ga('send', 'pageview');
BREAKING NEWS: Banjarmasin Barat Geger, Kebakaran Rumah Padat Penduduk di Kuin Cerucuk Resmi Sebagai Calon di Pilgub Kalsel, Sahbirin Noor Lepas Jabatan Gubernur Kalsel Pengundian Nomor Urut Pilwali Banjarmasin, KPU Warning Pasangan Calon Jokowi Ungkap Sederet Masalah Food Estate Penyelamat Pangan RI di Kalteng dan Sumut Klaster Perkantoran Pertama di Tabalong, Belasan Pegawai KPP Pratama Tanjung Terpapar Covid-19

Data Tenaga Kerja AS Membaik Dorong Penguatan Rupiah

- Apahabar.com Senin, 10 Agustus 2020 - 11:12 WIB

Data Tenaga Kerja AS Membaik Dorong Penguatan Rupiah

Ilustrasi rupiah. Foto: Bisnis Indonesia/Dwi Parsetya

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menguat seiring membaiknya data tenaga kerja Amerika Serikat.

Rupiah dibuka menguat 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.600 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.625 per dolar AS.

“Rupiah berpotensi melemah hari ini dengan kekhawatiran pasar yang berlanjut dari akhir pekan kemarin, seperti kisruh hubungan AS dan China, jalan buntu paket stimulus kedua AS, dan penularan virus COVID-19 yang masih terus meningkat,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (10/8).

Baca juga :  Covid-19 Masih Melanda Banjarmasin, Kampanye Terbuka Ditiadakan?

Namun di sisi lain, data tenaga kerja AS ternyata lebih bagus dari ekspektasi pasar seperti data ketenagakerjaan non pertanian (Non Farm Payrolls) dan data tingkat pengangguran yang dirilis Jumat (7/8) malam lalu.

Pasar tenaga kerja AS berhasil menambah 1,76 juta pekerjaan di Juli, lebih tinggi dari konsensus sebesar 1,7 juta atau sekitar sepertiga dari penambahan 4,8 juta di Juni. Hal itu membuat tingkat pengangguran turun menjadi 10,2 persen dari 11,1 persen di Juni.

Baca juga :  Covid-19 Makin Ganas, Kapolres Kotabaru Peringatkan Warga Pesisir Disiplin Protokol Kesehatan

“Hal ini bisa membantu penguatan rupiah karena data yang bagus ini mengindikasikan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.550 per dolar AS hingga Rp14.700 per dolar AS.

Pada Jumat (7/8) lalu, rupiah ditutup melemah 40 poin atau 0,27 persen menjadi Rp14.625 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.585 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Senin Pagi Rupiah Kembali Melemah
apahabar.com

Ekbis

Warga Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Langka di Banjarmasin, Dewan Siap Turun Tangan
apahabar.com

Ekbis

8.823 MW Pembangkit Listrik Beroperasi 2020
apahabar.com

Ekbis

Dolar Berubah Tipis di Perdagangan Jelang Libur Natal
apahabar.com

Ekbis

XL Axiata Luncurkan Fitur ‘XTRA UNLIMITED TURBO’
apahabar.com

Ekbis

Wagub: Jumlah Investor di Kalsel Mencapai 14.263 Investor
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Belum Berencana Lepas Elpiji 3 Kg Non-Subsidi ke Kalimantan Selatan
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini TBA Turun, Berikut Pantauan Terbaru Harga Tiket Pesawat dari Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com