Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir Lebaran, Si Jago Merah Hanguskan Sejumlah Rumah di Lambung Mangkurat Samarinda Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam

Datu Ifat, Sesepuh Banua di Kotabaru Berpulang di Usia 136 Tahun

- Apahabar.com Minggu, 23 Agustus 2020 - 19:52 WIB

Datu Ifat, Sesepuh Banua di Kotabaru Berpulang di Usia 136 Tahun

Datu Ifat bersama salah satu buyut Saijul Kurnain. Foto-Saijul for apahabar.com

apahabar.com, KOTABARU – Sesepuh banua di Sampanahan – Kotabaru Siti Fatrah, binti Jainal Abidin Radinata atau akrab disapa Datu Ifat menghembuskan nafas terakhir, Sabtu (22/8) malam.

Terhimpun informasi, Datu Ifat berpulang di usia 136 tahun. Ia disebut tokoh banua, sekaligus wanita tertua di Kotabaru-Tanah Bumbu.

Minggu (23/8), jenazah Datu Ifat dimakamkan di halaman rumahnya sendiri. Tepatnya, di Desa Sampanahan Pasar, berdampingan dengan makam sang suami Datu Masgul yang meninggal sejak 27 tahun silam.

Sejak dikabarkan meninggal malam itu, para tokoh, ulama, hingga para habaib, dan masyarakat setempat membanjiri rumah duka, hingga prosesi pemakaman.

Saijul Kurnain, salah satu buyut Datu Ifat saat dikontak apahabar.com mengaku sangat kehilangan seorang datu, sekigus sesepuh di Bumi Saijaan.

“Kami, dan warga Sampanahan, dan Kotabaru sangat kehilangan. Sebab, beliau satu-satunya tokoh, dan sesepuh di banua ini. Semoga beliau husnul khatimah,” harapnya terharu.

Saijul bilang, Datu Ifat menikah dengan seorang pejuang bernama Datu Masgul pada tahun 1917 silam. Saat itu Datu Ifat berusia 33 tahun.

Datu Ifat merupakan istri ke-3 dari datu Datu Masgul.

“Meski tidak memperoleh keturunan menikah dengan datu kami, Datu Ifat merupakan istri yang sangat setia menemani, dan merawat hingga sang suami wafat,” ujar Saijul.

Menariknya, mengungkap ketokohan sang datu, Saijul menyebut banyak kelebihan yang dimiliki Datu Ifat semasa hidupnya. Datu Ifat memiliki pemahaman ilmu agama yang mumpuni, serta pengetahuan yang mendalam tentang sejarah perjuangan di Kotabaru dan Banua.

“Yang bikin kami sangat merasa kehilangan, di usia 136 tahun, beliau masih memiliki ingat yang cukup baik, pandangan, serta pendengaran yang sempurna,” tutupnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Masduki - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Satpol PP dan Damkar Tanbu, Dit Binmas Polda Kalsel Ingatkan Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Bersihkan Sampah Sisa Aksi Demonstrasi Omnibus Law, Petugas Kebersihan di Banjarmasin Kerja Lembur
apahabar.com

Kalsel

Kinerja PDAM Banjarmasin Disorot, DPRD: Tolong Berikan Pelayanan Serius
apahabar.com

Kalsel

Enggan Berisiko, Disdikbud Kalsel Masih Kaji Belajar Tatap Muka di Sekolah
apahabar.com

Kalsel

Intensitas Hujan Tinggi, Debit Air Satui Terus Dipantau
apahabar.com

Kalsel

AFK 2020, Ungkapan Syukur Ragam Budaya Kalimantan lewat Sinema
Politik Uang

Kalsel

Pemungutan Ulang, Denny Ungkap Modus Potensi Politik Uang Saat RamadanĀ 
apahabar.com

Kalsel

Dinsos Bangkitkan Usaha Madu Kelulut dan Lebah Meratus di Balangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com