Praktik Jual-Beli Pangkalan Elpiji Kalsel Terendus di Level Agen! Catat! Warga Banjarmasin Sudah Divaksin Corona Tetap Harus Swab Pengadaan Mobdin di Banjarmasin Terancam Berhenti, Simak Alasannya Puluhan Pangkalan Elpiji di Kalsel-Teng Diputus Pertamina! Simak Alasannya Ketika Presiden Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing

Daftar Hand Sanitizer Berbahaya Bertambah

- Apahabar.com Rabu, 19 Agustus 2020 - 09:30 WIB

Daftar Hand Sanitizer Berbahaya Bertambah

Ilustrasi hand sanitizer. Foto- Istockphoto/matspersson

apahabar.com, JAKARTA – Masyarakat dan tenaga profesional kesehatan wajib berhati-hati memilih hand sanitizer.

Mulanya FDA (BPOM Amerika) melarang sembilan produk, kemudian daftar ini bertambah menjadi 77 produk hand sanitizer. Sementara per 12 Agustus 2020 lalu, 20 produk lagi ditambahkan sehingga kini ada sekitar 160 hand sanitizer yang berpotensi membahayakan.

“Secara umum, produk yang diperingatkan FDA diberi label mengandung etanol atau isopropil alkohol tetapi telah terbukti positif terkontaminasi 1-propanol–yang bukan merupakan bahan aman untuk produk hand sanitizer dan dapat mengakibatkan keracunan hingga mengancam nyawa ketika tertelan,” tulis FDA.

FDA memperingatkan, jika produk-produk tersebut tertelan anak-anak atau orang dewasa maka akan berisiko mengalami depresi sistem saraf pusat (SSP) yang bisa mematikan.

“Gejala lain termasuk kebingungan, penurunan kesadaran dan denyut nadi juga pernapasan yang melambat, serta iritasi kulit atau reaksi alergi,” tambah FDA.

Penelitian pada hewan menunjukkan efek depresan sistem saraf pusat dari 1-propanol bisa 2 hingga 4 kali lebih kuat daripada alkohol etanol. Konsumen yang telah terpapar dan mengalami gejala harus segera mencari perawatan untuk pengobatan efek toksik dari keracunan 1-propanol.

FDA secara berkala bakal memperbarui daftar produk hand sanitizer yang diduga mengandung bahan berbahaya.

Jika ada konsumen yang memiliki produk dalam daftar hand sanitizer dengan potensi kontaminasi metanol atau 1-propanol harus segera menghentikan penggunaan dan membuangnya.

Idealnya, pembuangan dilakukan di wadah limbah berbahaya. Hindari menuangkannya ke saluran pembuangan atau menyiramnya. Anda bisa menghubungi instansi setempat yang bertugas mengelola limbah.

Alih-alih bergantung pada hand sanitizer, FDA mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun setidaknya selama 20 detik. Cuci tangan terutama setelah dari kamar mandi, sebelum makan, serta setelah batuk dan bersin.

Jika sabun dan air mengalir tak tersedia, masyarakat bisa menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol yang setidaknya mengandung 60 persen etanol.

Peringatan oleh FDA pertama kali dikeluarkan pada Juli 2020 lalu. Dilansir dari Medical Daily, FDA juga memperingatkan urgensi membaca label hand sanitizer untuk memastikan kandungan bahan yang tepat, baik dari segi jenis alkohol maupun persentase.

“Menggunakan produk yang tidak efektif dapat membuat pengguna percaya bahwa mereka telah cukup aman membersihkan tangan mereka, padahal sebenarnya tidak demikian dan tetap dapat menyebarkan virus,” tulis FDA seperti dikutip Medical Daily.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol antara 60-95 persen lebih efektif membunuh kuman dibanding konsentrasi yang lebih rendah atau berbasis non-alkohol. Ketepatan konsentrasi ini pula yang membuat FDA tak merekomendasikan pemakaian hand sanitizer buatan sendiri. (CNN)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

7 Rekomendasi Aplikasi Edit Foto dan Video
apahabar.com

Gaya

Menakar Bisnis yang Paling Moncer di Tahun Babi Tanah
apahabar.com

Gaya

Four Twenty dan Fiersa Besari Paling Ditunggu di Murjani
apahabar.com

Gaya

9 Langkah Awal Ternak Ikan Cupang Bagi Pemula Agar Membuahkan Hasil Secara Tepat
3second

Gaya

Asyik, 3Second Family Store Kini Hadir di Banjarmasin
apahabar.com

Gaya

Dengan Bumbu Dapur, Begini Cara Usir Bau Rokok di Mobil
apahabar.com

Gaya

Penerus CB yang Melegenda, Honda CB-F Concept
apahabar.com

Gaya

Dukung PJJ, Orang Tua Harus Begini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com