Update Saham Inggris, Indeks FTSE 100 Tergerus 0,59 Persen Update Saham Jerman, Indeks DAX 30 Naik 49,46 poin Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi

Covid-19 Rambah Perkantoran di Batola, Bupati Tekankan Protokol Kesehatan

- Apahabar.com Selasa, 4 Agustus 2020 - 17:56 WIB

Covid-19 Rambah Perkantoran di Batola, Bupati Tekankan Protokol Kesehatan

Menyikapi sebaran Covid-19 di perkantoran, Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, belum berencana melakukan penutupan kantor semua SKPD. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Penyebaran Covid-19 di Barito Kuala tak cuma di pasar dan tempat umum lain. Sekarang kasus konfirmasi mulai marak di perkantoran dan menjangkiti sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menukil data dari Dinas Kesehatan Batola, terdapat 12 ASN dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang baru terpapar Covid-19.

5 di antaranya berprofesi sebagai guru dalam lingkup Dinas Pendidikan. Mereka adalah Btl-334, 364, 383, 420 dan 421.

Kemudian 3 ASN dikonfirmasi bekerja di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), yakni Btl-387, 431 dan 415.

Sisanya masing-masing seorang ASN dari Dinas Kesehatan, Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), RSUD Abdul Aziz, serta Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A).

“Menyikapi perkembangan yang terjadi, sudah dua SKPD yang ditangani serius melalui rapid dan swab test, khususnya lingkungan kerja pasien konfirmasi,” sahut Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, Selasa (4/8).

Total terjadi 499 kasus konfirmasi positif di Batola. 278 di antaranya berhasil disembuhkan, 6 orang meninggal dunia, 63 pasien dalam perawatan dan 102 orang menjalani isolasi mandiri.

“Harus diakui tak mudah menghindari Covid-19. Terlebih sumber penularan sudah sulit diketahui, termasuk mendeteksi tempat-tempat yang didatangi pasien positif,” beber Noormiliyani.

“Artinya protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan secara sadar dan bertanggung jawab. Pemahaman new normal bukan melepas semuanya, tetapi menjadikan protokol kesehatan sebagai kebiasaan,” tegasnya.

Namun demikian, Noormiliyani belum berencana memutuskan menutup perkantoran semua SKPD dalam upaya mencegah perluasan penyebaran Covid-19.

“Terlalu ekstrim kalau sampai harus meliburkan perkantoran semua SKPD. Pun kami masih menerapkan Work From Home (WFH) bergiliran, termasuk penyemprotan disinfektan rutin di perkantoran,” beber Noormiliyani.

“Sebenarnya prosedur tetap penanganan Covid-19 sudah jelas. Namun terkadang masih terdapat ASN yang kurang mematuhi,” tukasnya.

Noormiliyani mencontohkan salah satu sikap ASN yang kurang patut dicontoh adalah membuka masker, ketika berbicara dalam rapat.

“Sekalipun rapat bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah, saya sebisanya tetap memakai masker. Terlebih saya tidak tahu kemana saja mereka sebelum mengikuti rapat,” cecar Noormiliyani.

“Saya juga menghindari melepas masker untuk makan di tempat umum maupun di lokasi pasca kegiatan. Kalau memang ingin makan, sebaiknya dibawa ke kantor dan makan sendirian,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Akhirnya, Personel TMMD Kodim 1022 Tanah Bumbu Selesaikan Rehab Rumah Rusmini
apahabar.com

Kalsel

Susun Pengurus Baru, BPC Hipmi Barito Kuala Langsung Dapat Tantangan
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Proses Administrasi, BPJS Sosialisasikan E-Dabu
apahabar.com

Kalsel

Intake Sungai Bilu Belum Bisa Beroperasi, PDAM Gratiskan Air Bersih

Kalsel

Update Corona 3 April: PDP Wafat di Kalsel Bertambah Lagi
apahabar.com

Kalsel

Melaju ke Ajang Nasional, Intip Persiapan Dua Bintang RRI Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Tambah 34 Kasus, Positif Covid-19 di Tala Melonjak Drastis
apahabar.com

Kalsel

Satu Lagi Potensi Wisata Ditemukan di Tabalong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com