yang enggan namanya dipublikasikan saat ditemui apahabar.com dipinggir jalan A. Yani, Kamis (6/8) siang.

Ia tak menampik jika dirinya sering mendapat teguran, bahkan melihat teman teman badut lainnya terjaring karena mangkal di tempat yang tidak pas.

Hal itu dilakukannya karena di lokasi jalan utama menurutnya lebih ramai sehingga pendapatan pun lebih banyak.

“Teguran dari satpol PP sama kepolisian pernah, kalau disita itu kepala badutnya aja, itu teman teman yang mangkal di tengah (median jalan) yang sering,” jelasnya

Namun badut costum Upin itu meminta petugas menoleransi dan mengerti kondisi sulit saat ini ketika pandemi Covid-19.

“Apalagi ini musimnya, ngalih (sulit) nyari duit, ini gin (juga) nyewa, kalau bisa sih jangan ditangkap kami ini, intinya kami tidak kriminal,” ungkapnya.

Diungkapkannya, pendapatan maksimal yang ia peroleh tiap hari berkisar 50 hingga 60 ribu, itu pun jika jalanan ramai.

Beda halnya ketika pembatasan sosial berskala besar atau PSBB dahulu, ada pemasukan pun untung, katanya. Belum lagi membayar uang sewa costum badut.

“60 ribu itu per hari paling besar. Mulai pagi jam 8 sampai 12-an, lalu lanjut lagi jam 3 sampai malam,” terangnya.

Diceritakannya, sebelum menjadi badut jalanan, ia bekerja sebagai sopir. Namun keadaan berubah menjadi sulit hingga ia tak bisa memperpanjang izin surat izin mengemudi (SIM).

Tak memiliki SIM, membuatnya sulit mencari pekerjaan profesi sopir. Alhasil sempat menganggur hingga tawaran menjadi badut jalanan yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya tiba.

“Karena tidak ada pekerjaan lain, karena SIM mati dan tidak ada uang buat perpanjang, jadi saya kerja ini,” ungkapnya.

Pekerjaan ini sendiri ia jalani masih dalam hitungan bulan, namun dirasa nyaman dan dapat menopang kebutuhan hidup keluarga.

“Saya ini tulang punggung keluarga, tapi penghasilan harian jadi badut jalanan Alhamdulillah cukup untuk kebutuhan harian,” terang warga Martapura ini.

Diungkapkannya juga, sebagaian besar badut jalanan adalah mereka yang tidak memiliki pekerjaan, ada pula yang janda.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Banjarbaru Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal Yanto Hidayat mengatakan tidak melarang badut jalanan bekerja asal di lokasi yang pas.

“Kita sebenarnya sudah ada kesepakatan mereka dilarang beroperasi di jalan A. Yani Banjarbaru, kalau di jalan alternatif atau jalan selain A. yani tidak apa apa,” terangnya.

Bahkan, lanjut Yanto para badut dipersilakan beroperasi di tempat-tempat wisata, di taman-taman, dan Cafe-cafe di Banjarbaru.

Karena menurutnya, fungsi badut pada dasarnya adalah penghibur, bukan badut jalanan, tapi karena yang dipikirkan selalu uang, maka mereka mengabaikan fungsi badut sebagai penghibur.

Lantas, apa alasan para badut memilih mangkal di lokasi yang dilarang ketimbang di destinasi wisata Banjarbaru?

“Sebenarnya mereka bukan orang Banjarbaru, tapi memang suka mangkalnya di Banjarbaru, seperti contohnya depan Qmall itu kan menjanjikan, uang kembalian selesai dari parkir itu dikasihkan. Di jalan juga menjual belas kasih, jadi pendapatan lebih banyak,” ungkap Yanto.

Untuk diketahui, Satpol PP Banjarbaru sendiri sudah membuat surat kesepakatan dengan pengusaha badut untuk tidak beroperasi di jalan Ahmad Yani Banjarbaru.

Namun dikarenakan pandemi, menurut Yanto mereka mengindahkan kesepakatan itu dan kembali turun ke tempat yang dilarang.

“Sanksi kita ini cukup jelas, dulu jika terjaring maka 1 minggu kita tahan (kostum badutnya), lalu 1 bulan, sekarang 3 bulan. Permasalahannya memang saat ini Covid-19 kan pendapatan turun, kita juga bingung serba salah, kita juga punya hati nurani tapi secara aturan harus ditegakkan,” terangnya lagi.

Yanto sendiri tak menampik jika banyak netizen berkomentar di beberapa akun sosial media Satpol PP Banjarbaru yang tidak terima dengan penertiban badut tersebut.

“Banyak netizen komentar di akun sosmed kami, bilang tegalah, kasian badutnya lah,” curhatnya.

Namun ia berharap masyarakat perlahan mengerti, jika yang dilakukannya untuk kebaikan bersama.

“Kejadian ini terus saja berulang karena apa? Karena ada masyarakat yang terus memberi (uang) ketika mereka mangkal di jalanan, dan ada masyarakat yang terus melaporkan juga (badut) mengganggu lalu lintas, kami jadi serba salah,” ucapnya.

Ia sedikit memberi gambaran, bagi para badut di Banjarbaru untuk mencontoh badut di luar provinsi, misalnya di Jawa yang mana badut disana beroperasi di tempat tempat wisata. Dan menghibur para wisatawan dengan berbagai kostum yang dipakainya.

“Mangkallah ditempat yang pas, bekerjalah sesuai fungsi sebagai penghibur. Intinya kami tidak melarang asal tempatnya pas dan tidak menghilangkan fungsinya sebagai penghibur,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Pilkada

Kalsel

Rentan, Polda Kalsel Siapkan Pasukan Power Hand di Pilkada Kotabaru dan Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Sebulan Di Rutan Marabahan, Begini Kondisi H Rusman
apahabar.com

Kalsel

Hendak Transaksi Sabu, Pria di Pelambuan Diringkus Polisi
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Tapin Gelar Salat Istisqa
apahabar.com

Kalsel

Simulasi Arus Lalin, Jembatan Alalak Ditutup Sementara
Positif Covid di Banjar Bertambah 2, Satu Satpam Masjid

Kalsel

Positif Covid-19 di Banjar Bertambah 2, Satu Satpam Masjid
apahabar.com

Kalsel

Terancam Dicopot, Kadisdik akan Panggil Kepsek dan Tim Manajemen Keuangan BOS se-Kalsel
Tetap Digelar, Perayaan Nyepi di Batola Berlangsung Terbatas

Kalsel

Tetap Digelar, Perayaan Nyepi di Batola Berlangsung Terbatas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com