3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Data Tenaga Kerja AS Membaik Dorong Penguatan Rupiah

- Apahabar.com Senin, 10 Agustus 2020 - 11:12 WIB

Data Tenaga Kerja AS Membaik Dorong Penguatan Rupiah

Ilustrasi rupiah. Foto: Bisnis Indonesia/Dwi Parsetya

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menguat seiring membaiknya data tenaga kerja Amerika Serikat.

Rupiah dibuka menguat 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.600 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.625 per dolar AS.

“Rupiah berpotensi melemah hari ini dengan kekhawatiran pasar yang berlanjut dari akhir pekan kemarin, seperti kisruh hubungan AS dan China, jalan buntu paket stimulus kedua AS, dan penularan virus COVID-19 yang masih terus meningkat,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (10/8).

Namun di sisi lain, data tenaga kerja AS ternyata lebih bagus dari ekspektasi pasar seperti data ketenagakerjaan non pertanian (Non Farm Payrolls) dan data tingkat pengangguran yang dirilis Jumat (7/8) malam lalu.

Pasar tenaga kerja AS berhasil menambah 1,76 juta pekerjaan di Juli, lebih tinggi dari konsensus sebesar 1,7 juta atau sekitar sepertiga dari penambahan 4,8 juta di Juni. Hal itu membuat tingkat pengangguran turun menjadi 10,2 persen dari 11,1 persen di Juni.

“Hal ini bisa membantu penguatan rupiah karena data yang bagus ini mengindikasikan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.550 per dolar AS hingga Rp14.700 per dolar AS.

Pada Jumat (7/8) lalu, rupiah ditutup melemah 40 poin atau 0,27 persen menjadi Rp14.625 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.585 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ikuti Wall Street dan Bursa Asia, IHSG Berada di Zona Merah
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Targetkan Laba BUMN Rp 300 Triliun Pada 2024
apahabar.com

Ekbis

Cadangan Emas Ditemukan di Dompu NTB
apahabar.com

Ekbis

Trump dan Biden Adu Mulut, Harga Emas Menciut
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menuju Pelemahan 5 Hari Beruntun
apahabar.com

Ekbis

Pegadaian Siap Terbitkan Kartu Kredit Khusus
apahabar.com

Ekbis

Awal Ramadan, Penjualan Perlengkapan Muslim Masih Stabil
apahabar.com

Ekbis

Ketum Hipmi: UU Cipta Kerja Tumbuhkan UMKM dan Buka Lapangan Kerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com