Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir Lebaran, Si Jago Merah Hanguskan Sejumlah Rumah di Lambung Mangkurat Samarinda

CRR di Bawah Nasional, Kalsel Kepayahan Sembuhkan Pasien Covid-19

- Apahabar.com Senin, 10 Agustus 2020 - 13:13 WIB

CRR di Bawah Nasional, Kalsel Kepayahan Sembuhkan Pasien Covid-19

CRR Kalsel masih di bawah nasional. Artinya, tingkat kesembuhan Covid-19 Kalsel masih di bawah rata-rata. Foto ilustrasi swab: apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) disebut masih kepayahan meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19.

“Memang tren kesembuhan pasien Covid-19 di Kalsel semakin menggembirakan, sebab jumlahnya terus bertambah melebihi jumlah pasien yang dirawat dan angka tingkat kesembuhannya atau case recovery rate (CRR) sudah lebih dari 50 persen,” ujar Anggota Tim Pakar untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Hidayatullah Muttaqin, Senin (10/8).

Namun begitu angka CRR Kalsel masih di bawah nasional. Artinya, tingkat kesembuhan Covid-19 Kalsel masih di bawah rata-rata. Di Kalsel, jumlah pasien sembuh dilaporkan mencapai 3.798 orang. Dengan CRR sebesar 58,63 persen.

Menurutnya, diperlukan waktu yang lama untuk mendapatkan jumlah kesembuhan lebih besar dari jumlah pasien yang dirawat, yaitu 124 hari sejak kasus pertama pada 22 Maret 2020.

Taqin menyatakan perlu waktu 12 hari bagi Kalsel untuk menarik jumlah kesembuhan lebih tinggi dari angka kematian sejak kasus meninggal pertama pada 9 April 2020.

Sementara untuk mengangkat jumlah kesembuhan dua kali lipat dari jumlah kematian diperlukan waktu 20 hari. Sedangkan untuk mencapai jumlah kesembuhan lima kali lipat dari jumlah kematian diperlukan 89 hari dan 107 hari untuk berada pada level 10 kali lipat.

Untuk meningkatkan angka kesembuhan, papar dia, selain peningkatan pelayanan kesehatan termasuk dari aspek psikologi pasien, juga diperlukan kecepatan dalam mendeteksi penduduk yang terinfeksi.

Jika keberadaan penduduk yang terinfeksi Covid-19 cepat diketahui, maka potensi kesembuhan pasien cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan yang terlambat ditangani.

“Karena itu strategi 3T yaitu test, tracing dan treatment adalah menjadi salah satu kuncinya. Strategi ini juga sangat penting untuk mengisolasi penyebaran Covid-19,” timpal dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM itu.

Kalsel mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat mengingat tingginya angka penyebaran kasus Covid-19. Bahkan, daerah yang hanya berpenduduk 4.303.979 jiwa ini menduduki peringkat ke-6 kasus tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, dan Penanganan Covid-19 di Kalsel, per 8 Agustus 2020 kasus terkonfirmasi positif di provinsi itu berjumlah 6.617 orang, 2.290 masih dirawat, 4.021 sembuh dan 306 meninggal dunia. (Ant).

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ditlantas Polda Kalsel Dorong Gojek Jadi Pelopor Keselamatan
apahabar.com

Kalsel

Sapi dari Presiden Tiba, Paman Birin: Beliau Maunya di Masjid Noor
Tengelam

Kalsel

Pria 61 Tahun Diduga Tengelam di Sungai Margasari Tapin
apahabar.com

Kalsel

Pagi-Pagi, Kapolres Kotabaru Sebar Ribuan Benih Bandeng

Kalsel

Nasib Penyidikan 2 Mahasiswa Kalsel Penolak Omnibus Law Belum Jelas
apahabar.com

Kalsel

Satpolairud Polres Batola Terapkan Pedoman Pembatasan Kegiatan pada Warga
apahabar.com

Kalsel

Sasar THM dan Café di 5 Kecamatan, Tim Gabungan Sosialisasikan Perwali Nomor 60
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Perusahaan di Kalsel ‘Lupa’ Bayar Jaminan Pascatambang!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com